<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Cikibawawaw</title>
	<atom:link href="http://cikibawawaw.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cikibawawaw.wordpress.com</link>
	<description>kumpulan tulisan yang nggak penting</description>
	<lastBuildDate>Sat, 29 Aug 2009 09:14:19 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='cikibawawaw.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/940d3995ba8702a65c396f5d51b56c02?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Cikibawawaw</title>
		<link>http://cikibawawaw.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Sekarang Giliran Waktu SD Saya Mendengar Mereka&#8230;</title>
		<link>http://cikibawawaw.wordpress.com/2009/08/29/sekarang-giliran-waktu-sd-saya-mendengar-mereka/</link>
		<comments>http://cikibawawaw.wordpress.com/2009/08/29/sekarang-giliran-waktu-sd-saya-mendengar-mereka/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Aug 2009 09:10:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cikibawawaw</dc:creator>
				<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[band aid]]></category>
		<category><![CDATA[culture club]]></category>
		<category><![CDATA[david bowie]]></category>
		<category><![CDATA[depeche mode]]></category>
		<category><![CDATA[freddie mercury]]></category>
		<category><![CDATA[harry belafonte]]></category>
		<category><![CDATA[pet shop boys]]></category>
		<category><![CDATA[phil collins]]></category>
		<category><![CDATA[sd]]></category>
		<category><![CDATA[the buggles]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cikibawawaw.wordpress.com/?p=144</guid>
		<description><![CDATA[Sebenarnyanya postingan ini sudah lama terposting di Multiply saya, tetapi berhubung sedang malas ber Multiply-ria, karena saking berantakannya, jadi perlahan-lahan pindahan ke sini&#8230;
Ternyata asyik juga yah mengingat-ingat lagu-lagu yang mengingatkan suatu era dalam hidup, dan yang lebih asyiknya, melihat teman-teman saya mengingat-ingat lagu apa yang mereka dengar (ingat) waktu SMP…senangnya
Walaupun sebenarnya banyak sekali lagu-lagu yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cikibawawaw.wordpress.com&blog=4477264&post=144&subd=cikibawawaw&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><em>Sebenarnyanya postingan ini sudah lama terposting di Multiply saya, tetapi berhubung sedang malas ber Multiply-ria, karena saking berantakannya, jadi perlahan-lahan pindahan ke sini&#8230;</em></p>
<p>Ternyata asyik juga yah mengingat-ingat lagu-lagu yang mengingatkan suatu era dalam hidup, dan yang lebih asyiknya, melihat teman-teman saya mengingat-ingat lagu apa yang mereka dengar (ingat) waktu SMP…senangnya</p>
<p>Walaupun sebenarnya banyak sekali lagu-lagu yang mengingatkan saya akan masa ABG SMP dahulu, tapi ternyata cukup capai yah nulis sebanyak itu, sepuluh aja susah, dan lagi saya tidak merasa bisa bercerita (menulis) dengan baik dan benar. Tapi…yah sudah lah, “sharing” bodoh seperti ini menyenangkan juga ternyata dan ini membuat saya berpikir lagi…ayo buat lagi daftar lagu era berikutnya, SD? SMA? Apa TK dulu…?</p>
<p>SD dulu saja kali yah? Dan terpaksa menyortir lagi, hanya sepuluh lagu saja, biar tidak terlalu panjang. Hahahaha walaupun susah sekali, karena sebenarnya saya mulai “melek” lagu (musik) ketika saya SD…sekali lagi, tanpa urutan apapun…</p>
<p>1. Master And Servant: Depeche Mode, album Some Great Reward<br />
Sebenarnya Just Can’t Get Enough di masa SD saya, rasanya jauh lebih terkenal daripada lagu Master And Servant, karena jauh lebih catchy, dibandingkan dengan lagu ini. Lalu mengapa saya memilih lagu ini, karena inilah video klip pertama Depeche Mode yang saya lihat, di tengah tahun delapan puluhan.</p>
<p>Lagunya pun cukup aneh didengar telinga saya waktu itu, belum lagi drum machine yang menghentak kencang di awal-awal lagi, setelah acapella di awal lagu. Plus video klipnya, yang seperti layaknya video klip masa tersebut, New Wave tepatnya, ajaib, Martin Gore (atau Dave Gahan?) berguling ria di lantai, dililit kabel, dengan rambutnya berdiri, seperti ayam (karena dibleach putih), bergincu, dan dibalut baju kulit ketat hitam…wah sangat mencuri perhatian saya, diantara belantara video klip lainnya di dalam video beta kompilasi Top Pop, yang suka saya sewa dirental langanan saya itu. Bagaimana bisa saya tidak menggilai mereka dengan lagu dan klip ajaib seperti ini?</p>
<p>Some Great Reward sendiri buat saya pribadi, album yang dashyat, tentunya setelah saya mendengarkannya di tahun-tahun kemudian. Di awali oleh Something To Do, People Are People (yang sangat kekiri-kirian nuansanya), Somebody yang menyayat hati…dan Blasphemous Rumours, yang merupakan salah satu lagu andalan saya di playlist Depeche Mode saya, di ipod.</p>
<p>Dan Depeche Mode akhirnya menjadi satu diantara lima band/pemusik favorit saya hingga kini.</p>
<p>2. Love Kills: Freddie Mercury, soundtracknya Metropolis</p>
<p>Ahhh ini dia lagu yang membuat saya menjadi gila akan film Metropolisnya Fritz Lang. Lagi-lagi diperkenalkan oleh video Top Pop pinjaman dari rental video beta (bagaimana lagi, satu-satunya sarana pada era tersebut untuk menonton klip-klip dari luar sana, hanya lah ini).</p>
<p>Synthesizer di awal lagunya, irama lagunya yang merambat naik kemudian turun lagi. Plus vokal Freddie Mercury, yang tidak perlu di bahas lagi, drum machine, ya lagi-lagi drum machine yang kadang-kadang menghentak diantara falsetto-nya oom Freddie. Dan lebih menyenangkannya lagi, yaitu…klipnya mengambil potongan-potongan adegan dari film klasiknya Fritz Lang ini.</p>
<p>Sedikit cerita tentang mengapa saya jatuh cinta dengan Metropolis, Metropolis ini film produksi tahun 1927, garapan Fritz Lang, sutradara ternama dari Jerman. Metropolis sendiri adalah film B/W, bisu pula, tetapi sangat futuristik, memukau saya, sampai-sampai ketika pertama kali saya menontonya bareng Lala, saya sampai merinding dan ber standing ovation segala, ketika diputar pada acara Technogerma dulu. Mengapa jadi norak begini? Karena yah itu, dari menonton video klipnya Freddie Mercury ini (plus Radio Ga Ga yang juga mengambil ide dari film ini), saya berburu…mencari tahu, potongan dari film apa ini…sampai akhirnya tahu dari majalah dan buku-buku di perpustakan di IPC dan British Council…</p>
<p>Sebagai penghargaan saya atas lagu ini, dan film dashyat itu, Love Kills saya masukan kedalam list lagu yang saya (mainkan) putarkan di Manna Lounge, waktu ditodong ber Case Logic ria beberapa tahun yang lampau.</p>
<p>3. Always On My Mind: Pet Shop Boys, EP</p>
<p>Mengapa Always On My Mind?, kenapa juga tidak lagu mereka lainnya, seperti Suburbia, It’s A Sin, dan bukan lagu-lagu mereka lainnya? Kembali lagi ke Top Pop video beta yang saya pinjam dari rental. Selain lagunya sendiri yang kental sekali warna New Wave yang cenderung kearah musik dance, video klipnya juga cukup aneh buat saya yang masih SD. Neil Tennant dan Chris Lowe menyetir mobil, dengan penumpang tambahan seorang kakek-kakek di bangku belakang.</p>
<p>Dan buat saya mereka hebat, bisa mengubah lagu ini, yang sebenarnya lagu kelas oma-oma (yah benar oma-oma!, karena nenek saya suka Elvis, dan lagu ini sebenarnya dinyanyikan Elvis awalnya) menjadi lagu yang catchy, New Wave banget dan tentunya disko (dance) begini. Dan semakin mantap saya menggilai Pet Shop Boys sampai hari ini!.</p>
<p>4. The Chauffeur: Duran Duran, album Rio</p>
<p>Pertama kali mendengar lagu ini, bagian dari lagu ini tepatnya, membuat saya bertanya-tanya, lagu Duran Duran yang mana ini? Karena seperti layaknya ABG tahun delapan puluhan, pastinya mengenal dan suka dengan band yang bernama Duran Duran ini. The Chauffeur sendiri saya dengar ketika saya menonton video betanya Duran Duran yang berjudul Arena. Dan lebih hebatnya lagi, The Chauffeur ini cumin jadi ilustrasi musik di footage ketika mobil limousine yang mengantar Duran Duran keluar dari arena menuju lapangan terbang, hangar jet pribadi mereka. Tapi not-not pembuka lagu ini menghantui otak saya.</p>
<p>Repotnya lagi, video klipnya pun baru saya lihat dua tahun belakangan ini…dan zaman itu, tahun delapan puluhan susah sekali melihat klip-klip band-band di luar sana…dan repotnya, kaset-kaset yang beredar di masa ini, kaset yang tentunya bajakan, karena belum adanya regulasi anti pembajakan pada masa itu, adalah kaset-kaset yang berdasarkan kompilasi lagu-lagu karya band tersebut. Jadi misalnya kita mencari kaset yang berisi hanya satu album saja, Rio misalnya, lebih sedikit dibandingkan dengan kalau kita mau membeli kaset yang berjudul, the best of…dan seperti layaknya orang kebanyakan di sini, mengapa harus beli yang satu album, yang isinya tidak semua lagu yang “bagus”, kalau ada yang the best of-nya.</p>
<p>Dan repotnya, The Chauffeur, bukanlah sebuah lagu yang “bagus” (terkenal) untuk ukuran sini. Damn!</p>
<p>Irama dan tempo dari lagu The Chauffeur sendiri sangat mengelitik (kalau tidak bisa dibilang menampar) saya, belum lagi vokal di bagian “…Sing Blue Silver” yang di video Arena rada-rada haunting rasanya. Damn! Walaupun cara menyanyi Simon LeBon yang kenes, tapi tetap saja ter-haunting-haunting saya dibuatnya.</p>
<p>Dan semakin menderitalah meja-meja di kelas saya, saya coret-coretin logo Duran Duran, pakai tip ex hehehehe, sebagai “tanda” nge-fansnya saya kepada mereka. Dan berbahagialah abang-abang penjual poster di Blok M, karena posternya saya beliin terus, hehehe</p>
<p>5. Video Killed The Radio Star: The Buggles, album The Age Of Plastic</p>
<p>Sampai sekarang saya lebih suka lagu ini yang versi mereka, bukan yang versi terakhir, versinya President Of The United States of America, soundtrack dari Wedding Singer. Kenapa? Yah karena saya kenalnya versi The Buggles ini duluan, dibandingan versi PUSA. Dan versi mereka, somehow lebih catchy, tidak berisik dan di bagian chorus-nya pun versi mereka lebih lepas, nggak ngedrop seperti versi PUSA.</p>
<p>Dan yang membuat saya suka lagu ini judulnya yang ajaib tapi benar, sangat menggambarkan ketakutan atas hadirnya teknologi visual (video) dikalanagan pecinta musik. Dan tema ini sebenarnya mirip-mirip Radio Ga Ga-nya Queen, yang lebih kearah menenangkan si radio star itu hehehehe. Dan backing vokalnya pun sangat delapan puluhan…hahahaha</p>
