<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Cikibawawaw</title>
	<atom:link href="http://cikibawawaw.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cikibawawaw.wordpress.com</link>
	<description>kumpulan tulisan yang nggak penting</description>
	<lastBuildDate>Sat, 10 Jul 2010 04:36:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='cikibawawaw.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Cikibawawaw</title>
		<link>http://cikibawawaw.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://cikibawawaw.wordpress.com/osd.xml" title="Cikibawawaw" />
	<atom:link rel='hub' href='http://cikibawawaw.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Rolling Stone Cover To Cover, Opus Dan Rayap Sialan</title>
		<link>http://cikibawawaw.wordpress.com/2010/07/10/rolling-stone-cover-to-cover-opus-dan-rayap-sialan/</link>
		<comments>http://cikibawawaw.wordpress.com/2010/07/10/rolling-stone-cover-to-cover-opus-dan-rayap-sialan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Jul 2010 17:32:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cikibawawaw</dc:creator>
				<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[Resensi]]></category>
		<category><![CDATA[bondi]]></category>
		<category><![CDATA[kado]]></category>
		<category><![CDATA[koleksi]]></category>
		<category><![CDATA[majalah]]></category>
		<category><![CDATA[majalah impor]]></category>
		<category><![CDATA[opus]]></category>
		<category><![CDATA[oversized]]></category>
		<category><![CDATA[rayap]]></category>
		<category><![CDATA[rolling stone cover to cover]]></category>
		<category><![CDATA[saatchi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cikibawawaw.wordpress.com/?p=243</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin saya mendapatkan kado ulang tahun yang dahsyat dari istri saya, Rolling Stone: Cover to Cover, kumpulan raksasa majalah Rolling Stone (RS) dari edisi pertama mereka (1967), hingga edisi terakhir mereka (saat itu) Mei 2007! artinya sepanjang 40 tahun pertama mereka terbit! berarti 96.000 halaman!, lebih dari 1000 edisi RS. Koleksi raksasa ini berupa program [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cikibawawaw.wordpress.com&amp;blog=4477264&amp;post=243&amp;subd=cikibawawaw&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kemarin saya mendapatkan kado ulang tahun yang dahsyat dari istri saya, <a href="http://www.covertocover.com/">Rolling Stone: Cover to Cover</a>, kumpulan raksasa majalah Rolling Stone (RS) dari edisi pertama mereka (1967), hingga edisi terakhir mereka (saat itu) Mei 2007! artinya sepanjang 40 tahun pertama mereka terbit! berarti 96.000 halaman!, lebih dari 1000 edisi RS. Koleksi raksasa ini berupa program digital, buatan perusahaan <em>digital</em> <a href="http://www.bondidigital.com/pr_2009_pb_rs.html">Bondi</a>, spesialis pembundel majalah cetak menjadi media <em>digital</em>.</p>
<p>Ngomong-ngomong majalah Rolling Stone&#8230;</p>
<p>Saya mulai membaca majalah Rolling Stone, semenjak saya SMP dulu, disaat kebanyakan kawan saya membaca Circus, Kerrang, Hit Parader &amp; Trashers, yang terakhir itu sebenarnya bukan majalah musik, tapi majalah <em>skateboarding</em>, saya memilih Rolling Stone. Setiap bulan, atau paling tidak di akhir bulan, dengan mengumpulkan sisa-sisa uang jajan, pergilah saya ke Rubino, toko majalah impor, cabang Plaza Indonesia.</p>
<p><a href="http://cikibawawaw.files.wordpress.com/2010/07/majalah.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-245" title="Majalah" src="http://cikibawawaw.files.wordpress.com/2010/07/majalah.jpg?w=300&#038;h=190" alt="" width="300" height="190" /></a></p>
<p>Kenapa saya memilih RS? karena banyak hal, mulai dari secara visual jauh dibandingkan majalah musik lainnya saat itu, majalah yang masuk ke Indonesia tepatnya, isinya yang beragam, wawancaranya yang ciamik, walaupun jauh lebih berat, kalau boleh jujur dibandingkan majalah lainnya, dan kalau mau jujur ukurannya yang besar (pada waktu itu) membuat “wah” saja rasanya&#8230;Belum lagi efek majalah musik berkelas, karena kalau mau jujur, kelas isi majalah RS jauhlah dibandingkan majalah-majalah musik lainnya.</p>
