Jadi Pingin Nonton Konser Lagi…
Kemarin saya habis ngobrol-ngobrol sama teman saya, tentang Jakarta Rock Parade yang baru lewat bulan lalu…saya ngomel-ngomel ke teman saya itu, yang enjadi salah satu orang yang “terkerja” didalam tim JRP tersebut…intinya sih saya ngomel-ngomel bikin konser kok mahal banget padahal penonton pentas musik rock lokal nggak mungkin lah bayar semahal itu, saya saja kalau pun mampu, akan berpikir seribu kali untuk nonton konser itu, soalnya kepingin nonton semuanya, tapi kalo di total-total mahal juga rasanya, dan mengingat say sebentar lagi mau menikah, kayaknya musti mikir-mikir untuk buang-buang uang segitu banyak…dan ternyata JRP juga amburadul, dari omelan teman-teman yang datang, yang nggak jadi manggung, dan gawatnya dari media massa yang saya baca…
Ujung-ujungnya saya jadi teringat konser-konser yang pernah saya tonton dulu…
Konser pertama (dan tercepat) saya:
Mick Jagger, tahun 1988, waktu saya SMP kelas satu…kebetulan ada oom saya yang dapat tiket gratis nonton Mick Jagger di Stadion Utama Senayan. Masih inget sekali betapa ramainya stadion besar itu dengan penonton yang hampir memenuhi semua kursi dan setengah lapangan stadion…dan nunggu mulai mainnya itu lama banget…kalo nggak salah sempat ada opening act segala, kalau nggak salah ada gamelan?…lupa saya…cuma sayangnya ini juga konser tercepat saya…karena baru beberapa nomer dibawakan Mick Jagger, tiba-tiba dari luar terlihat asap api…ternyat diluar mulai rusuh, fans-fansnya yang nggak punya uang untuk masuk, berusa masuk sambil menghancurkan beberapa mobil yang parkir di sekitar Stadion Utama Senayan…jadilah saya dibawa kabur secara paksa oleh oom saya itu, karena takut kalau terjadi apa-apa…
Konser terbrutal saya:
Metallica, di Stadion Lebak Bulus, hari pertama tanggal 10 april 1993 (kok ingat? soalnya masih nyimpen tiketnya hehehe…). Berbekal pengalaman konser pertama tadi, saya sebenarnya sudah mengira soal kemungkinan rusuhnya konser ini, walaupun konser pemanasan sebelumnya, Sepultura, nggak terlalu rusuh menurut berita-berita yang saya baca/dengar…tapi gila aja Metallica, dewanya speed/trash metal…masak nggak nonton?…setelah nabung uang jajan selama beberapa minggu hasil puasa beli kaset di Duta Suara (dulu setiap rabu pasti saya beli kaset ke Duta Suara, hasil nggak jajan seminggu di sekolah…) akhirnya bisa beli juga tiketnya, yang kelas satu, karena VIP kemahalan dan festival nggak kepikiran hehehe, Rp. 75.000, mahal untuk ukuran tahun segituan…plus bonus kaset “Dialog”nya Setiawa Jodhi (yang langsung saya tiban untuk ngerekam lagu-lagu dari prambors…)
Didrop di Lebak Bulus, oleh bapaknya Tjun-Tjun, kakak kelas saya dulu di SMA, dan mulailah berjalan kaki dari perempatan Lebak Bulus menuju stadion, yang masih rada baru itu (tahun 1993). Ternyata baru saja ngantri masuk stadion, ketika sedang berusaha melewati pos terakhir dari berlapis-lapis pos pemeriksaan polisi & keamanan…tiba-tiba dibelakang saya dekat warung depan stadion, para fans yang nggak punya uang itu mulai rusuh…memaksa masuk, mulai melepar-lempar batu yang di balas oleh orang-orang yang sedang mengantre jauh dibelakang saya…jadi mulailah kita bergegas masuk…didalam beberapa menit Rotor, band pembuka manggung, tiba-tiba di layar giant screen terlihat api mulai menjalar dari luar sana…melahap warung tadi beserta tiang listrik/telepon didekatnya…belum lagi gedoran-gedoran dari luar untuk memaksa masuk…
Di dalam? siapa bilang nggak rusuh, kalau festival yah sudahlah, nggak mungkin nggak rusuh tapi kelas satu…jangan salah, sama saja…botol-botol beterbangan, saya yang berhadbangig ria saja sempat tertimpuk botol air mineral…tapi ini juga konser terlucu yang pernah saya lihat…karena kelas satu letaknya duduk di tribun jadi kita bisa lihat bagaimana penonton tanpa karcis berebutan masuk ketika pintu stadion dibuka…seperti semut berlari mengejar gula…dan lucunya, seperti layaknya konser-konser lainnya, ketika mereka, Metallica, pura-pura undur diri, para penonton tambahan itu berlomba-lomba bergegas keluar stadion…tapi ketika tiba-tiba terdengar intro “One”, mereka sontak balik badan dan langsung bergegas masuk kembali kedalam…