<p>Oh ya dan mereka sangat beruntung karena video klip lagu mereka adalah video klip pertama yang ditayangkan oleh MTV ketika mereka baru pertama kali mengudara, walaupun mungkin ini hanya satu-satunya lagu mereka yang terkenal. Dan semakin menjadi terkenal dan melegenda berkat MTV.</p>
<p>6. The War Song: Culture Club, album Waking Up The House On Fire</p>
<p>Cross Dresser, bukanlah sesuatu yang lumrah dan bisa diterima banyak orang di sini, di Indonesia, apalagi androgyny seperti Boy George, saya tidak bisa mencap dia sebagai gay/biseksual, androgyny lebih tepat rasanya, karena jelas-jelas dia lebih perempuan daripada orang-orang berdandan manis di era ini, tapi tetap memakai nama “Boy” didepan namanya. Tapi gara-gara inilah saya jadi suka dengan dia dan bandnya, Culture Club. Dan tentunya musik mereka yang New Wave tapi terdengar kadang ala Karibia (timpani yang suka mereka pakai di lagu mereka). Coba dengar di lagu I’ll Tumble 4 You, di awal lagu The War Song ini, dan lain lain. Dan suara Bass yang rada dominan, layaknya Duran Duran.</p>
<p>Pertanyaannya, kenapa malah lagu ini, bukan lagu lain mereka yang jelas-jelas lebih terkenal? Karena The War Song ini lagu protes, dan saya dari kecil suka memprotes keadaan dunia, ya benar itu, saya rada tukang protes kalau ada negara yang perang dan jika ada teroris yang seenaknya mengebom (waktu Borobudur misalnya), dan membuat saya pingin jadi presiden (cita-cita kecil saya), dan mengantar saya memilih FISIP Politik UI, sebagai pilihan utama saya dulu waktu UMPTN, dan di terima pula (tapi akhirnya saya memilih ITB ketimbang UI, maafkan saya). Balik lagi dari kemelanturan saya, The War Song ini dibuka dengan lirik “War war stupid…and people are stupid!” Saya memang aneh waktu kecil…ternyata</p>
<p>7. In The Air Tonight: Phil Collins, album Face Value</p>
<p>Kalau ini ceritanya lain lagi. Genesis lebih dulu saya dengar ketimbang, solonya Phil Collins, walaupun Genesis era Phil Collins sangat ke Phil Collins-Phil Collins-an, jadi tidak terlalu susah menyimak solonya. Dan solonya cenderung menye-menye isinya, walaupun saya suka-suka saja mendengarnya.</p>
<p>In The Air Tonight, sendiri mungkin saya suka karena beat di awal lagunya, dan lagi-lagi efek pada vokal Phil yang membuat suaranya terdengar, lagi-lagi, haunting. Dan ternyata kalau dipikir-pikir ternyata saya suka musik model beginian hehehehe. Dan temponya pun yang lamat-lamat, cenderung flat malah, yang menjadi dasar kecintaan saya terhadap musik-musik flat-pesimistis di kemudian hari, terutama ketika saya SMA.</p>
<p>Dan ternyata saya menjadi semakin suka karena ternyata lagu ini sempat menjadi ilustrasi musik disalah satu episode Miami Vice, yang meyakinkan saya kalau lagu ini memang “berkelas”. Kalau Crockett dan Tubbs memakai lagu ini, di film seri mereka, kurang pengakuan apalagi lagu ini?. Dan melayanglah kaset Phil Collins tante saya, ketangan saya hehehehe.</p>
<p>8. Jump In The Line: Harry Belafonte, album Jump Up Calypso</p>
<p>Bukan Banana Boat Song (a.k.a Day-O) yang saya suka dari Harry Belafonte ketika saya SD, walaupun keduanya saya dengar dalam film Beetlejuice, dan dalam skala “keterkesanan” dalam scene film ini, pastinya Day-O lebih megesankan, seharusnya. Tapi saya terpicut akan karakter yang diperankan oleh Winona Ryder, dimana tokoh yang ia perankan, anakABG tanggung yang sangat bermuram durja, memandang gelap atas hidupnya, mirip dengan Wednesday Adams, di The Adam Family. Dan Ryder pun memang dasarnya cantik, walaupun dia terlihat pucat, seperti orang yang kekurangan darah.</p>
<p>Jump In The Line sendiri dapat membuat saya merasa seperti di dalam club-club di Miami, Florida. Terlebih kalau mendengar brass sectionnya, yang blaaaar meledak di awal lagu. Dan seru sekali rasanya setiap saya mendengar lagu-lagu ceria, diantara hobi saya mendengarkan lagu-lagu yang murung dikemudian hari. Dan gara-gara Beetlejuice pula saya mengenal dan menyukai Harry Belafonte.</p>
<p>9. Blue Jean: David Bowie, album Tonight</p>
<p>Bayangkan&#8230;, seorang pria dengan baju compang camping, dengan berpupur tebal di wajahnya, menyerupai Baron Samadhi, berjalan, merayap lebih tepatnya menyusuri catwalk, dengan untaian kain yang melilit kepala dan badannya. Dan di tambah close up muka sang penyanyi, yang bergoyang ke kiri dank e kanan, tapi dengan badan yang diam/statis bak penyanyi India.</p>
<p>Hail David Bowie!</p>
<p>Album Tonight, yang tidak berhasil menyamai kwalitas dari album sebelumnya, Let’s Dance, mungkin hanya tertolong dengan adanya lagu Blue Jean ini. Tapi secara kwalitas lagu, Blue Jeanpun tidak sebaik lagu-lagu Bowie yang lawas. Tapi lagu ini sangat penting buat saya, karena saya pertama kali mengenal Bowie lewat lagu ini, yang tertolong dengan aksi Bowie yang nyeleneh di video klipnya. Lagu ini, seperti juga lagu-lagu barat lainnya, saya kenal dari video Top Pop yang saya rental, waktu saya SD.</p>
<p>10. Do They Know It&#8217;s Christmas?: Band Aid, EP Do They Know It&#8217;s Christmas?</p>
<p>Lagu terakhir yang saya masukan kedalam list SD saya kali ini, bukan The Beatles, yang jelas-jelas saya gilai semenjak saya SD, ataupun Eurythmics yang membuat saya ternganga-nganga melihat Annie Lennox, ataupun Wham!, Spandau Ballet, The Rolling Stones, dan lainnya.</p>
<p>Tapi lagu inilah yang layak saya masukan dalam slot terakhir, dari list saya yang rada keterlaluan panjangnya ini. Mengapa saya memasukan Do They Know It&#8217;s Christmas? Bukannya We Are The World, yang jauh lebih terkenal sebagai “lagu-nya” Live Aid, walaupun lagu Do They Know It&#8217;s Christmas? yang sebenarnya menjadi awal dari Band Aid.</p>
<p>Ada dua alasan, satu: Do They Know It&#8217;s Christmas? Lebih personal, karena ditengah-tengah lagu terdapat rekaman pesan-pesan dari pemusik-pemusik yang tergabung dalam Band Aid, seperti lazimnya rekaman pesan natal, di industri rekaman Amerika. Dua: band-band Inggris, saya memang lebih ke kutub Inggris dalam selera musik, kutub Amerika, kecuali Motown Sounds tentunya.</p>
<p>Dan sekali lagi, ayo lagu apa yang kamu dengerin/kamu ingat waktu kamu SD?</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cikibawawaw.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cikibawawaw.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cikibawawaw.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cikibawawaw.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cikibawawaw.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cikibawawaw.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cikibawawaw.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cikibawawaw.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cikibawawaw.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cikibawawaw.wordpress.com/144/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cikibawawaw.wordpress.com&blog=4477264&post=144&subd=cikibawawaw&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cikibawawaw.wordpress.com/2009/08/29/sekarang-giliran-waktu-sd-saya-mendengar-mereka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d774a662a00b6f89d91f4cab4cd010a3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cikibawawaw</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lisong, Paha, Dan Bocah Tua Nakal</title>
		<link>http://cikibawawaw.wordpress.com/2009/08/29/lisong-paha-dan-bocah-tua-nakal/</link>
		<comments>http://cikibawawaw.wordpress.com/2009/08/29/lisong-paha-dan-bocah-tua-nakal/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Aug 2009 08:09:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cikibawawaw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[TV]]></category>
		<category><![CDATA[benny hill]]></category>
		<category><![CDATA[bizet]]></category>
		<category><![CDATA[carmen]]></category>
		<category><![CDATA[warkop]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cikibawawaw.wordpress.com/?p=128</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin sambil membersihkan Mac Book Ibu saya, luar dan dalam, plus memasukan beberapa MP3 dari Mac Booknya ke BlackBerry, yang kalau dipikir lagi canggih juga yah Ibu saya yang notabene sedikit gaptek itu, punya perangkat berteknologi tinggi, kadang lebih canggih daripada saya itu, tapi bukan ini ceritanya, lanjut…saya memasukan beberapa lagu karya Georges Bizet, yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cikibawawaw.wordpress.com&blog=4477264&post=128&subd=cikibawawaw&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Kemarin sambil membersihkan Mac Book Ibu saya, luar dan dalam, plus memasukan beberapa MP3 dari Mac Booknya ke BlackBerry, yang kalau dipikir lagi canggih juga yah Ibu saya yang notabene sedikit gaptek itu, punya perangkat berteknologi tinggi, kadang lebih canggih daripada saya itu, tapi bukan ini ceritanya, lanjut…saya memasukan beberapa lagu karya Georges Bizet, yang diambil dari opera Carmen, karya Bizet yang paling terkenal. Kebetulan Ibu dan saya senang sekali opera ini, walaupun saya belum pernah secara utuh menonton opera Carmen ini, walaupun rasanya pernah membeli DVDnya yang entah ngumpet di sebelah mananya kamar saya ini…</p>
<p>“adik-adik mu suka sebal sama kamu karena kamu suka memakai <em>Les Toreadors</em>, buat alarm pagi mu, sebelum kamu ke kantor…” begitu ceritanya kepada saya. Hahahaha <em>Les Toreadors</em> memang cocok buat bangun dan semangat ngantor, terlepas lagu ini suka dipakai di podium kehormatan di ajang F1. Dan terus terang ini bukan pertama kalinya saya mendengar cerita kalau adik-adik saya mengeluh kalau saya suka memasang lagu-lagu klasik ataupun opera, dari radio tape kamar saya. Tetapi bukan cerita tentang betapa saya menikmatinya musik klasik yang mau saya tulis di sini, tetapi betapa anehnya cara saya belajar menikmati musik klasik yang konon musiknya orang-orang “berkelas”, dengan cara yang sama sekali tidak berkelas…</p>
<p>Mau tahu dari mana saya belajar pertama kali Carmen-nya Bizet?, Benny Hill orang yang harus bertanggung jawab sepertinya…Eh, siapa itu manusia yang namanya Benny Hill?</p>