<p>Tapi jangan salah, cacatnya juga banyak majalah RS ini, paling tidak dari sisi material, gampang robek, gampang menguning kertasnya dan yang paling menyebalkan adalah, 90% covernya pasti terlepas dari tempatnya, buat orang yang rada obsessive compulsive dalam hal mengoleksi buku seperti saya, ini sangat menyedihkan sekali&#8230;</p>
<p>Dan yang paling menyedihkan, walaupun nggak terlalu berhubungan&#8230;beberapa bulan yang lalu, koleksi majalah impor saya, yang kebanyakan majalah musik dan desain itu, habis dimakan rayap! Koleksi majalah Blender, Maxim, Hotdog, Details, ID, Wallpaper, Frame, Q, Uncut, Ralph, Loaded, FHM, Time&#8230;nah lucunya hampir bisa dibilang majalah RS saya tidak terjamah para rayap keparat itu. Mungkin karena sudah terlalu lama atau karena bahan kimianya beda, rayap-rayap itu sepertinya tidak tergoda dengan RS.</p>
<p>Nah setelah mengalami semua ini, terpaksalah saya menikmati majalah dalam versi <em>digital</em>. Untuk mulai ngoleksi lagi, sepertinya ada fokus baru yang lebih penting daripada beli majalah impor&#8230;hehehehe</p>
<p>Jadi, kemarin ketika saya dapat kado dari istri saya ini, wah senang sekali rasanya, walaupun rasanya lebih enak membaca konvensional, memegang kertas, tapi kalau 1000an edisi RS, konvensional, kebayang nggak sekamar nggak akan muat&#8230;</p>
<p>Sebenarnya rada “telat” saya membeli buku yang dibandrol seharga 128 USD, saya sih dapatnya 1/3 harganya. Dan saya dapat penawaran harga miring ini dari teman saya seorang pemasok buku impor yang cukup terkenal itu&#8230;tepatnya dia meng-email saya, yang membuat saya susah tidur setelah menerimanya. Bayangkan, 1000 edisi RS, mulai dari terbitan awal, yang bergambar John Lennon, ketika dia bermain dalam film “How I Won the War”, RS edisi khusus meninggalnya John Lennon, edisi meninggalnya Kurt Cobain, edisi The Simpsons tribute to Rock n Roll, edisi Janet Jackson topless dan lain-lain&#8230;dan ini lengkap-selengkap-lengkapnya, sehingga saya bisa melihat berbagai macam gaya iklan dalam empat dekade penerbitan RS&#8230;Mulai seri Absolut klasik, iklan kaset TDK,  Joe Camel dan lain-lain&#8230; Referensi yang gila-gilaan, mulai musik, budaya pop (Amerika), Politik (Amerika) dan lain-lain&#8230;Oh ya RS juga terkenal dengan penulis-penulis artikel yang   hebat-hebat didalamnya&#8230;mulai dari Hunter S. Thompson, P.J. O’Rouke sampai Cameroon Crowe. Urusan fotografi? siapa yang nggak kenal Annie Leibovitz, yang mengawali karirnya sebelum menjadi fotografer fashion langganan Vanity Fair, sebagai fotografer jurnalis, sepesialis musik, hingga bisa masuk ke lingkaran inti band Rolling Stones, hingga Mark Seliger yang dahsyat itu, terutama seri Drew Barrymore-nya.</p>
<p><a href="http://cikibawawaw.files.wordpress.com/2010/07/bondi.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-246" title="Bondi" src="http://cikibawawaw.files.wordpress.com/2010/07/bondi.jpg?w=300&#038;h=190" alt="" width="300" height="190" /></a></p>
<p>Isi paket buku <em>oversized</em> ini terdiri dari empat buah DVD, satu buah instaler program Bondi, tiga buah sisanya seluruh edisi empat dekade penerbitan RS, satu buah buku timeline, berisikan 208 halaman full color! Puas sekali rasanya, terutama membaca kembali apa yang saya baca ketika saya SMP dan SMA dahulu, sampai tercium rasanya aroma kertas majalah ini, versi cetaknya dahulu. Entah kapan saya bisa membacanya sampai habis&#8230;</p>
