Caligula, Lovelace Dan Softcore 70an
Oh ya, ya, ya saya mengaku kalau mungkin saya termasuk kategori orang yang pervert. Sebetulnya bukan pervert ala kakek-kakek atau oom-oom bahkan mas-mas cabul, apalagi yang model Kamesenin-nya Dragon Ball, yang hobinya mengintip dan menyingkap rok perempuan…
Tapi rasanya cuma penasaran saja sama hal-hal yang berbau seksual, jadi kalo masuk kategori pervert sebenarnya yah setengah-setengah kali yah…ngomong-ngomong pervert, mungkin sebenarnya rasa penasaran saja kali sebenarnya, dan sejak SD-SMP dahulu, yah benar SD dan SMP dahulu!, ada beberapa film yang kategorinya sangat dewasa yang membuat saya penasaran untuk menontonya…
Sebentar…sebentar…kok bisa anak SD-SMP tahu soal film dewasa?, er mungkin karena informasi yang saya dapat ketika saya mencuri-curi baca, kalau nggak bisa di bilang mengintip “koleksi” majalah dewasa import punya oom-oom saya, walaupun mereka simpan rapih tetapi toh saya yang nakal ini berhasil menemukannya. Sebagian lagi mungkin dari majalah Time dan Newsweek yang ada di rumah kakek saya. Dan karena saya suka membaca jadi banyak informasi tentang film-film tersebut yang saya terima, tanpa mereka sadari huahahahahaha…tertawa iblis!
sebenarnya ada tiga film “besar” yang membuat saya penasaran, dan akhirnya baru belakangan ini saya bisa memenuhi rasa penasaran saya terhadap mereka. Ketiganya adalah Caligula, Deep Throat dan Emmanuelle…

Caligula (1979), adalah film pertama dan terpenting yang membuat saya penasaran mengejarnya…Seingat saya pertama kali saya mengenal film ini dari majalah dewasa Amerika, Penthouse, yang saya temukan di antara koleksi majalah dan kliping gambar “orang dewasa” milik sahabat-sahabat saya, yang entah mengapa akhirnya semua dikumpulkan didalam tas saya, dan disimpan di bawah tempat tidur saya, ketika saya tinggal di Menteng dahulu…
Tapi saya tidak mau cerita soal legenda tas itu, tapi balik lagi ke Caligula…
Caligula sendiri hanya saya kenal dari iklan VHSnya, di halaman belakang salah satu majalah Penthouse itu. Dan kalau saya tertarik karena konten pornografinya, wah salah besar…Posternya hanya mengambarkan sebuah mata uang bergambar sang kaisar Caligula dengan mata berdarah…
Tapi mungkin kalimat bombastis yang menyertainya membuat saya tertarik memburu film ini, embel-embel bahwa film ini sangat kontroversial hahahahaha…
Caligula sendiri film yang memang kontroversial, baik dari isinya sendiri, kisah hidup sang kaisar Romawi, para pemainnya yang bukan pemain film kacangan, paling tidak saat ini mereka bukan pemain film kacangan, hingga proses produksinya yang penuh liku…
Sebenarnya film yang berdasarkan novel karya Gore Vidal ini pada awalnya tidak dimaksudkan untuk mengumbar hanya pornografi dalam film belaka, walaupun sutradara awalnya Tinto Brass, yang dikenal sebagai sutradara yang gemar membuat film genre soft porn. Tetapi penuhnya beragam adegan dewasa dalam film ini lebih banyak diakibatkan campur tangan Bob Guccione, pemilik majalah Penthouse, yang merupakan penyadang dana dari pembuatan film ini, yang memakai film ini sebagai alat promosi majalahnya, dengan menambah banyak porsi adegan porno dalam film ini.
Caligula, yang diperankan dengan baik oleh Malcom McDowell, bercerita tentang kisah kebangkitan dan kejatuhan kekuasaan kaisar Gaius Caesar Germanicus, dari Romawi. Film Caligula ini menitik beratkan pada kisah “kegilaan” sang kaisar beserta kebejatan bangsa Romawi kala itu.
Sejujurnya saya tidak tahu, bagaimana cerita dan sebagaimana brutal pornografinya…hingga akhirnya saya berhasil menonton film ini…ketika saya baru mulai bekerja, sembilan tahun yang lampau…Dan reaksi pertama kali saya nonton ini “Ya ampun! gila banget film ini!” bagaimana tidak? Semua perilaku seks yang ada dalam kamus seks, kalau ada, semuanya ada disini!, dan penggambarannya sama sekali tidak erotis, layaknya film-film porno yang pernah saya lihat. Sehingga sangat terasa sekali kebejatan bangsa Romawi masa itu.
Dan bukan hanya itu, tetapi juga digambarkan secara gamblang kesadisan bangsa Romawi, terutama sang kaisar, Caligula. Bagaimana cara sang kaisar membantai lawan-lawanya, dengan mengunakan mesin penggal layaknya mesin pemotong rumput. Pokoknya saya terkesima sekaligus terpana dan miris menonton film ini. Terkadang sangat menjijikan tapi dilain sisi sangat membuat penasaran untuk menontonya sampai habis…Tapi saya tidak mau membahas banyak tentang film ini, nantilah dibagian review, kalau sempat. Soalnya saya rada terganggu sama dua anak mahasiswa yang pacaran di depan saya ini…di food court PIM 2…
Film kedua yang menjadi incaran saya karena saya penasaran dengan review dan pemainnya adalah Deep Throat (1972), yang memakai aktris Linda Lovelace sebagai aktris utamanya.