<p>Benny Hill adalah seorang komedian berasal dari Inggris, yang memulai debutnya sebagai pengisi acara komedi radio, yang kemudian hijrah ke televisi pada tahun 1949 melalui BBC, dan meraih kejayaannya mulai tahun 1955, dengan program komedinya “The Benny Hill Show”, selain membintangi beberapa film layar lebar…nah dari The Benny Hill Show-nya ini saya belajar Carmen. Gawatnya program komedi Benny Hill yang satu ini sebenarnya program komedi yang penuh slapstick, penuh dengan pelecehan wanita, dan sangat kental nuansa eksploitasi seksnya, walaupun masih dalam taraf sopan, hanya wanita-wanita bikini ataupun nyaris telanjang, tanpa memperlihatkan bagian vitalnya…(damn!), dan kalau mengingat opera musik yang berkelas, ngerti dong betapa kontradiktifnya bagaimana caranya saya belajar, eh tetapi apa hubungannya Carmen dan Benny?</p>
<p><a href='http://img220.imageshack.us/i/64532868.jpg/'><img src='http://img220.imageshack.us/img220/1910/64532868.jpg' border='0'></a></p>
<p>Di salah satu episodenya, di era The Benny Hill Show hijrah ke produksi Thames,  Benny Hill sempat membawakan interpertasinya akan opera Carmen ini, opera yang bercerita tentang seorang perempuan Gipsy pelinting lisong yang cantik rupawan nan penggoda bernama Carmen, yang diperebutkan para pria. Untuk lengkapnya? Mending nonton dulu deh, nanti nggak seru…nah versi Benny Hill kebayang dong, Benny Hill yang sangat layak mendapat julukan bocah tua nakal ini, walaupun dia sangat cerdas menurut saya, coba saja lihat komedi-komedi awalnya yang tidak hanya pamer paha, mengobrakabrik Carmen ini tentunya menjadi konyol dan seksi, lengkap dengan paha wanita yang dipertontonkan kemana-mana sebagai alat pelinting lisong…tetapi untungnya Benny Hill, tidak merusak total lagunya, mungkin ini pengaruh dari Benny yang tidak buta akan musik…dia sangat mengerti musik!, paling hanya liriknya saja yang diotak-atik, tanpa merusak komposisi Bizet. Sebenarnya lucu juga saya yang ketika itu SD, di awal tahun 80an bisa nonton Benny Hill berkali-kali, bersama sepupu-sepupu saya, dari video Betamax, mengingat buat ukuran orang Indonesia pastinya Benny Hill masuk kategori “panas”, apalagi ketika saya kuliah/awal kerja semakin kaget saya ketika salah satu televisi swasta Indonesia, menyiarkan Benny Hill, walaupun di jam tayang malam hari, dan telah dibabat sensor hampir 3/4nya, tentunya…sayangnya saya lupa TV apa yang menyiarkannya…</p>
<p><span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://cikibawawaw.wordpress.com/2009/08/29/lisong-paha-dan-bocah-tua-nakal/"><img src="http://img.youtube.com/vi/t_wCPwN0Bf4/2.jpg" alt="" /></a></span></p>
<p><span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://cikibawawaw.wordpress.com/2009/08/29/lisong-paha-dan-bocah-tua-nakal/"><img src="http://img.youtube.com/vi/NULbqZe1-7c/2.jpg" alt="" /></a></span></p>
<p>The Benny Hill Show sendiri terkenal dengan ending title scene-nya, orang-orang yang mengejar Benny Hill, dengan speed gambar yang di cepatkan, sehingga menyerupai gerakan film bisu ala Chaplin dulu. Dan tentunya opening/ending songnya, Yakety Sax-nya, Boots Randolph, yang sangat “monumental” itu…ini ada beberapa bukti betapa terkenalnya Benny Hill…</p>
<p>Salah satu versi Benny&#8230;</p>
<p><span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://cikibawawaw.wordpress.com/2009/08/29/lisong-paha-dan-bocah-tua-nakal/"><img src="http://img.youtube.com/vi/spz8_rpE0e0/2.jpg" alt="" /></a></span></p>
<p>Ini tribute-nya</p>
<p><span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://cikibawawaw.wordpress.com/2009/08/29/lisong-paha-dan-bocah-tua-nakal/"><img src="http://img.youtube.com/vi/KkxdE4OEYEQ/2.jpg" alt="" /></a></span></p>
<p><span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://cikibawawaw.wordpress.com/2009/08/29/lisong-paha-dan-bocah-tua-nakal/"><img src="http://img.youtube.com/vi/0cFucXYlw94/2.jpg" alt="" /></a></span></p>
<p>Kalau di Indonesia, mungkin salah-satu pengakuan betapa terkenalnya Benny Hill (sekaligus betapa menyedihkannya kreativitas komedian kita) dengan seringnya Benny Hill menjadi acuan Warkop DKI, era wanita seksi dan berbikini tentunya. Entah sadar ataupun tanpa sadar, atau malah karena mengira tidak semua orang bisa menyewa Benny Hill Show di rental Betamax, Warkop suka menjiplak beberapa adegan Benny Hill (dan adegan di Three’s Company, film seri Amerika, nanti dipostingan lainnya akan saya bahas), jadi betapa hebatnya si Benny ini.</p>
<p>Bertolak belakang dengan statusnya yang komedian, diakhir hidupnya Benny Hill sangat tragis, meninggal seorang diri di apartemennya dan kuburannya sempat di bongkar oleh fansnya, menyedihkan memang…</p>
<p>Terima kasih Benny…sudah mengajarkan saya Carmen…dan membuat saya mencintai Bizet…</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cikibawawaw.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cikibawawaw.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cikibawawaw.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cikibawawaw.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cikibawawaw.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cikibawawaw.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cikibawawaw.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cikibawawaw.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cikibawawaw.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cikibawawaw.wordpress.com/128/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cikibawawaw.wordpress.com&blog=4477264&post=128&subd=cikibawawaw&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cikibawawaw.wordpress.com/2009/08/29/lisong-paha-dan-bocah-tua-nakal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d774a662a00b6f89d91f4cab4cd010a3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cikibawawaw</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://img220.imageshack.us/img220/1910/64532868.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://img.youtube.com/vi/t_wCPwN0Bf4/2.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://img.youtube.com/vi/NULbqZe1-7c/2.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://img.youtube.com/vi/spz8_rpE0e0/2.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://img.youtube.com/vi/KkxdE4OEYEQ/2.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://img.youtube.com/vi/0cFucXYlw94/2.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>KM, Karakter, &amp; Cikibawawaw</title>
		<link>http://cikibawawaw.wordpress.com/2009/05/01/km-karakter-cikibawawaw/</link>
		<comments>http://cikibawawaw.wordpress.com/2009/05/01/km-karakter-cikibawawaw/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 May 2009 18:03:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cikibawawaw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Karya]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[cikibawawaw]]></category>
		<category><![CDATA[hobi]]></category>
		<category><![CDATA[jualan]]></category>
		<category><![CDATA[karakter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cikibawawaw.wordpress.com/?p=115</guid>
		<description><![CDATA[Sedari kecil saya suka sekali menggambar, terutama menggambar profil manusia, lengkap dengan kostum-kostum sesuai khayalan saya. Terkadang tidak berupa orang, dalam arti manusia, tetapi lebih ke arah karakter-karakter, mau itu bentuknya kayak orang lengkap, kayak sosis dan lain-lain…
Terkadang karakter-karakter itu saya ciptakan untuk mempermudah saya dalam mengingat suatu mata pelajara. Pelajaran matematika misalnya, ketika saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cikibawawaw.wordpress.com&blog=4477264&post=115&subd=cikibawawaw&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sedari kecil saya suka sekali menggambar, terutama menggambar profil manusia, lengkap dengan kostum-kostum sesuai khayalan saya. Terkadang tidak berupa orang, dalam arti manusia, tetapi lebih ke arah karakter-karakter, mau itu bentuknya kayak orang lengkap, kayak sosis dan lain-lain…</p>
<p>Terkadang karakter-karakter itu saya ciptakan untuk mempermudah saya dalam mengingat suatu mata pelajara. Pelajaran matematika misalnya, ketika saya di SD dahulu, berhubung rada malas belajar/mengingat satuan-satuan gram, meter dan lainnya, saya sempat membuat karakter keluarga gram, keluarga meter (yang di dalamnya ada mm, cm, m dan lain-lain…), sayangnya saya nggak rajin mengumpulkan artefak masa lalu saya.</p>
<p>Tetapi kebanyakan dari mereka, karakter-karakter itu hanya alat dalam mempermudah saya berkhayal di kertas-kertas, mulai dari menghayal diri sendiri sebagai pemain band, presiden, yang akhirnya mati di bunuh, lengkap dengan khayalan bagaimana bentuk makamnya nanti, dan sebagainya. Dan khayalan-khayalan ini biasanya timbul setelah saya membaca, menonton sesuatu, pembunuhan JFK misalnya, langsung saya menghayal bagaimana rasanya jadi presiden yang ditembak.  Tidak semua khayalan itu bersifat role playing sih buat saya, ada juga yang “ikut-ikutan” membuat karakter jagoan, karena pada saat itu saya sedang asyik main GI-Joe, cuma bedanya saya nggak “the real American hero” tapi lebih ke lokal, walaupun pakai bandana Union Jack, yang saya ambil karena menurut saya keren designnya, yap, bendera Inggris raya itu memang keren banget. Dan terkadang saya suka berpakaina, aksesoris kepala layaknya jagoan saya itu ke SMP-SMA itu, bandana Union Jack, kaca mata ski ala Yoko Ono, plus masker kain…aneh memang</p>
<p>Kebiasaan berkhayal membuat karakter itu lanjut ke masa saya kuliah, ada logo buat TPB Games, ajang perlombaan olah raga mahasiswa baru, antar fakultas di kampus saya dulu di Bandung, hingga gambar-gambar karakter Cro-Magnon, yang suka di sebelin teman-teman kuliah saya yang wanita, karena telanjang bulat dengan alat vital bergelayutan…porno? Ah nggak kok…</p>
<p>Setelah lulus kebiasaan membuat karakter ternyata bisa membawa pemasukan yang lumayan, itung-itung buat beli buku import…ada yang buat lembaga pendidikan, ada yang buat dokter gigi, ada juga yang buat internet provider…asyik kan? Terlebih lagi setelah saya menemukan komunitas internasional, yang mengadu karakter-karakter ciptaan anggotanya, dan berhadiah uang pula. Walaupun bukan uang tujuan terpentingnya, tetapi mengadu karakternya itu yang seru…coba lihat di www.mojizu.com</p>
<p><a href='http://img27.imageshack.us/my.php?image=karakterp.jpg'><img src='http://img27.imageshack.us/img27/4899/karakterp.jpg' border='0'></a></p>
<p>Nah sekarang ini, kebiasaan saya menggambar karakter semakin berkembang dengan juga menyertakan cerita tentang si karakter yang saya buat, baik yang hanya berupa biodata si karakter, hingga membuat cerita khusus buat si karakter itu. Beberapa cerita itu saya buat karena saya suka bercerita, dan kebetulan ada beberapa orang yang suka saya dongengin di blog saya di Multiply. Dan salah satunya ada anak perempuan yang suka dengan cerita saya, sehingga saya semakin rajin membuat cerita-cerita bodoh, plus karakternya tentunya, untuk “ngecengin” anak perempuan itu…dan untungnya berhasil tuh…</p>