<p>Ngomong-ngomong buku atau DVD <em>compendium</em> ala ini bukan milik Bondi semata, ada satu lagi buku super raksasa, jauh lebih raksasa dari segi berat dan ukuran yang saya taksir&#8230;buku-buku super over size keluaran penerbit <a href="http://www.krakenopus.com/">Opus</a>. Buku-buku yang rata-rata di bandrol 240an USD ini besar dan beratnya nggak ketulungan. Contohnya, buku Opus Vivienne Westwood, yang dicetak hanya 900 edisi, dengan 9 macam kulit muka yang berbeda, satu desain terbatas 100 cetakan. Berat buku Opus Westwood mencapai 25kg, dengan ukuran 90x64cm, dengan halaman yang tidak terlalu banyak 200 halaman. Tiap buku dilengkapi dengan 97 Polaroid raksasa dan ditangani oleh oma-oma nyentrik ini&#8230; Atau yang terbaru dari seri Opus ini yang dibuat untuk mengenang Michael Jackson, dengan 404 halamanya, dengan berat hanya 12kg, plus satu buah sarung tangan ala sang King of Pop.</p>
<p><a href="http://cikibawawaw.files.wordpress.com/2010/07/opus.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-247" title="Opus" src="http://cikibawawaw.files.wordpress.com/2010/07/opus.jpg?w=300&#038;h=190" alt="" width="300" height="190" /></a></p>
<p>Tapi yang paling membuat saya nglier, <a href="http://www.krakenopus.com/family/saatchi/index.php">Opus edisi Saatchi Gallery</a>, yang terdiri atas 850 halaman, dengan ukuran yang tidak terlalu raksasa, “hanya” 50&#215;50 cm, dengan berat yang luar biasa&#8230;40kg. Edisi ini hanya terbit 950 edisi saja, dan memilik tempat penyimpanan khusus berbentuk kotak kayu, layaknya barang-barang kiriman kargo. Rasanya kalau saya seorang kurator, pasti bisa orgasme berkali-kali&#8230;huahahaha berlebihan? nggak juga rasanya&#8230;</p>
<p>Sudah ah saya mau kembali ke RS Bondi saya&#8230;nanti kalau saya menemukan artikel menarik di koleksi RS lama saya ini, nanti saya posting deh&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cikibawawaw.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cikibawawaw.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cikibawawaw.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cikibawawaw.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cikibawawaw.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cikibawawaw.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cikibawawaw.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cikibawawaw.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cikibawawaw.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cikibawawaw.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cikibawawaw.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cikibawawaw.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cikibawawaw.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cikibawawaw.wordpress.com/243/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cikibawawaw.wordpress.com&amp;blog=4477264&amp;post=243&amp;subd=cikibawawaw&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cikibawawaw.wordpress.com/2010/07/10/rolling-stone-cover-to-cover-opus-dan-rayap-sialan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d774a662a00b6f89d91f4cab4cd010a3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cikibawawaw</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cikibawawaw.files.wordpress.com/2010/07/majalah.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Majalah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cikibawawaw.files.wordpress.com/2010/07/bondi.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Bondi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cikibawawaw.files.wordpress.com/2010/07/opus.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Opus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jalan-jalan, Travelogue, DHD&#8230; Sebuah Awal</title>
		<link>http://cikibawawaw.wordpress.com/2010/06/19/jalan-jalan-travelogue-dhd-sebuah-awal/</link>
		<comments>http://cikibawawaw.wordpress.com/2010/06/19/jalan-jalan-travelogue-dhd-sebuah-awal/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Jun 2010 05:12:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cikibawawaw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[komik]]></category>
		<category><![CDATA[Resensi]]></category>
		<category><![CDATA[spoiler]]></category>
		<category><![CDATA[curhat anak bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[duo hippo dinamis]]></category>
		<category><![CDATA[sheila rooswitha]]></category>
