Beetlejuice (1988) [Spoiler Alert!]
Bagaimana kalau kamu mati, tetapi arwahmu karena satu dan lain hal tidak bisa pergi ke alam baka? dan kamu terpaksa tinggal disatu tempat saja selamanya?
Alkisah sepasang suami-istri, Alex dan Barbara, meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan gara-gara seekor anjing? dan mobil mereka terjun ke sungai?
Dan lebih sialnya arwah mereka hanya bisa menempati rumah mereka, tanpa bisa keluar dari rumah mereka? dan ini ditambah lagi dengan datangnya keluarga baru yang membeli dan menempati rumahmu, seraya merombak total rumahmu?
Sangat menyebalkan tentunya…dan berhubung Alex dan Barbara sepasang hantu pemula, belum mahir untuk membuat takut penghuni baru rumah mereka, sehingga tidak dapat mengusir keluarga penghuni baru, keluarga Deetzes, keluar dari rumah mereka.
Dan ini membuat mereka mencari bantuan hantu lain lagi untuk membantu mereka mengusir keluarga Deetzes…dengan bantuan Betelgeuse, sang “bio-exorcist” freelancer, yang sangat urakan…bagaimana akhirnya?, coba pinjam dirental DVD, atau membeli DVD atau VCD keluaran Vision. Saya sih pertama kali menonton ini SMP, kelas satu rasanya, dari Laser Disc rentalan dari Mirusa, Guntur. Dan kalau tidak salah, kita terus-menerus memperpanjang film ini, sehingga rasanya hampir mengelotok scene film ini di otak saya dan sepupu-sepupu saya.
Mengapa royal sekali saya memberikan bintang untuk film ini? Karena film ini membuka mata saya kebanyak hal…mulai dari mengenal Tim Burton, dan mulai memujanya hingga kini…tabik Tim!…Jatuh cinta akan kecantikan dan kegelapan Winona Ryder, jauh sebelum gonjang-ganjing kehidupan asmaranya dengan Johnny Depp…Semakin Gothik Winona semakin menarik dia dimata saya waktu SMP dulu. Dan sepertinya naluri saya tidak pernah meleset, sama seperti Nat Portman di Leon dan Mila di Train To Kathmandu…
Dan yang terakhir, yang paling penting adalah, saya mengenal Harry Belafonte!, penyanyi bergenre Calypso/Carribean Folk/vokal, yang tentunya asing ditelinga anak SD/SMP, yang membuat saya mengumpulkan duit, untuk membeli kaset soundtracknya di Duta Suara, walaupun harus membeli kaset keluaran impor. Yang untuk masa itu termasuk mahal, berhubung tidak tersedianya kasetnya yang buatan lokal.
Ada dua buah lagu besutan Belafonte di film ini, pertama di scene makan malam, lagu Banana Boat Song, atau yang dikenal sebagai Day-O!
Dan “Jump In The Line” yang menjadi lagu penutup film ini. Dan lagu ini pulalah yang menbuat saya semakin tergila-gila dengan Winona. Lihat, lucukan Winona di sini?
Oh ya, tahun lalu Neca, produser mainan action figure yang banyak membuat karakter dari film-film terkemuka, membuat dua buah mainan karakter Beetjuice ini, gawat memang…harus punya nih…
About this entry
You’re currently reading “Beetlejuice (1988) [Spoiler Alert!],” an entry on Cikibawawaw
- Telah Diterbitkan:
- Maret 1, 2010 / 3:43 am
- Kaitkata:
- beetleuice, harry belafonte, michael keaton, tim burton


2 Komentar
Langsung ke formulir komentar | comment rss [?] | trackback uri [?]