<p><a href='http://img27.imageshack.us/my.php?image=cikibawawaw.jpg'><img src='http://img27.imageshack.us/img27/3748/cikibawawaw.jpg' border='0'></a></p>
<p>Nah lucunya dari beberapa kontak saya yang melihat gambar-cerita saya di Multiply itu, ada satu kontak saya yang tertarik untuk membukukan cerita-cerita tidak penting itu kedalam buku kompedium, karena cerita-cerita saya itu relatif pendek…jadilah saya membuat buku, Cikibawawaw: Kumpulan Cerita Nggak Penting…</p>
<p>Jadi penasaran?, saya juga penasaran sama (pendapat) yang beli…</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cikibawawaw.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cikibawawaw.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cikibawawaw.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cikibawawaw.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cikibawawaw.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cikibawawaw.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cikibawawaw.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cikibawawaw.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cikibawawaw.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cikibawawaw.wordpress.com/115/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cikibawawaw.wordpress.com&blog=4477264&post=115&subd=cikibawawaw&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cikibawawaw.wordpress.com/2009/05/01/km-karakter-cikibawawaw/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d774a662a00b6f89d91f4cab4cd010a3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cikibawawaw</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://img27.imageshack.us/img27/4899/karakterp.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://img27.imageshack.us/img27/3748/cikibawawaw.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Plak Ketiplak G-Pluck</title>
		<link>http://cikibawawaw.wordpress.com/2009/04/30/plak-ketiplak-g-pluck/</link>
		<comments>http://cikibawawaw.wordpress.com/2009/04/30/plak-ketiplak-g-pluck/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Apr 2009 16:32:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cikibawawaw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[g-pluck]]></category>
		<category><![CDATA[imitasi]]></category>
		<category><![CDATA[the beatles]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cikibawawaw.wordpress.com/?p=104</guid>
		<description><![CDATA[Saya sebenarnya tidak terlalu suka nonton konser band-band tribute, walaupun sering sekali diajak nonton band-band tribute manggung oleh teman-teman saya. Nonton Bharata band misalnya, walaupun mereka termasuk terkenal, diantara band-band tribute-an lainnya, dan dengan embel-embel &#8220;iya loh, mereka mirip banget sama The Beatles, yang asli&#8230;&#8221; tetap saja saya tidak nafsu menontonnya.
Dan sebenarnya sekarang rasanya menyesal, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cikibawawaw.wordpress.com&blog=4477264&post=104&subd=cikibawawaw&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Saya sebenarnya tidak terlalu suka nonton konser band-band tribute, walaupun sering sekali diajak nonton band-band tribute manggung oleh teman-teman saya. Nonton Bharata band misalnya, walaupun mereka termasuk terkenal, diantara band-band tribute-an lainnya, dan dengan embel-embel &#8220;iya loh, mereka mirip banget sama The Beatles, yang asli&#8230;&#8221; tetap saja saya tidak nafsu menontonnya.</p>
<p>Dan sebenarnya sekarang rasanya menyesal, kalaupun Bharata masih ada, personilnya sudah nggak se-ok dahulu, zaman Bharata dan Abadi Soesman dulu itu&#8230;</p>
<p>Tetapi kebiasaan saya ini kemarin berubah&#8230;</p>
<p>Kemarin malam, di Planet Hollywood, Indo Beatlemania Club, atau IBC (yang nggak habis pikir namanya kok Indo, bukan Indonesia), menyelengarakan malam tribute to The Beatles, dengan band-band pemain, 909 band dan G-Pluck band. Nah band yang terakhir ini yang membuat saya akhirnya tertarik untuk menonton acara beginian.</p>
<p>Kenapa G-Pluck?, terlepas dari pemberitaan media, tentang Titi Kamal yang membantu mereka, ketika mereka manggung di Liverpool kemarin, dalam rangka Beatles Week Festival di sana. Dan walaupun porsi Titi Kamalnya secara keterlaluan lebih di ekspos di media-media Indonesia, karena &#8220;lebih menjual&#8230;pastinya&#8221;. Tetapi rasanya orang-orang di Liverpool sana pastinya punya standar yang nggak main-main dalam memilih siapa-siapanya yang bisa manggung di acara tersebut. Genuine Pluck, atau yang di singkat G-Pluck (baca: ji-plak), adalah band imitasi The Beatles yang terdiri dari Awan (bass), Wawan (gitar melodi), Sigit (gitar) dan Beni (drum). dan mereka adalah wakil dari Asia dalam festival Beatles Week di Liverpool kemarin, mengalahkan Philipina dan Jepang.</p>
<p>Acara yang harusnya mulai pukul delapan malam, ternyata seperti biasa, dasar orang Indonesia biang ngaret, mundur hingga jam sembilan malam. Dan tiket yang nggak bisa juga dibilang murah, delapn puluh ribu rupiah, plus iming-iming first drink taunya cuma dapat Green Sands energy Drink apalah itu namanya, yang nggak enak ternyata rasanya, biasa aja kalau mau lebih halusnya. Plus tempat yang tidak di atur, mana bagian buat &#8220;the have&#8221; mana buat &#8220;rakyat jelata&#8221;, karena mereka ada kelas yang lebih mahal, dine-in. sehingga kelas &#8220;the have&#8221; itu suka menegor kelas &#8220;jelata&#8221; karena kealingan pandangannya oleh &#8220;kita&#8221; yang berdiri di depan, lah tempatnya sempit, nggak jelas, dan hei&#8230;ini kan konser&#8230;mau kecil venuenya tetapi kan tetap saja&#8230; Loh kok jadi ngomel-ngomel&#8230;</p>
<p>Band pertama 909 Band, sekumpulan anak muda yang permainannya tidak mengecewakan menurut saya, walaupun rada telat saya datangnya, tetapi menurut saya, mereka cukup baik permainannya, dan baik pula dalam ber komunikasi dengan penontonnya, walupun dari segi usia mereka jauh lebih muda daripada oom-oom dan tante-tante yang menguasai kursi-meja di sana.  Setelah menunggu lumayan lama akhirnya G-Pluck muncul juga. Oooh ini toh mereka…eh tunggu dulu itu yang jadi John Lennon mirip juga tampangnya dengan John zaman Please Please Me. Dan nggak cuma tampang, suaranyapun menurut saya mirip juga…Ternyata permainan mereka rapih, walaupun sempat juga rada distorsi dan meleset sedikit pada sesi kedua. Walupun pilihan lagu mereka, baik 909 maupun G-Pluck, seperti yang saya duga, lebih ke arah era The Beatles awal-awal, yang sumpah mati bosan rasanya, plus lagu-lagu The Beatles yang terkenal, lagu-lagu pasaran mereka, lagu-lagunya McCartney tentunya (saya lebih kearah Lennon)…tetapi seru juga ternyata kayak dalam ruangan karaoke bersama rasanya…</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-110" title="gp" src="http://cikibawawaw.files.wordpress.com/2009/04/gp.jpg?w=296&#038;h=202" alt="gp" width="296" height="202" /></p>
<p>Lucunya, kebanyakan yang menyanyi sepenuh hati adalah generasi muda, yang mungkin sebagian besar dari mereka belum lahir ketika John di tembak dahulu, di tahun 1980. Sedangkan yang relatif berumur, yang besar bersama The Beatles, hanya satu dua orang yang bernyanyi, layaknya seorang penggemar berat…menakjubkan bukan! Salut saya sama mereka, apalagi selera mereka, kelas berat menurut saya…lagu-lagu The Beatles era terakhir mereka. Mereka sibuk berteriak-teriak, meminta lagu kepada baik 909 maupun G-Pluck. Teriakan meminta mulai I Am Walrus, Helter Skelter, Maxwell Silver Hammer, dan lain-lain…hebatkan!</p>
<p>Ternyata menyenangkan rasanya menyanyi bersama-sama, apalagi The Beatles band favorit saya sejak dahulu, bersama-sama orang-orang yang saya nggak kenal sebelumnya, tapi kita semua “maniak” dengan band yang sama…</p>
<p>Oh ya sempat juga si David Naif naik panggung bawain Hey Jude &amp; Let It Be&#8230;bosen lagunya, ok lihat merekanya</p>
<p>Seru!</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cikibawawaw.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cikibawawaw.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cikibawawaw.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cikibawawaw.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cikibawawaw.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cikibawawaw.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cikibawawaw.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cikibawawaw.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cikibawawaw.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cikibawawaw.wordpress.com/104/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cikibawawaw.wordpress.com&blog=4477264&post=104&subd=cikibawawaw&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cikibawawaw.wordpress.com/2009/04/30/plak-ketiplak-g-pluck/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d774a662a00b6f89d91f4cab4cd010a3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cikibawawaw</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cikibawawaw.files.wordpress.com/2009/04/gp.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gp</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Desainer dan Klien&#8230;Catatan Seorang Freelancer Part 2</title>
		<link>http://cikibawawaw.wordpress.com/2008/08/31/desainer-dan-kliencatatan-seorang-freelancer-part-2/</link>
		<comments>http://cikibawawaw.wordpress.com/2008/08/31/desainer-dan-kliencatatan-seorang-freelancer-part-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Aug 2008 03:23:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cikibawawaw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Desain]]></category>
		<category><![CDATA[kerja]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[freelance]]></category>
		<category><![CDATA[henk devries]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Industrial Design]]></category>
		<category><![CDATA[warsito sanyoto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cikibawawaw.wordpress.com/?p=100</guid>
		<description><![CDATA[Ada beberapa tipe klien, menurut saya, yaitu klien bodoh, klien sok pintar dan klien pintar.