Pulangnya…total war zone, asap dimana-mana, polisi sibuk menyabet kita, penonton dengan rotan, bau bensin dimana-mana, gelap, sirene dimana-mana, PMI sibuk merawat korban-korban rusuh diluar sana…dan…nggak ada kendaraan umum/pribadi yang berani lewat sana…yang parkir disana?…er nggak berani jamin mobilnya masih mulus…jadi kita terpaksa jalan kaki ke Bona Indah untuk mengambil mobil teman saya, yang bertemu saya didalam arena…ternyat besok paginya saya baru tahu kalo konser ini brutal sekali, dan sampai-sampai mobil display suzuki, Katana di Pondok Indah dibakar massa, pantesan orang tua saya panik mencari saya esok harinya…
Konser tercapek saya:
Bon Jovi, di Ancol (1995?), mengapa soalnya waktu itu saya dan pacar saya saat itu habis test lari, keliling GOR Pajajaran, tujuh lap (ya di ITB ada mata kuliah olah raga) , langsung ke Jakarta go-show, dapet tiket bisnis (berusa beli eksekutif, gara-gara kecapekan, supaya bisa tidur nyaman)…tapi nggak dapat, kerumahnya di mampang, janjian ketemu teman-teman saya, naik taksi dan dengan bodohnyaa turun dipintu dekat Hailai, Ancol, karena nggak ‘ngeh kalo pintu masuknya di pintuyang satunya, jadilah jalan kaki dari sana ke venuenya, yang jauhnya amit-amit itu…
Sampai sana ternyata masih lagi kita harus ngantre masuk, hampir dua jam lamanya…pegal banget mana nggak ada yang jual minuman disana…satu-satunya hiburan hanya menonton orang-orang yang berusaha masuk tanpa tiket, lari dikejar-kejar anjing herder (german shepherd) polisi…atau mereka mengumpet didalam selokan sekitar pintu masuk…didalam ternyata nggak nemu orang jualan minum satupun…mana ngos-ngosan kecapekan, saya masih harus menopang pacar saya yang juga kelelahan, menonton band yang saya sebenarnya nggak suka-suka amat hahaha…pulangnya? jalan lagi kayak tadi, tapi tanpa berhenti ngantre dua jam tepatnya…hahaha
Konser ter-ngapain saya nonton konser ini?:
Bryan Adams, tahunnya lupa, jadi ceritanya sepupu saya ada di Jakarta, ohya dia tinggal di Singapura, dan ternyata dia dapat dua tiket gratis Bryan Adams, tetapi nggak punya teman nonton konser, jadilah saya menemani sepupuku ini nonton konser di JHCC. Dan ternyata konsernya nggak ramai penontonnya, sepi malah, bayangkan venuenya yang cuma ada satu kelas saja, festival nggak penuh setengahnya oleh penonton…Jadi saya berdiri di deretan paling belakang, sedangkan sepupu saya itu saya lepas, berlari mendekat ke arah panggung…
Dan saya hanya berdiri dibelakang sana, bersidekap mengawasi sepupu saya dari jauh, karena saya nggak suka Bryan Adams, hanya suka satu lagu, Summer 69…ternyata saya tidak sendirian, pas saya nengok ke kiri dan kanan saya ternyata ada berberapa cowok yang berpose persis seperti saya berdiri, bersidekap sambil mengawasi pacarnya yang jejingkrakan didepan sana…
Tetapi ternyata ini juga menjadi salah satu konser terunik yang saya tonton, karena ketika mereka berlagak undur diri, tiba-tiba si Bryan muncul di belakang penonton, dan naik ke panggung kecil dibelakang kami…sehingga bisa lebih intim dengan fans-fansnya…
Konser teraneh gaya saya pas nonton:
Mojo, ini karena mendadakan nontonya, baru pulang dari presentasi, rapih dengan dasi…dan tas gambar A2, dengan teman kantor saya Roni, yang memaksa saya untuk menonton dulu buat istirahat, melepas lelah dari presentasi…dan karena dia dapat tiket gratisnya dari adiknya yang kerja di promotor konser Mojo ini…dan karena kita naik taksi dari presentasi…jadi kita masuk sambil bawa tas gambar A2 itu kedalam arena…aneh bukan?
