Rolling Stone Cover To Cover, Opus Dan Rayap Sialan
Kemarin saya mendapatkan kado ulang tahun yang dahsyat dari istri saya, Rolling Stone: Cover to Cover, kumpulan raksasa majalah Rolling Stone (RS) dari edisi pertama mereka (1967), hingga edisi terakhir mereka (saat itu) Mei 2007! artinya sepanjang 40 tahun pertama mereka terbit! berarti 96.000 halaman!, lebih dari 1000 edisi RS. Koleksi raksasa ini berupa program digital, buatan perusahaan digital Bondi, spesialis pembundel majalah cetak menjadi media digital.
Ngomong-ngomong majalah Rolling Stone…
Saya mulai membaca majalah Rolling Stone, semenjak saya SMP dulu, disaat kebanyakan kawan saya membaca Circus, Kerrang, Hit Parader & Trashers, yang terakhir itu sebenarnya bukan majalah musik, tapi majalah skateboarding, saya memilih Rolling Stone. Setiap bulan, atau paling tidak di akhir bulan, dengan mengumpulkan sisa-sisa uang jajan, pergilah saya ke Rubino, toko majalah impor, cabang Plaza Indonesia.
Kenapa saya memilih RS? karena banyak hal, mulai dari secara visual jauh dibandingkan majalah musik lainnya saat itu, majalah yang masuk ke Indonesia tepatnya, isinya yang beragam, wawancaranya yang ciamik, walaupun jauh lebih berat, kalau boleh jujur dibandingkan majalah lainnya, dan kalau mau jujur ukurannya yang besar (pada waktu itu) membuat “wah” saja rasanya…Belum lagi efek majalah musik berkelas, karena kalau mau jujur, kelas isi majalah RS jauhlah dibandingkan majalah-majalah musik lainnya.
Tapi jangan salah, cacatnya juga banyak majalah RS ini, paling tidak dari sisi material, gampang robek, gampang menguning kertasnya dan yang paling menyebalkan adalah, 90% covernya pasti terlepas dari tempatnya, buat orang yang rada obsessive compulsive dalam hal mengoleksi buku seperti saya, ini sangat menyedihkan sekali…
Dan yang paling menyedihkan, walaupun nggak terlalu berhubungan…beberapa bulan yang lalu, koleksi majalah impor saya, yang kebanyakan majalah musik dan desain itu, habis dimakan rayap! Koleksi majalah Blender, Maxim, Hotdog, Details, ID, Wallpaper, Frame, Q, Uncut, Ralph, Loaded, FHM, Time…nah lucunya hampir bisa dibilang majalah RS saya tidak terjamah para rayap keparat itu. Mungkin karena sudah terlalu lama atau karena bahan kimianya beda, rayap-rayap itu sepertinya tidak tergoda dengan RS.
Nah setelah mengalami semua ini, terpaksalah saya menikmati majalah dalam versi digital. Untuk mulai ngoleksi lagi, sepertinya ada fokus baru yang lebih penting daripada beli majalah impor…hehehehe
Jadi, kemarin ketika saya dapat kado dari istri saya ini, wah senang sekali rasanya, walaupun rasanya lebih enak membaca konvensional, memegang kertas, tapi kalau 1000an edisi RS, konvensional, kebayang nggak sekamar nggak akan muat…
Sebenarnya rada “telat” saya membeli buku yang dibandrol seharga 128 USD, saya sih dapatnya 1/3 harganya. Dan saya dapat penawaran harga miring ini dari teman saya seorang pemasok buku impor yang cukup terkenal itu…tepatnya dia meng-email saya, yang membuat saya susah tidur setelah menerimanya. Bayangkan, 1000 edisi RS, mulai dari terbitan awal, yang bergambar John Lennon, ketika dia bermain dalam film “How I Won the War”, RS edisi khusus meninggalnya John Lennon, edisi meninggalnya Kurt Cobain, edisi The Simpsons tribute to Rock n Roll, edisi Janet Jackson topless dan lain-lain…dan ini lengkap-selengkap-lengkapnya, sehingga saya bisa melihat berbagai macam gaya iklan dalam empat dekade penerbitan RS…Mulai seri Absolut klasik, iklan kaset TDK, Joe Camel dan lain-lain… Referensi yang gila-gilaan, mulai musik, budaya pop (Amerika), Politik (Amerika) dan lain-lain…Oh ya RS juga terkenal dengan penulis-penulis artikel yang hebat-hebat didalamnya…mulai dari Hunter S. Thompson, P.J. O’Rouke sampai Cameroon Crowe. Urusan fotografi? siapa yang nggak kenal Annie Leibovitz, yang mengawali karirnya sebelum menjadi fotografer fashion langganan Vanity Fair, sebagai fotografer jurnalis, sepesialis musik, hingga bisa masuk ke lingkaran inti band Rolling Stones, hingga Mark Seliger yang dahsyat itu, terutama seri Drew Barrymore-nya.
Isi paket buku oversized ini terdiri dari empat buah DVD, satu buah instaler program Bondi, tiga buah sisanya seluruh edisi empat dekade penerbitan RS, satu buah buku timeline, berisikan 208 halaman full color! Puas sekali rasanya, terutama membaca kembali apa yang saya baca ketika saya SMP dan SMA dahulu, sampai tercium rasanya aroma kertas majalah ini, versi cetaknya dahulu. Entah kapan saya bisa membacanya sampai habis…
Ngomong-ngomong buku atau DVD compendium ala ini bukan milik Bondi semata, ada satu lagi buku super raksasa, jauh lebih raksasa dari segi berat dan ukuran yang saya taksir…buku-buku super over size keluaran penerbit Opus. Buku-buku yang rata-rata di bandrol 240an USD ini besar dan beratnya nggak ketulungan. Contohnya, buku Opus Vivienne Westwood, yang dicetak hanya 900 edisi, dengan 9 macam kulit muka yang berbeda, satu desain terbatas 100 cetakan. Berat buku Opus Westwood mencapai 25kg, dengan ukuran 90x64cm, dengan halaman yang tidak terlalu banyak 200 halaman. Tiap buku dilengkapi dengan 97 Polaroid raksasa dan ditangani oleh oma-oma nyentrik ini… Atau yang terbaru dari seri Opus ini yang dibuat untuk mengenang Michael Jackson, dengan 404 halamanya, dengan berat hanya 12kg, plus satu buah sarung tangan ala sang King of Pop.
Tapi yang paling membuat saya nglier, Opus edisi Saatchi Gallery, yang terdiri atas 850 halaman, dengan ukuran yang tidak terlalu raksasa, “hanya” 50×50 cm, dengan berat yang luar biasa…40kg. Edisi ini hanya terbit 950 edisi saja, dan memilik tempat penyimpanan khusus berbentuk kotak kayu, layaknya barang-barang kiriman kargo. Rasanya kalau saya seorang kurator, pasti bisa orgasme berkali-kali…huahahaha berlebihan? nggak juga rasanya…
Sudah ah saya mau kembali ke RS Bondi saya…nanti kalau saya menemukan artikel menarik di koleksi RS lama saya ini, nanti saya posting deh…



No comments yet
Langsung ke formulir komentar | comment rss [?] | trackback uri [?]