Plak Ketiplak G-Pluck
Saya sebenarnya tidak terlalu suka nonton konser band-band tribute, walaupun sering sekali diajak nonton band-band tribute manggung oleh teman-teman saya. Nonton Bharata band misalnya, walaupun mereka termasuk terkenal, diantara band-band tribute-an lainnya, dan dengan embel-embel “iya loh, mereka mirip banget sama The Beatles, yang asli…” tetap saja saya tidak nafsu menontonnya.
Dan sebenarnya sekarang rasanya menyesal, kalaupun Bharata masih ada, personilnya sudah nggak se-ok dahulu, zaman Bharata dan Abadi Soesman dulu itu…
Tetapi kebiasaan saya ini kemarin berubah…
Kemarin malam, di Planet Hollywood, Indo Beatlemania Club, atau IBC (yang nggak habis pikir namanya kok Indo, bukan Indonesia), menyelengarakan malam tribute to The Beatles, dengan band-band pemain, 909 band dan G-Pluck band. Nah band yang terakhir ini yang membuat saya akhirnya tertarik untuk menonton acara beginian.
Kenapa G-Pluck?, terlepas dari pemberitaan media, tentang Titi Kamal yang membantu mereka, ketika mereka manggung di Liverpool kemarin, dalam rangka Beatles Week Festival di sana. Dan walaupun porsi Titi Kamalnya secara keterlaluan lebih di ekspos di media-media Indonesia, karena “lebih menjual…pastinya”. Tetapi rasanya orang-orang di Liverpool sana pastinya punya standar yang nggak main-main dalam memilih siapa-siapanya yang bisa manggung di acara tersebut. Genuine Pluck, atau yang di singkat G-Pluck (baca: ji-plak), adalah band imitasi The Beatles yang terdiri dari Awan (bass), Wawan (gitar melodi), Sigit (gitar) dan Beni (drum). dan mereka adalah wakil dari Asia dalam festival Beatles Week di Liverpool kemarin, mengalahkan Philipina dan Jepang.
Acara yang harusnya mulai pukul delapan malam, ternyata seperti biasa, dasar orang Indonesia biang ngaret, mundur hingga jam sembilan malam. Dan tiket yang nggak bisa juga dibilang murah, delapn puluh ribu rupiah, plus iming-iming first drink taunya cuma dapat Green Sands energy Drink apalah itu namanya, yang nggak enak ternyata rasanya, biasa aja kalau mau lebih halusnya. Plus tempat yang tidak di atur, mana bagian buat “the have” mana buat “rakyat jelata”, karena mereka ada kelas yang lebih mahal, dine-in. sehingga kelas “the have” itu suka menegor kelas “jelata” karena kealingan pandangannya oleh “kita” yang berdiri di depan, lah tempatnya sempit, nggak jelas, dan hei…ini kan konser…mau kecil venuenya tetapi kan tetap saja… Loh kok jadi ngomel-ngomel…
Band pertama 909 Band, sekumpulan anak muda yang permainannya tidak mengecewakan menurut saya, walaupun rada telat saya datangnya, tetapi menurut saya, mereka cukup baik permainannya, dan baik pula dalam ber komunikasi dengan penontonnya, walupun dari segi usia mereka jauh lebih muda daripada oom-oom dan tante-tante yang menguasai kursi-meja di sana. Setelah menunggu lumayan lama akhirnya G-Pluck muncul juga. Oooh ini toh mereka…eh tunggu dulu itu yang jadi John Lennon mirip juga tampangnya dengan John zaman Please Please Me. Dan nggak cuma tampang, suaranyapun menurut saya mirip juga…Ternyata permainan mereka rapih, walaupun sempat juga rada distorsi dan meleset sedikit pada sesi kedua. Walupun pilihan lagu mereka, baik 909 maupun G-Pluck, seperti yang saya duga, lebih ke arah era The Beatles awal-awal, yang sumpah mati bosan rasanya, plus lagu-lagu The Beatles yang terkenal, lagu-lagu pasaran mereka, lagu-lagunya McCartney tentunya (saya lebih kearah Lennon)…tetapi seru juga ternyata kayak dalam ruangan karaoke bersama rasanya…

Lucunya, kebanyakan yang menyanyi sepenuh hati adalah generasi muda, yang mungkin sebagian besar dari mereka belum lahir ketika John di tembak dahulu, di tahun 1980. Sedangkan yang relatif berumur, yang besar bersama The Beatles, hanya satu dua orang yang bernyanyi, layaknya seorang penggemar berat…menakjubkan bukan! Salut saya sama mereka, apalagi selera mereka, kelas berat menurut saya…lagu-lagu The Beatles era terakhir mereka. Mereka sibuk berteriak-teriak, meminta lagu kepada baik 909 maupun G-Pluck. Teriakan meminta mulai I Am Walrus, Helter Skelter, Maxwell Silver Hammer, dan lain-lain…hebatkan!
Ternyata menyenangkan rasanya menyanyi bersama-sama, apalagi The Beatles band favorit saya sejak dahulu, bersama-sama orang-orang yang saya nggak kenal sebelumnya, tapi kita semua “maniak” dengan band yang sama…
Oh ya sempat juga si David Naif naik panggung bawain Hey Jude & Let It Be…bosen lagunya, ok lihat merekanya
Seru!
About this entry
You’re currently reading “Plak Ketiplak G-Pluck,” an entry on Cikibawawaw
- Published:
- April 30, 2009 / 4:32 pm
- Tags:
- g-pluck, imitasi, the beatles
No comments yet
Jump to comment form | comments rss [?] | trackback uri [?]