		<category><![CDATA[travelogue]]></category>
		<category><![CDATA[trinity]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cikibawawaw.wordpress.com/?p=236</guid>
		<description><![CDATA[Bulan lalu saya diundang sama teman saya, Sheila, yang mau melaunching buku barunya, hasil kolaborasinya dengan dua orang penulis “jalan-jalan”, Duo Hippo Dinamis (DHD), namanya. Bukunya sendiri adalah sebuah travelogue berbentuk komik yang berjudul “Duo Hippo Dinamis: Tersesat Di Byzantium”. Mari sedikit membahas buku ini, buku ini bercerita tentang perjalanan dua orang perempuan yang hobinya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cikibawawaw.wordpress.com&amp;blog=4477264&amp;post=236&amp;subd=cikibawawaw&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bulan lalu saya diundang sama teman saya, Sheila, yang mau melaunching buku barunya, hasil kolaborasinya dengan dua orang penulis “jalan-jalan”, Duo Hippo Dinamis (DHD), namanya. Bukunya sendiri adalah sebuah travelogue berbentuk komik yang berjudul “Duo Hippo Dinamis: Tersesat Di Byzantium”.</p>
<p>Mari sedikit membahas buku ini, buku ini bercerita tentang perjalanan dua orang perempuan yang hobinya jalan-jalan, yang bernama Kaka (Erastiany) &amp; Dede (Trinity). Dan berhubung mereka termasuk wanita dalam ukuran yang “cukup subur” maka mereka menganggap diri mereka layaknya sepasang (duo) Hippo(potamus)/Kuda Nil. Nah buku ini bercerita tentang penggembaraan mereka berdua ini di Turki. Mulai dari bagaimana mereka akhirnya terpaksa mencoba mandi ala Turki, untuk mengisi waktu luang seraya menunggu waktu keberangkatan ke Cappadocia, bagaimana petualangan mereka bersama ET, seorang pria lokal dengan masa lalu yang “seru” (baca aja deh sendiri), yang akhirnya menemani mereka dalam penggembaraan DHD ke Cappadocia.</p>
<p>Cara penyampaian cerita yang sederhana, mengalir, dengan beberapa bagian yang mengingatkan saya dengan cara berceritanya Joe Sacco (bagian pengenalan kisah si ET &amp; Hasan) dan yang penting Sheila sekali, garing (dalam artian baik loh tentunya), penuh dengan akronim-akronim khas ibu yang satu ini&#8230;entah mengapa semakin lama semakin menggila yah kegaringan ibu yang satu ini hehehe&#8230;</p>
<p><a href="http://cikibawawaw.files.wordpress.com/2010/06/dhd.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-240" title="DHD" src="http://cikibawawaw.files.wordpress.com/2010/06/dhd.jpg?w=300&#038;h=102" alt="" width="300" height="102" /></a></p>
<p>Gambarnya?, yah nggak perlu diragukan lagi, kehebatan Sheila menggambar dan bercerita memang semakin lama semakin menggila rasanya, terutama dalam hal detailnya&#8230; Dan inilah hebatnya Sheila, seperti Herge, dia bisa bisa menggambarkan suasana suatu tempat, tanpa pernah ketempat yang ia gambarkan, dan berhasil membawa kita untuk merasakan pengalaman yang dialami oleh DHD di sana.</p>
<p>Tetapi kalau mau jujur saya rasa ukuran fisik buku ini rada kebesaran, andaikan penerbitnya menerbitkannya ukuran A5 saja, yang tentunya akan membuat panel gambar yang ada otomatis akan mengecil, tidak sebesar sekarang. Dan lebih ringkas rasanya untuk membawa buku ini&#8230;Rasanya terlalu teknis memang kritik saya ini, beneran deh, kalau ukuran lebih kecil lebih ciamik, mengambil istilah ala Sheila hehehe&#8230; Juga adanya sensor-sensor nggak penting, mulai dari visual maupun makian yang diperhalus&#8230;mungkin lain kali bisa yah terbit tanpa sensor-sensor yang walaupun kecil tapi menggangu ini&#8230; Toh sudah ada ratingnya&#8230; Dewasa loh&#8230;</p>
<p>Saya pasti menanti buku lanjutannya, terutama travelogue karya Sheila, yang sebentar lagi pergi menyusul suaminya ke suatu negara gurun pasir bulan depan&#8230;</p>