Klien bodoh biasanya tidak mengerti maunya apa, dan diajarin secara verbal sangat susah rasanya, harus melihat secara exact, benda dan desain nantinya seperti apa. Seringkali mengangap desainer hanya seorang tukang gambar, yang menerjemahkan idenya (si klien) kedalam suatu bentuk/benda, tanpa menerima [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cikibawawaw.wordpress.com&blog=4477264&post=100&subd=cikibawawaw&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Ada beberapa tipe klien, menurut saya, yaitu klien bodoh, klien sok pintar dan klien pintar.</p>
<p>Klien bodoh biasanya tidak mengerti maunya apa, dan diajarin secara verbal sangat susah rasanya, harus melihat secara exact, benda dan desain nantinya seperti apa. Seringkali mengangap desainer hanya seorang tukang gambar, yang menerjemahkan idenya (si klien) kedalam suatu bentuk/benda, tanpa menerima masukan apapun dari si desainer.</p>
<p>Kalau mengenai bagaimana cara membayangkan end result dari desain yang dibuat si desainer, mungkin lumrah kalau mereka tidak dapat menangkap, sehingga perlu adanya bantuan visual dari desain yang saya buat.Apalagi kalau bendanya itu sebuah produk, tiga dimensi, yang memang sangat sulit untuk dipahami, karena rumit. Jadi alat bantu visual seperti 3D Max (atau lainnya) sangat membantu. Tapi ini pun kadangkala dipermasalahkan karena renderannya tidak photo realistic.</p>
<p>Yang repotnya adalah, jika si klien meminta dalam produk jadi, sedangkan benda yang dibuat adalah sebuah benda produksi masal. Seperti yang saya alami saat ini. Walaupun sebenarnya bukan masalah saya, karena yang ditagih adalah si produser/supplier, tapi tetap desainer harus dapat menjembati masalah ini, karena posisi saya sebagai seorang desainer sebagai penjembatan desain pilihan klien dan hasil akhirnya nanti, yang sedang dibuat oleh supplier. Jika produknya berupa barang yang tidak membutuhkan investasi tinggi ini tidak masalah, tapi jika untuk satu prototype membutuhkan dana yang tidak sedikit, ini baru masalah. Walaupun sang desainer telah memberikan gambar yang sudah sangat representatif, dan dimengerti klien, tapi tetap repot jadinya.</p>
<p>Tapi mungkin tidak enak juga sebenarnya mencap si klien bodoh. Terlalu sombong rasanya.</p>
<p>Tapi memang ada klien yang bodoh, yang mau seenaknya saja, membenarkan maunya sendiri, tanpa mendengar pendapat desainer, untungnya saya selalu siap menyanggah, hal-hal yang saya rasa tidak benar itu. Yang harus diingat adalah, mereka membutuhkan jasa kita, sebagai konsultan, tidak hanya kita yang butuh uang mereka saja. Dan disini harga diri seorang desainer harus ada.</p>
<p>Kasihannya adalah jika kita mencap diri kita, desainer, yang “butuh uang” (semua orang juga butuh, saya pun juga), dan menyerah terhadap klien, karena mereka lah sumber uang kita, repot jadinya. Ada seorang kawan saya, yang bergerak dalam bidang jasa komunikasi dan visual, mengangap begitulah industri, kadangkala kita harus menerima klien apa adanya. Sehingga akhirnya tunduk dengan klien, yang suka memaksakan maunya bagaimana, dan berapa lama proses pengerjaannya, hingga dalam hitungan jari harus selesai. Ini baru kasihan, karena sang desainer jadi kehilangan harga dirinya, tanpa sadar, hanya karena tuntutan uang?. Dan merasakan nikmatnya dirodi klien?</p>
<p>Contoh kasus lagi, <a href="http://www.kickandy.com/topik.asp?id=9">rumah</a> pengacara <a href="http://www.pramborsfm.com/?opt=news&amp;id=6&amp;page=56">Warsito Sanyoto</a> di bilangan Pondok Indah. Yang menurut saya sangat tidak artistik dan tidak jelas maunya apa, hanya seperti kios barang antik di Jalan Surabaya. Oke, memang selera akan desain, dalam hal ini arsitektural, tidak harus sama, apa yang saya anggap bagus belum tentu kalian anggap sama. Dan tidak bisalah kita menyalahkan selera seorang, Warsito yang ekletik itu, dengan saya yang simple desain kadangkala biomorph desain. Tetapi seharusnya, sang arsitek (yang kebetulan saya kenal) membantu menetapkan oke, benda ini pasang disini, okebenda ini terlalu besar melihat lahan yang ada. Karena kita memang tidak bisa terlalu lari dari keinginan si klien, karena kita diminta dia untuk menjadi konsultannya. Tapi seharusnya kita dapat mengakomodir keinginannya versus harusnya yang benar bagaimana. Jangan dengan tiba-tiba karena si klien suka lampu hias di jalanan seputar Jalan Thamrin, yang tidaklah cocok dengan melihat desain dan lahan yang ada, karena kliennya suka, kemudian kita pasang saja dengan semena-mena.</p>
<p>Pantas saja kalau seorang Henk DeVries, mengumpat-umpat dalam bahasa Belanda setiap melewati rumah itu. Kalau saya sudah cukup menerima, “oh ada Dufan di dekat rumah saya…” sambil tersenyum melihat Henk bersumpah serapah sepanjang perjalanan ke kantor saya.</p>
<p>Bagaimana jadinya tanggung jawab atas desain kalau kita membuat desain hanya berdasarkan kemauan si klien? Dan ngerinya portofolio kita pun bisa rusak jadinya, ini berbahaya…</p>
<p>Adalagi tipikal klien yang sok pintar. Biasanya klien-klien ini anak buah yang mencari muka kepada atasannya. Saya pernah berpresentasi, di sebuah rumah sakit jantung terkemuka di Jakarta, dihadapan peserta yang semuannya dokter, yang berlomba-lomba bertanya, karena kebetulan atasannya, dokter Aulia Pohan (bukan gubernur BI loh), hadir dan sibuk bertanya (sok nanya tepatnya) dan mempermasaklahkan hal-hal yang sebenarnya sudah saya kemukakan dalam presentasi, beberapa menit sebelumnya. Dan pertanyaannya sangatlah tidak bermutu. Dari mengapa warnanya begini, yang jelas-jelas merupakan warna koperat rumah sakit tersebut. Sampai ribut sendiri diantara mereka karena si A suka warna ini tapi si B suka warna itu. Dan saya hanya bisa tersenyum sebal sambil meremas tangan saya didepan panel. Melihat belasan dokter yang sibuk berargumen, sambil sesekali melirik kearah dokter Aulia yang sibuk mangut-mangut, karena menjadi bingung.</p>
<p>Ujung-ujungnya, saya didekati oleh salah satu penghubung saya di proyek ini, sambil berkata “udah deh pak, diajak makan dan jalan saja pak Aulia itu, nanti bereslah…” yang langsung saya tolak, “maaf pak, saya masih banyak urusan lainnya…terima kasih” dan langsung saya telpon ke kantor, langsung keatasan saya, meminta untuk “forget it….tolong coret saja mereka dari daftar kita” untungnya boss saya menerima alasan saya itu.</p>
<p>Ada lagi tipikal klien yang pintar, ini dia klien yang menyenangkan buat saya. Tidak hanya mereka bisa membaca desain. Dan jelas apa maunya mereka itu. Tetapi biasanya mereka akan mendengarkan secara seksama dahulu, baru bertanya. Dan pertanyaannya ini bisa membuat saya terdiam sejenak untuk berpikir. Biasanya tipikal klien seperti ini mengerti dari awal mengapa mereka butuh saya (kami para desainer) sebagai konsultan mereka. Dan terkadang saya mendapatkan banyak masukan dan pelajaran berharga dari mereka ini.</p>
<p>Contohnya, waktu saya mendesain Bandung Supermall, di awal tahun saya berkerja. Disaat sesi Tanya jawab yang diwarnai dengan sesi cari muka antara bawahan kepada sang atasan, dan si atasan hanya tersenyum melihat tingkah anak buahnya. Ketika selesai, mereka kehabis nafas memburu saya,  sang direktur utama, <a href="http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/c/chairul-tanjung/index.shtml">Chairul Tanjung</a> bertanya, hanya satu pertanyaan saja (dan sayangnya saya lupa apa pertanyaannya), saya sempat terdiam dan mencari jawabanya. No wonder kalau dia sukses seperti ini sekarang.</p>
<p>Dan ini berbeda jauh dengan pengalaman saya dengan bapak-bapak di proyek Plaza Semanggi dulu, yang terlihat ngejomplang, dibandingkan mereka di Bandung Supermall.</p>
<p>Salah satu lagi klien favorit saya, karena menurut saya pintar, adalah bapak-bapak di Dharmala Group. Mereka ini, karena pengalamanya yang sudak menahun disana. Walaupun penuh canda tawa, bergurau ala Harry Potter (karena mereka maniak cerita Harry Potter), dan juga karena kami berasal dari almamater yang sama, ketika presentasi, tapi jika bertanya, mereka kritisnya setengah mati. Untungnya saya berhasil meyakinkan mereka di setiap pertanyaan, walaupun beda usia saya dan mereka hampir 30 tahun jaraknya, tapi mereka tetap menghargai kami sebagai konsultan.</p>
<p>Saya jadi kangen berpresentasi dengan mereka…</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/cikibawawaw.wordpress.com/100/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/cikibawawaw.wordpress.com/100/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cikibawawaw.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cikibawawaw.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cikibawawaw.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cikibawawaw.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cikibawawaw.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cikibawawaw.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cikibawawaw.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cikibawawaw.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cikibawawaw.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cikibawawaw.wordpress.com/100/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cikibawawaw.wordpress.com&blog=4477264&post=100&subd=cikibawawaw&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cikibawawaw.wordpress.com/2008/08/31/desainer-dan-kliencatatan-seorang-freelancer-part-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d774a662a00b6f89d91f4cab4cd010a3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cikibawawaw</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mari Menonton: Nosferatu (1922)</title>
		<link>http://cikibawawaw.wordpress.com/2008/08/19/mari-menonton-nosferatu-1922/</link>
		<comments>http://cikibawawaw.wordpress.com/2008/08/19/mari-menonton-nosferatu-1922/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Aug 2008 13:47:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cikibawawaw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[f. w. murnau]]></category>
		<category><![CDATA[horror]]></category>
		<category><![CDATA[klasik]]></category>
		<category><![CDATA[masa kecil]]></category>
		<category><![CDATA[nosferatu]]></category>
		<category><![CDATA[sd]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cikibawawaw.wordpress.com/?p=96</guid>
		<description><![CDATA[
Ini juga salah satu film incaran saya sejak SD, dan baru berhasil menontonnya satu setengah tahun yang lalu, berkat internet, dan torrent tentunya. Dan ternyata setelah bermain-main di Youtube, saya berhasil menemukan versi panjangnya juga disana.