Konser paling kompak penontonnya:
Duran-Duran, satu tahun setelah konser Metallica, tahun 1994, merka manggung di Jakarta. Saya nonton bedol desa bersama sepupu-sepupu saya dan adik saya, berhubung mereka idola kita ketika tahun 80an…kompaknya penonton? berhubung mereka sedikit ngaret…dan nggak ada band pembuka, jadi promotor memasang lagu-lagu tahun 80an dispeaker arena, dan saya sampai terkesima karena saya ingat waktu itu lagu Shout!-nya Tears For Fears dipasang, hampir semua penontonya bernyanyi bersama…hehehe
Konser dengan aksi terbodoh:
Duran-Duran, karena tiba-tiba Simon muncul di belakang penonton dan berusaha menerobos kepanggung, alhasil bajunya koyak dan badannya terbaret-baret dijamah penonton…gila apa…nggak mikir diserbu fans?
Konser pertama terpuas saya:
Sting, Jakarta 1994, mengapa? soalnya saya sedang masa-masanya mau EBTA-EBTANAS, kalau nggak salah besoknya, tapi maksa nonton, sendirian, tanpa teman, tanpa keluarga…teman-teman SMA saya mana ada yang suka Sting/The Police, mereka lebih suka Indecent Obsession…(serius!), atau RHCP…jadi saya nekat saja nonton konser sendiri sambil celingak celinguk berharap ketemu siapapun yang saya kenal disana…ternyata nggak nemu tapi ternyata malah saya keburu asyik berjingkrakan nonton Sting, berteman dengan orang-orang disebelah saya, terlebih lagi Sting berbaik hati repetoar konser setengahnya memainkan lagu-lagu The Police…sampai-sampai di akhir acara saya terpaksa beli kaos tour Sting, karena baju saya basah sekali…hasil jejingkrakan tadi…
[Mini] Konser ter-oh ada yang manggung dan eh lagu mereka ternyata yang ini toh?
Safri Duo, Embassy, Jakarta, karena saya sering mendegar lagu mereka kala begajulan dulu, tanpa tahu ini lagunya siapa…dan ketika sepupu saya mengajak ke Embassy, ternyata mereka manggung disana…dan mereka memainkan lagu-lagu mereka ternyata oh ternyata…
Nonton konser terniat:
The Cure, Singapura 2007, bayangkan…buat pasport baru…(pasport lama hilang dan mati), berlagak belum punya pasport, lari ke kantor lama saya minta surat rekomendasi buat bikin pasport, berhubung status sekarang pekerja lepasan, nyari proyek (buat bayar ongkos), bikin rute murah kesana, buat kaos (buat nonton)…dan nonton konsernya 3 jam lamanya…huahaha kurang niat apa?
Konser kedua terpuas saya:
Björk, awal tahun ini, sehabis saya melamar pacar saya, tetapi bukan gara-gara diterima lamarannya kenapa saya puas, tapi kita berdua benar-benar “orgasme” dibuatnya. Pertama-tama sempat kecewa karena kok set panggungnya kosong gini, padahal Björk. Tetapi ternyata saya salah…ternyata panggungnya belum set pas kita sampai disana…pas sudah di set wah seru, seperti set panggung Teater Koma huahaha…
Konsernya sendiri sangat atraktif, permainan laser yang sesuai dengan suasana lagu…musisi pendukung yang top-keren, Björknya sendiri? nggak usah di tanya…memukau saya, membuat kita berdua ternganga-nganga…cantik, lucu dan memukau huahahahaha…gila banget deh Adrie Subono bisa manggil dia manggung disini…Makasih oom…
Belum lagi teknologi canggih yang dibawa Björk kesini, itu tuh Reactable, peralatannya yang mirip sonar menara pantau bandara, tapi touch screen dan sangat interaktif itu…(baru kemarin ter mehe-mehe liat Daft Punk di Grammy dengan alat yang mirip ini, ternyata…Björk punya lebih kacau lagi…)…
Pokoknya rasanya sangat ekstase tanpa memakai alat bantu apapun nonton konser ini, dan ternyata banyak orang sama puasnya kayak saya dan pacar saya malam itu…
Habis Björk, jadi tinggal nunggu: New Order, Depeche Mode, Pet Shop Boys, U2, Smashing Pumpkins, Annie Lennox, Kraftwerk, Placebo, Moz…dan Ravi Shankar walaupun saya rasa U2 susah banget pasti kemungkinan manggung disini…buahaha kok masih banyak?
PS:
Oh ya foto diambil hasil dari googling, cuma satu yang kedeteksi copyrightnya, Björk di Jakarta, oleh Reuters, hak cipta milik fotografer masing-masing…

No comments yet
Jump to comment form | comments rss [?] | trackback uri [?]