<p>Tapi ngomong-ngomong soal komik travelogue, mungkin komik catatan perjalanan yang pertama kali saya baca adalah catatan harian perjalanan senior saya, Tita, yang beruntung sempat magang/kerja praktek di sebuah perusahaan saniter (?) di Jerman dahulu&#8230;Nah catatan Tita ini menarik, dan lebih berasa traveloguenya ketimbang buku DHD ini, karena DHD lebih berasa komik bercerita tentang jalan-jalan, sedangkan travelogue Tita yah sifatnya jurnal bergambar&#8230;penuh catatan kaki di sana sini&#8230;sayang sekali Tita belum menerbitkan jurnal Babel-nya ini, padahal menarik sekali rasanya kalau diterbitkan, mungkin seri Curhat Tita pre-Curhat? Ohya jurnal Tita ketika ia tinggal dan berkeluarga di Belanda sudah diterbitkan, dengan “genre” komik curhat, walaupun menurut saya ini sih juga travelogue hitungannya&#8230;</p>
<p>Menyenangkannya membaca travelogue adalah karena saya bisa diajak untuk jalan-jalan, “secara murah”, ke tempat-tempat yang belum pernah saya kunjungi, paling tidak bisa menjadi referensi saya jika akan melakukan perjalanan ke negara/daerah yang sama. Komik travelogue tentunya lebih lagi, karena saya bisa mendaptakan referensi visual, yang mungkin sulit didapat jika saya membaca travelogue jurnal, walaupun terkadang ada foto yang disertakan, tetapi komik/travelogue bergambar, lebih bisa membawa kita lebih jauh merasakan perjalanan yang dilalui si penulis.</p>
<p>Oh ya tulisan ini hanya sebagai pembuka atas postingan saya berikutnya, membahas dua komikus travelogue favorit saya, Joe Sacco dan Guy Delisle&#8230;</p>
<p>Jalan-jalan yuk dan jangan lupa membuat catatan&#8230;</p>
<p>PS: nggak ada salahnya beli bukunya si Sheila ini&#8230;lebih-lebih kalau kalian pecinta Trinity dan Naked Travellernya&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cikibawawaw.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cikibawawaw.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cikibawawaw.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cikibawawaw.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cikibawawaw.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cikibawawaw.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cikibawawaw.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cikibawawaw.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cikibawawaw.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cikibawawaw.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cikibawawaw.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cikibawawaw.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cikibawawaw.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cikibawawaw.wordpress.com/236/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cikibawawaw.wordpress.com&amp;blog=4477264&amp;post=236&amp;subd=cikibawawaw&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cikibawawaw.wordpress.com/2010/06/19/jalan-jalan-travelogue-dhd-sebuah-awal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d774a662a00b6f89d91f4cab4cd010a3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cikibawawaw</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cikibawawaw.files.wordpress.com/2010/06/dhd.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">DHD</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aca..aca..acahaaaaaaahahahahaha</title>
		<link>http://cikibawawaw.wordpress.com/2010/03/09/aca-aca-acahaaaaaaahahahahaha/</link>
		<comments>http://cikibawawaw.wordpress.com/2010/03/09/aca-aca-acahaaaaaaahahahahaha/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 11:30:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cikibawawaw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[spoof]]></category>
		<category><![CDATA[bhangra]]></category>
		<category><![CDATA[bodoh]]></category>
		<category><![CDATA[bollywood]]></category>
		<category><![CDATA[daler mehndi]]></category>
		<category><![CDATA[hindi]]></category>
		<category><![CDATA[little superstar]]></category>
		<category><![CDATA[lucu]]></category>
		<category><![CDATA[ron jeremy]]></category>
		<category><![CDATA[the beatles]]></category>
		<category><![CDATA[youtube]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cikibawawaw.wordpress.com/?p=225</guid>