Nosferatu sendiri adalah sebuah karya saduran dari Dracula-nya Bram Stroker, dan disutradai oleh F. W. Murnau. Murnau sendiri sebenarnya berusaha [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cikibawawaw.wordpress.com&blog=4477264&post=96&subd=cikibawawaw&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://imageshack.us/"><img src="http://img154.imageshack.us/img154/4401/nosferatutz2.jpg" alt="" /></a></p>
<p>Ini juga salah satu film incaran saya sejak SD, dan baru berhasil menontonnya satu setengah tahun yang lalu, berkat internet, dan torrent tentunya. Dan ternyata setelah bermain-main di Youtube, saya berhasil menemukan versi panjangnya juga disana.</p>
<p>Nosferatu sendiri adalah sebuah karya saduran dari Dracula-nya Bram Stroker, dan disutradai oleh F. W. Murnau. Murnau sendiri sebenarnya berusaha mengangkat karya Stroker ke layar lebar, tetapi dikarenakan tidak mendapat izin dari janda mendiang Stroker, Murnau terpaksa merubah semua nama tokoh di cerita ini, termasuk mengganti nama Dracula menjadi Nosferatu.</p>
<p>Selamat menonton&#8230;<em>and mind the opening picture</em>&#8230;</p>
<p><span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://cikibawawaw.wordpress.com/2008/08/19/mari-menonton-nosferatu-1922/"><img src="http://img.youtube.com/vi/MEOsb6CRvNU/2.jpg" alt="" /></a></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/cikibawawaw.wordpress.com/96/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/cikibawawaw.wordpress.com/96/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cikibawawaw.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cikibawawaw.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cikibawawaw.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cikibawawaw.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cikibawawaw.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cikibawawaw.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cikibawawaw.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cikibawawaw.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cikibawawaw.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cikibawawaw.wordpress.com/96/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cikibawawaw.wordpress.com&blog=4477264&post=96&subd=cikibawawaw&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cikibawawaw.wordpress.com/2008/08/19/mari-menonton-nosferatu-1922/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d774a662a00b6f89d91f4cab4cd010a3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cikibawawaw</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://img154.imageshack.us/img154/4401/nosferatutz2.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://img.youtube.com/vi/MEOsb6CRvNU/2.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>The Who &gt;Baba O&#8217;Riley</title>
		<link>http://cikibawawaw.wordpress.com/2008/08/16/the-who-baba-oriley/</link>
		<comments>http://cikibawawaw.wordpress.com/2008/08/16/the-who-baba-oriley/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Aug 2008 03:27:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cikibawawaw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resensi]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[rock]]></category>
		<category><![CDATA[the who]]></category>
		<category><![CDATA[video klip]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cikibawawaw.wordpress.com/?p=88</guid>
		<description><![CDATA[Ah dahsyat sekali lagu yang satu ini dari The Who. Walaupun pertama kali saya kenal mereka bukan dari lagu ini, tetapi dari lagu wajib mereka, &#8220;My Generation&#8221; tentunya, tetapi Baba O&#8217;Riley adalah lagu andalan saya dari band yang berasal dari Inggris ini.

Baba O&#8217;Riley sendiri diciptakan oleh Pete Townshend, gitaris utama dari band ini, untuk rock-opera [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cikibawawaw.wordpress.com&blog=4477264&post=88&subd=cikibawawaw&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Ah dahsyat sekali lagu yang satu ini dari The Who. Walaupun pertama kali saya kenal mereka bukan dari lagu ini, tetapi dari lagu wajib mereka, &#8220;My Generation&#8221; tentunya, tetapi Baba O&#8217;Riley adalah lagu andalan saya dari band yang berasal dari Inggris ini.</p>
<p><span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://cikibawawaw.wordpress.com/2008/08/16/the-who-baba-oriley/"><img src="http://img.youtube.com/vi/hKUBTX9kKEo/2.jpg" alt="" /></a></span></p>
<p>Baba O&#8217;Riley sendiri diciptakan oleh Pete Townshend, gitaris utama dari band ini, untuk rock-opera Lifehouse, setelah mereka sukses menciptakan rock-opera sebelumnya, &#8220;Tommy [1969]&#8220;, tetapi akhirnya lagu ini berlabuh di album &#8220;Who Next [1971]&#8220;, dan di album ini pula Townshend mulai bereksperimen dengan bunyi-bunyian dari synthesizer, hampir diseluruh lagu di album ini. Dan bunyi-bunyi dari synthesizer inilah yang menarik saya untuk mendengarkan lagu ini dan menyukai album mereka ini.</p>
<p>Nada-nada tabrakan dari synthesizer di awal lagu ini, yang diulang berkali-kali, dan disusul dengan gebukan drum dari si gila Keith Moon, dan petikan gitar Pete Townshend&#8230;belum lagi suara Roger Daltrey, sang vokalis yang menyanyi ala rocker-rocker klasik, tidak seperti rocker-rocker sekarang yang harus terlihat cool/berkelas&#8230;dan jangan lupa permainan bass dari John Entwistle yang walaupun terlihat gayanya tenang di panggung, nggak jejingkrakan kayak Townshend, tetapi terkadang terdengar seperti seorang maniak&#8230;.band ini memang hebat&#8230;</p>
<p>Lagu hebat dari band hebat ini telah dibawakan ulang oleh beberapa musisi seperti Pearl Jam, Nirvana, The Flaming Lips, Greatful Death, Blue Man Group, dan lainnya&#8230;</p>
<p><span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://cikibawawaw.wordpress.com/2008/08/16/the-who-baba-oriley/"><img src="http://img.youtube.com/vi/Y_Y26JNd3g4/2.jpg" alt="" /></a></span></p>
<p>Versi Blue Man Group sangat menarik, terlepas dari warna kulit mereka yang biru itu&#8230;karena eksplorasi alat musik dan bunyi-bunyian ala mereka menambah keunikan lagu ini&#8230;</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/cikibawawaw.wordpress.com/88/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/cikibawawaw.wordpress.com/88/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cikibawawaw.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cikibawawaw.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cikibawawaw.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cikibawawaw.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cikibawawaw.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cikibawawaw.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cikibawawaw.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cikibawawaw.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cikibawawaw.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cikibawawaw.wordpress.com/88/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cikibawawaw.wordpress.com&blog=4477264&post=88&subd=cikibawawaw&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cikibawawaw.wordpress.com/2008/08/16/the-who-baba-oriley/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d774a662a00b6f89d91f4cab4cd010a3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cikibawawaw</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://img.youtube.com/vi/hKUBTX9kKEo/2.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://img.youtube.com/vi/Y_Y26JNd3g4/2.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Time-Life, Lego, dan Keisengan Seorang Bernama Balakov</title>
		<link>http://cikibawawaw.wordpress.com/2008/08/16/time-life-lego-dan-keisengan-seorang-bernama-balakov/</link>
		<comments>http://cikibawawaw.wordpress.com/2008/08/16/time-life-lego-dan-keisengan-seorang-bernama-balakov/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Aug 2008 03:22:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cikibawawaw</dc:creator>
				<category><![CDATA[fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[balakov]]></category>
		<category><![CDATA[lego]]></category>
		<category><![CDATA[malcom browne]]></category>
		<category><![CDATA[masa kecil]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cikibawawaw.wordpress.com/?p=82</guid>
		<description><![CDATA[Dulu sekali waktu saya masih di sekolah dasar, kakek saya berlangganan majalah Time dan Newsweek. Dan kerena saya bersekolah dekat dengan kediaman kakek saya, otomatis sehabis pulang sekolah, saya dan adik saya pasti &#8220;berlabuh&#8221; dirumah kakek saya di jalan Irian.