Bagaimana tidak?, Deep Throat mungkin adalah film porno hardcore pertama yang ditayangkan di bioskop-bioskop Amerika Serikat, bukan bioskop khusus film dewasa, dan film ini juga bisa dibilang benih berseminya film-film berbau pornografi di Amerika Serikat di era 70an.
Ceritanya sendiri, yah sebagaimana lazimnya film porno, tidak ada plot yang cerdas, dungu malah, dan membuat saya terbahak-bahak. Jangan harap Linda Lovelace cantik, dahsyat sehingga membuat birahi ketika menontonya, buat saya jauh kalau dibandingkan dengan Teresa Ann Savoy, pemeran Drusilla, dalam film Caligula.
Deep Throat sendiri menceritakan permasalahan yang dialami Linda, yang tidak pernah merasa terpuaskan nafsu seksnya hingga mencapai orgasme, walaupun melakukan hubungan seksual secara intes dengan beberapa orang partner. Dan setelah melawati serangkai eksperimen dan konsultasi, akhirnya diketahui bahwa masalahnya terletak pada posisi klitoris Linda yang tidak sebagaimana lazimnya wanita normal, yang berada pada alat kelaminnya, tetapi terletak di nun jauh di dalam tenggorokan Linda. Solusinya? Linda baru dapat terpuaskan jika melakukan fellatio kepada partnernya.
Absurd? Oh ya sangat! Saya sampai terpingkal-pingkal menontonnya. Belum lagi menonton akting kacangan semua pemainnya, jauh lebih meyakinkan akting tolol ala Peter North, Ron Jeremy, Savannah, dan lainnya. Belum lagi illustrasi musik dalam film ini, oh Tuhan ku betapa bahagianya saya tertawa menonton film ini…Nggak heran kalau Trey Parker dan Matt Stone, pencipta serial kartun South Park, sangat tergila-gila pada absurditas film ini, sehingga suka memakai film ini sebagai referensi dalam adegan beberapa episodenya.
Oh ya saya akhirnya berhasil menonton film ini beberapa hari yang lalu, berkat Torrent. Walaupun lumayan lama menunggunya, tapi rasanya puas akhirnya saya bisa nonton film ajaib ini…Dan bukan cuma Deep Throat ini yang berhasil saya unduh lewat Torrent, tapi juga film ketiga yang saya incar dari dulu ini, Emmanuelle (1974).
Emmanuelle merupakan film pertama dari tujuh film yang mengambil Emmanuelle sebagai tokoh utamanya. Emmanuelle sendiri berkisah tentang perjalanan hidup Emmanuelle, seorang model foto yang naïf yang mengikuti suaminya yang berkerja di Bangkok, lebih tepatnya perjalanan eksplorasi seksual yang dialaminya di Bangkok, lengkap dengan scen go-go bar Bangkok dengan segala aksi ajaibnya, termasuk akrobat seorang perempuan, merokok melalui alat kelamin, oh wow! Segala penasaran saya ke Pathpong kemarin, ketika saya ke sana, terbayarkan sudah.
Emmanuelle-pun dibandingkan dengan Deep Throat memang sangat berbeda, genrenya pun softcore, dan memiliki plot cerita serta akting para pemainnya yang tidak seburuk akting sembarangan Deep Throat, yang nggak jauh berbeda dengan akting aktor-aktris pemain sinetron di TV kita kini…
Emmanuelle sendiri merupakan salah satu film buatan Perancis bergenre softcore yang laris dalam pemutarannya. Ini terbukti dengan lama tayangnya film ini di bioskop-bioskop di Paris, Perancis. Dan karena itulah saya tertarik untuk tahu tentang apa sih sebenarnya film ini…
Sebenarnya masih banyak lagi film-film bergenre softcore/hardcore yang membuat saya penasaran, salah satunya seperti “Story of O”, “Alice in Wonderland: A Musical Porno”, dan lain-lain, tetapi tiga film diatas ini lah yang wajib saya buru dahulu…
Dan sebenarnya kalau mau jujur sih, lebih menyenangkan nonton film softcore-softcore begini, kecuali Deep Throat yang hardcore, ketimbang nonton film-film jebolan Vivid dan Private yang total hardcore, yang sangat membosankan sehingga harus tetap menekan tombol fast forward pada remote control DVD saya…
Penasaran? Selamat menorrent!
About this entry
You’re currently reading “Caligula, Lovelace Dan Softcore 70an,” an entry on Cikibawawaw
- Published:
- Agustus 15, 2008 / 12:50 am
- Tags:
- caligula, deep throat, duniawi, emmanuelle, Film, hardcore, klasik, koleksi, obsesi, pornografi, softcore


No comments yet
Jump to comment form | comments rss [?] | trackback uri [?]