Salah satu hal yang saya suka lakukan dulu adalah membaca sambil tidur-tiduran, majalah-majalah luar tersebut. Dan karena [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cikibawawaw.wordpress.com&blog=4477264&post=82&subd=cikibawawaw&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Dulu sekali waktu saya masih di sekolah dasar, kakek saya berlangganan majalah Time dan Newsweek. Dan kerena saya bersekolah dekat dengan kediaman kakek saya, otomatis sehabis pulang sekolah, saya dan adik saya pasti &#8220;berlabuh&#8221; dirumah kakek saya di jalan Irian.</p>
<p>Salah satu hal yang saya suka lakukan dulu adalah membaca sambil tidur-tiduran, majalah-majalah luar tersebut. Dan karena kita berlangganan Time, setiap ada publikasi khusus dari Time-Life, kakek saya pasti punya buku-buku itu&#8230;salah satunya buku yang berisikan kumpulan foto-foto publikasi terbaik keluaran majalah Time-Life, kalau tidak salah memperingati 50 tahun Time-Life.</p>
<p>Dan dari sanalah saya belajar sejarah, apa-siapa orang-orang terkenal pada era tersebut, berkenalan dengan Ansel Adams, Robert Capa, mengenal Richard Burton dan Liz Taylor-nya, Sirhan Sirhan, Picasso dan lain-lainnya. Dan yang lebih penting lagi, mengenal foto-foto termashyur hasil jepretan fotografer-fotografer kontributor Time-Life, seperti penaklukan Jerman oleh pasukan Soviet waktu Perang Dunia Kedua, Matinya seorang loyalis waktu perang saudara Spanyol, hingga foto pose Greta Garbo yang termashyur.</p>
<p>Nah barusan googling, seperti biasa, tiba-tiba saya menemukan album foto seseorang bernama Balakov, seorang penggemar Lego yang mempunyai keisengan yang luar biasa kerennya&#8230;merekonstruksi beberapa karya termashyur dari fotografer terkemuka, foto-foto yang sudah lama melekat dalam otak saya, yang dulu saya lihat di buku Time-Life kakek saya itu.</p>
<p><span class="insertedphoto"><img class="alignmiddleb" src="http://images.halamandua.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SGOx8goKCEsAAEphHcc1/Burningmonk.jpg?et=SnV9hFhE%2BuRcu1NSqHaHQw&amp;nmid=0" border="0" alt="" /></span></p>
<p>Salah satunya foto seorang bhiku hasil jepretan Malcom Browne, bhiku Thích Quảng Đức, yang membakar dirinya pada tahun 1963, yang menghasilkan penghargaan Pulitzer, foto yang di masa yang akan datang saya temukan lagi pada saat saya remaja, disampul kaset Rage Against The Machine, dengan judul album yang sama. </p>
<p><span class="insertedphoto"><img class="alignmiddleb" src="http://images.halamandua.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SGO3lwoKCEsAAAjcMBc1/Iwantobelieve.jpg?et=O8A%2CP02vmMBMcVIDLTlNSQ&amp;nmid=0" border="0" alt="" /></span></p>
<p>Selain merekonstruksi foto-foto termahsyur, Balakov juga beberapa scene atau artefak dari film-film yang tergolong cult movie, seperti scene dari Star Wars dan poster &#8220;terkenal&#8221; yang menempel di ruang kerja Fox Mulder-nya X-Files, poster UFO dengan enskripsi &#8220;I Want To Believe&#8221; di bawahnya.</p>
<p>Memang Balakov bukanlah orang pertama yang dengan isengnya merekonstruksi foto/imaji orang terkenal tetapi menyenangkan sekali melihatnya, apalagi kalau masa kecilmu sama seperti masa kecil saya ini&#8230;</p>
<p>Oh ya foto album Balakov dapat dilihat di <a href="http://www.flickr.com/photos/balakov/sets/72157602602191858/">sini (klik)</a>, Malcom Browne dapat dilihat di <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Malcolm_Browne">sini (klik)</a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/cikibawawaw.wordpress.com/82/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/cikibawawaw.wordpress.com/82/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cikibawawaw.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cikibawawaw.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cikibawawaw.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cikibawawaw.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cikibawawaw.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cikibawawaw.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cikibawawaw.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cikibawawaw.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cikibawawaw.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cikibawawaw.wordpress.com/82/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cikibawawaw.wordpress.com&blog=4477264&post=82&subd=cikibawawaw&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cikibawawaw.wordpress.com/2008/08/16/time-life-lego-dan-keisengan-seorang-bernama-balakov/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d774a662a00b6f89d91f4cab4cd010a3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cikibawawaw</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://images.halamandua.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SGOx8goKCEsAAEphHcc1/Burningmonk.jpg?et=SnV9hFhE%2BuRcu1NSqHaHQw&#38;nmid=0" medium="image" />

		<media:content url="http://images.halamandua.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SGO3lwoKCEsAAAjcMBc1/Iwantobelieve.jpg?et=O8A%2CP02vmMBMcVIDLTlNSQ&#38;nmid=0" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Caligula, Lovelace Dan Softcore 70an</title>
		<link>http://cikibawawaw.wordpress.com/2008/08/15/caligula-lovelace-dan-softcore-70an/</link>
		<comments>http://cikibawawaw.wordpress.com/2008/08/15/caligula-lovelace-dan-softcore-70an/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Aug 2008 00:50:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cikibawawaw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Resensi]]></category>
		<category><![CDATA[caligula]]></category>
		<category><![CDATA[deep throat]]></category>
		<category><![CDATA[duniawi]]></category>
		<category><![CDATA[emmanuelle]]></category>
		<category><![CDATA[hardcore]]></category>
		<category><![CDATA[klasik]]></category>
		<category><![CDATA[koleksi]]></category>
		<category><![CDATA[obsesi]]></category>
		<category><![CDATA[pornografi]]></category>
		<category><![CDATA[softcore]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cikibawawaw.wordpress.com/?p=78</guid>
		<description><![CDATA[Oh ya, ya, ya saya mengaku kalau mungkin saya termasuk kategori orang yang pervert. Sebetulnya bukan pervert ala kakek-kakek atau oom-oom bahkan mas-mas cabul, apalagi yang model Kamesenin-nya Dragon Ball, yang hobinya mengintip dan menyingkap rok perempuan&#8230;
Tapi rasanya cuma penasaran saja sama hal-hal yang berbau seksual, jadi kalo masuk kategori pervert sebenarnya yah setengah-setengah kali [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cikibawawaw.wordpress.com&blog=4477264&post=78&subd=cikibawawaw&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Oh ya, ya, ya saya mengaku kalau mungkin saya termasuk kategori orang yang pervert. Sebetulnya bukan pervert ala kakek-kakek atau oom-oom bahkan mas-mas cabul, apalagi yang model Kamesenin-nya Dragon Ball, yang hobinya mengintip dan menyingkap rok perempuan&#8230;</p>
<p>Tapi rasanya cuma penasaran saja sama hal-hal yang berbau seksual, jadi kalo masuk kategori pervert sebenarnya yah setengah-setengah kali yah&#8230;ngomong-ngomong pervert, mungkin sebenarnya rasa penasaran saja kali sebenarnya, dan sejak SD-SMP dahulu, yah benar SD dan SMP dahulu!, ada beberapa film yang kategorinya sangat dewasa yang membuat saya penasaran untuk menontonya&#8230;</p>
<p>Sebentar&#8230;sebentar&#8230;kok bisa anak SD-SMP tahu soal film dewasa?, er mungkin karena informasi yang saya dapat ketika saya mencuri-curi baca, kalau nggak bisa di bilang mengintip &#8220;koleksi&#8221; majalah dewasa import punya oom-oom saya, walaupun mereka simpan rapih tetapi toh saya yang nakal ini berhasil menemukannya. Sebagian lagi mungkin dari majalah Time dan Newsweek yang ada di rumah kakek saya. Dan karena saya suka membaca jadi banyak informasi tentang film-film tersebut yang saya terima, tanpa mereka sadari huahahahahaha&#8230;tertawa iblis!</p>
<p>sebenarnya ada tiga film &#8220;besar&#8221; yang membuat saya penasaran, dan akhirnya baru belakangan ini saya bisa memenuhi rasa penasaran saya terhadap mereka. Ketiganya adalah Caligula, Deep Throat dan Emmanuelle&#8230;</p>
<p><span class="insertedphoto"><img class="alignmiddleb" src="http://images.halamandua.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SJzmGAoKCEsAAGwjIZk1/caligula.jpg?et=1xQ7at2qMeHBnwu5Y5LYZQ&amp;nmid=0" border="0" alt="" /></span></p>
<p>Caligula (1979), adalah film pertama dan terpenting yang membuat saya penasaran mengejarnya&#8230;Seingat saya pertama kali saya mengenal film ini dari majalah dewasa Amerika, Penthouse, yang saya temukan di antara koleksi majalah dan kliping gambar “orang dewasa” milik sahabat-sahabat saya, yang entah mengapa akhirnya semua dikumpulkan didalam tas saya, dan disimpan di bawah tempat tidur saya, ketika saya tinggal di Menteng dahulu…</p>
<p>Tapi saya tidak mau cerita soal legenda tas itu, tapi balik lagi ke Caligula…</p>
<p>Caligula sendiri hanya saya kenal dari iklan VHSnya, di halaman belakang salah satu majalah Penthouse itu. Dan kalau saya tertarik karena konten pornografinya, wah salah besar…Posternya hanya mengambarkan sebuah mata uang bergambar sang kaisar Caligula dengan mata berdarah…</p>
<p>Tapi mungkin kalimat bombastis yang menyertainya membuat saya tertarik memburu film ini, embel-embel bahwa film ini sangat kontroversial hahahahaha…</p>
<p>Caligula sendiri film yang memang kontroversial, baik dari isinya sendiri, kisah hidup sang kaisar Romawi, para pemainnya yang bukan pemain film kacangan, paling tidak saat ini mereka bukan pemain film kacangan, hingga proses produksinya yang penuh liku…</p>
<p>Sebenarnya film yang berdasarkan novel karya Gore Vidal ini pada awalnya tidak dimaksudkan untuk mengumbar hanya pornografi dalam film belaka, walaupun sutradara awalnya Tinto Brass, yang dikenal sebagai sutradara yang gemar membuat film genre soft porn. Tetapi penuhnya beragam adegan dewasa dalam film ini lebih banyak diakibatkan campur tangan Bob Guccione, pemilik majalah Penthouse, yang merupakan penyadang dana dari pembuatan film ini, yang memakai film ini sebagai alat promosi majalahnya, dengan menambah banyak porsi adegan porno dalam film ini.</p>
<p>Caligula, yang diperankan dengan baik oleh Malcom McDowell, bercerita tentang kisah kebangkitan dan kejatuhan kekuasaan kaisar Gaius Caesar Germanicus, dari Romawi. Film Caligula ini menitik beratkan pada kisah “kegilaan” sang kaisar beserta kebejatan bangsa Romawi kala itu.</p>
<p>Sejujurnya saya tidak tahu, bagaimana cerita dan sebagaimana brutal pornografinya…hingga akhirnya saya berhasil menonton film ini…ketika saya baru mulai bekerja, sembilan tahun yang lampau…Dan reaksi pertama kali saya nonton ini “Ya ampun! gila banget film ini!” bagaimana tidak? Semua perilaku seks yang ada dalam kamus seks, kalau ada, semuanya ada disini!, dan penggambarannya sama sekali tidak erotis, layaknya film-film porno yang pernah saya lihat. Sehingga sangat terasa sekali kebejatan bangsa Romawi masa itu.</p>
<p>Dan bukan hanya itu, tetapi juga digambarkan secara gamblang kesadisan bangsa Romawi, terutama sang kaisar, Caligula. Bagaimana cara sang kaisar membantai lawan-lawanya, dengan mengunakan mesin penggal layaknya mesin pemotong rumput. Pokoknya saya terkesima sekaligus terpana dan miris menonton film ini. Terkadang sangat menjijikan tapi dilain sisi sangat membuat penasaran untuk menontonya sampai habis…Tapi saya tidak mau membahas banyak tentang film ini, nantilah dibagian review, kalau sempat. Soalnya saya rada terganggu sama dua anak mahasiswa yang pacaran di depan saya ini…di food court PIM 2…</p>
<p><a href="http://halamandua.multiply.com/photos/hi-res/upload/SJzmGAoKCEsAAGwjIZk1"></a><a href="http://halamandua.multiply.com/photos/hi-res/upload/SJzmPgoKCEsAAGxTJwQ1"><img class="alignmiddleb" src="http://images.halamandua.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SJzmPgoKCEsAAGxTJwQ1/deep-throat.jpg?et=6%2BEXeJcLuL6Ld93BueEGzA&amp;nmid=0" border="0" alt="" /></a></p>
<p>Film kedua yang menjadi incaran saya karena saya penasaran dengan review dan pemainnya adalah Deep Throat (1972), yang memakai aktris Linda Lovelace sebagai aktris utamanya.</p>
<p>Bagaimana tidak?, Deep Throat mungkin adalah film porno hardcore  pertama yang ditayangkan di bioskop-bioskop Amerika Serikat, bukan bioskop khusus film dewasa, dan film ini juga bisa  dibilang benih berseminya film-film berbau pornografi di Amerika Serikat di era 70an.</p>
<p>Ceritanya sendiri, yah sebagaimana lazimnya film porno, tidak ada plot yang cerdas, dungu malah, dan membuat saya terbahak-bahak. Jangan harap Linda Lovelace cantik, dahsyat sehingga membuat birahi ketika menontonya, buat saya jauh kalau dibandingkan dengan Teresa Ann Savoy, pemeran Drusilla, dalam film Caligula.</p>
<p>Deep Throat sendiri menceritakan permasalahan yang dialami Linda, yang tidak pernah merasa terpuaskan nafsu seksnya hingga mencapai orgasme, walaupun melakukan hubungan seksual secara intes dengan beberapa orang partner. Dan setelah melawati serangkai eksperimen dan konsultasi, akhirnya diketahui bahwa masalahnya terletak pada posisi klitoris Linda yang tidak sebagaimana lazimnya wanita normal, yang berada pada alat kelaminnya, tetapi terletak di nun jauh di dalam tenggorokan Linda. Solusinya? Linda baru dapat terpuaskan jika melakukan fellatio kepada partnernya.</p>
<p>Absurd? Oh ya sangat! Saya sampai terpingkal-pingkal menontonnya. Belum lagi menonton akting kacangan semua pemainnya, jauh lebih meyakinkan akting tolol ala Peter North, Ron Jeremy, Savannah, dan lainnya. Belum lagi illustrasi musik dalam film ini, oh Tuhan ku betapa bahagianya saya tertawa menonton film ini…Nggak heran kalau Trey Parker dan Matt Stone, pencipta serial kartun South Park, sangat tergila-gila pada absurditas film ini, sehingga suka memakai film ini sebagai referensi dalam adegan beberapa episodenya.</p>
<p>Oh ya saya akhirnya berhasil menonton film ini beberapa hari yang lalu, berkat Torrent. Walaupun lumayan lama menunggunya, tapi rasanya puas akhirnya saya bisa nonton film ajaib ini…Dan bukan cuma Deep Throat ini yang berhasil saya unduh lewat Torrent, tapi juga film ketiga yang saya incar dari dulu ini, Emmanuelle (1974).</p>
<p><a href="http://halamandua.multiply.com/photos/hi-res/upload/SJzmGAoKCEsAAGwjIZk1"></a><a href="http://halamandua.multiply.com/photos/hi-res/upload/SJzmGAoKCEsAAGwjIZk1"></a><a href="http://halamandua.multiply.com/photos/hi-res/upload/SJzmpgoKCEsAAHl1Ww41"><img class="alignmiddleb" src="http://images.halamandua.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SJzmpgoKCEsAAHl1Ww41/emmanuelle.jpg?et=S6jAVKynRQBkwnMd2oScJQ&amp;nmid=0" border="0" alt="" /></a></p>
<p>Emmanuelle merupakan film pertama dari tujuh film yang mengambil Emmanuelle sebagai tokoh utamanya. Emmanuelle sendiri berkisah tentang perjalanan hidup Emmanuelle, seorang model foto yang naïf yang mengikuti suaminya yang berkerja di Bangkok, lebih tepatnya perjalanan eksplorasi seksual yang dialaminya di Bangkok, lengkap dengan scen go-go bar Bangkok dengan segala aksi ajaibnya, termasuk akrobat seorang perempuan, merokok melalui alat kelamin, oh wow! Segala penasaran saya ke Pathpong kemarin, ketika saya ke sana, terbayarkan sudah.</p>
<p>Emmanuelle-pun dibandingkan dengan Deep Throat memang sangat berbeda, genrenya pun softcore, dan memiliki plot cerita serta akting para pemainnya yang tidak seburuk akting sembarangan Deep Throat, yang nggak jauh berbeda dengan akting aktor-aktris pemain sinetron di TV kita kini&#8230;</p>
<p>Emmanuelle sendiri merupakan salah satu film buatan Perancis bergenre softcore yang laris dalam pemutarannya. Ini terbukti dengan lama tayangnya film ini di bioskop-bioskop di Paris, Perancis. Dan karena itulah saya tertarik untuk tahu tentang apa sih sebenarnya film ini…</p>
<p>Sebenarnya masih banyak lagi film-film bergenre softcore/hardcore yang membuat saya penasaran, salah satunya seperti “Story of O”, “Alice in Wonderland: A Musical Porno”, dan lain-lain, tetapi tiga film diatas ini lah yang wajib saya buru dahulu…</p>
<p>Dan sebenarnya kalau mau jujur sih, lebih menyenangkan nonton film softcore-softcore begini, kecuali Deep Throat yang hardcore, ketimbang nonton film-film jebolan Vivid dan Private yang total hardcore, yang sangat membosankan sehingga harus tetap menekan tombol fast forward pada remote control DVD saya…</p>
<p>Penasaran? Selamat menorrent!</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/cikibawawaw.wordpress.com/78/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/cikibawawaw.wordpress.com/78/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cikibawawaw.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cikibawawaw.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cikibawawaw.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cikibawawaw.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cikibawawaw.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cikibawawaw.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cikibawawaw.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cikibawawaw.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cikibawawaw.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cikibawawaw.wordpress.com/78/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cikibawawaw.wordpress.com&blog=4477264&post=78&subd=cikibawawaw&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cikibawawaw.wordpress.com/2008/08/15/caligula-lovelace-dan-softcore-70an/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d774a662a00b6f89d91f4cab4cd010a3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cikibawawaw</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://images.halamandua.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SJzmGAoKCEsAAGwjIZk1/caligula.jpg?et=1xQ7at2qMeHBnwu5Y5LYZQ&#38;nmid=0" medium="image" />

		<media:content url="http://images.halamandua.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SJzmPgoKCEsAAGxTJwQ1/deep-throat.jpg?et=6%2BEXeJcLuL6Ld93BueEGzA&#38;nmid=0" medium="image" />

		<media:content url="http://images.halamandua.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SJzmpgoKCEsAAHl1Ww41/emmanuelle.jpg?et=S6jAVKynRQBkwnMd2oScJQ&#38;nmid=0" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Oh Ya Ini Illustrasinya&#8230;</title>
		<link>http://cikibawawaw.wordpress.com/2008/08/14/oh-ya-ini-illustrasinya/</link>
		<comments>http://cikibawawaw.wordpress.com/2008/08/14/oh-ya-ini-illustrasinya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Aug 2008 15:55:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cikibawawaw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ilustrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Karya]]></category>
		<category><![CDATA[fantasi]]></category>
		<category><![CDATA[kerja]]></category>
		<category><![CDATA[manual]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cikibawawaw.wordpress.com/?p=71</guid>
		<description><![CDATA[Ini dia illustrasi yang membuat saya balas dendam makan di Kenny Rogers Roasters tadi siang&#8230; Kliennya sebuah perusahaan minuman, copyrightsnya milik kantor lantai tujuh di gedung Hero, Gatot Subroto itu&#8230;

Data teknis, pensil, arang lukis, dan jari tangan hehehehe
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cikibawawaw.wordpress.com&blog=4477264&post=71&subd=cikibawawaw&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Ini dia illustrasi yang membuat saya balas dendam makan di Kenny Rogers Roasters tadi siang&#8230; Kliennya sebuah perusahaan minuman, <em>copyrights</em>nya milik kantor lantai tujuh di gedung Hero, Gatot Subroto itu&#8230;</p>
<p><a href="http://cikibawawaw.files.wordpress.com/2008/08/2.jpeg"><img class="alignnone size-medium wp-image-72" src="http://cikibawawaw.files.wordpress.com/2008/08/2.jpeg" alt="" /></a></p>
<p>Data teknis, pensil, arang lukis, dan jari tangan hehehehe</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/cikibawawaw.wordpress.com/71/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/cikibawawaw.wordpress.com/71/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cikibawawaw.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cikibawawaw.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cikibawawaw.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cikibawawaw.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cikibawawaw.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cikibawawaw.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cikibawawaw.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cikibawawaw.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cikibawawaw.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cikibawawaw.wordpress.com/71/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cikibawawaw.wordpress.com&blog=4477264&post=71&subd=cikibawawaw&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cikibawawaw.wordpress.com/2008/08/14/oh-ya-ini-illustrasinya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d774a662a00b6f89d91f4cab4cd010a3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cikibawawaw</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cikibawawaw.files.wordpress.com/2008/08/2.jpeg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>