		<description><![CDATA[Saya rasa postingan kecil kali ini rada-rada kebalik, harusnya sesudah postingan mengapa saya cinta segala sesuatu yang berbau India, baru tentang kegilaan India yang membuat terbahak-bahak ini. Selain kehebatan dalam seni budaya dalam arti kata sebenarnya, India, oh India ini juga menghasilkan banyak hal yang mungkin menurut mereka tidak bermaksud melucu, tetapi ya Tuhan&#8230;lucu sekali [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cikibawawaw.wordpress.com&amp;blog=4477264&amp;post=225&amp;subd=cikibawawaw&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya rasa postingan kecil kali ini rada-rada kebalik, harusnya sesudah postingan mengapa saya cinta segala sesuatu yang berbau India, baru tentang kegilaan India yang membuat terbahak-bahak ini. Selain kehebatan dalam seni budaya dalam arti kata sebenarnya, India, oh India ini juga menghasilkan banyak hal yang mungkin menurut mereka tidak bermaksud melucu, tetapi ya Tuhan&#8230;lucu sekali menurut saya&#8230;dan ini saya temukan ketika tadi malam saya menjelajah Youtube&#8230;</p>
<p>Video pertama, salah satu kebiasaan dari Bollywood adalah, Bollywood selalu tanggap mengikuti trend yang sedang berlangsung di dunia. Melihat kwalitas dari film ini, pastinya film yang entah berjudul apa ini, dibuat di era kejayaan Michael Jackson, tepatnya era kejayaan lagu Thriller, lihat bagaimana mereka mengkopi habis-habisan baju, gerak tari, hingga ritme lagunya, walaupun tedengar sangat beda tetapi tetap ada nada-nada yang sama huahahahahaha&#8230;</p>
<span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://cikibawawaw.wordpress.com/2010/03/09/aca-aca-acahaaaaaaahahahahaha/"><img src="http://img.youtube.com/vi/d--DtOlBjlM/2.jpg" alt="" /></a></span>
<p>Klip kedua, mungkin dibuat ketika era jayanya The Beatles, kalau melihat baju-baju para aktornya yang sangat 60an, entah mungkin maksudnya mengolok-olok atau malah memuja mereka dengan menerjemahkan lagu &#8220;I Want To Hold Your Hand&#8221;-nya The Beatles, ke versi India&#8230;Memang tidak selucu klip sebelumnya tetapi tetap saja huahhaha.</p>
<span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://cikibawawaw.wordpress.com/2010/03/09/aca-aca-acahaaaaaaahahahahaha/"><img src="http://img.youtube.com/vi/F5ky5ClIjL8/2.jpg" alt="" /></a></span>
<p>Klip ini sebenarnya saya temukan ketika saya membuka Youtube, dan mencari video tentang Ron Jeremy, bintang film porno yang rencananya mau saya bahas diblog ini, bersama dengan Peter North, Asia Carera dan sebagainya. Dan saya bertemu video iklan dari Ron Jeremy yang meniru sebuah scene dari film India yang sangat terkenal di Youtube, bayangkan lebih dari 8000 komentar atas postingan ini. Judulnya sendiri dari film ini belum berhasil saya ketahui, apakah produksi Bollywood, Tollywood, Lollywood, Kollywood, ataupun Kariwood.</p>
<span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://cikibawawaw.wordpress.com/2010/03/09/aca-aca-acahaaaaaaahahahahaha/"><img src="http://img.youtube.com/vi/gx-NLPH8JeM/2.jpg" alt="" /></a></span>
<span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://cikibawawaw.wordpress.com/2010/03/09/aca-aca-acahaaaaaaahahahahaha/"><img src="http://img.youtube.com/vi/DWq08qdbL6w/2.jpg" alt="" /></a></span>
<p>Film yang diberi judul &#8220;Little Superstar&#8221; di Youtube ini anjrit! lucunya bukan karena mempergunakan orang mini sebagai aktornya, atau anak kecil, tetapi lihat coba ekspresinya, tarianya dan yang paling menyebalkan, kenapa pake harus ada efek menghentikan tarian ditengah jalan huahahhahahaha. Hasil tiruannya Ron Jeremy dapat dilihat di klip keduanya, dan ini juga lucu sekali, apalagi buat para penonton setia film porno.</p>
<p>Video klip yang satu ini, video klip seorang penyanyi pop Bhangra bernama Daler Mehndi, yang berjudul &#8220;Tunak Tunak Tun&#8221;. Mungkin tidak bermaksud melucu si Mehndi ini, tetapi ya Tuhanku ini lucu banget dan sedikit mengingatkan saya dengan video klip band perempuan Indonesia yang bernama Geger Band, itu loh bagian superimposed, kalau geger dulu bernyanyi di tebing kotak dengan efek-efek jilatan api ala afterworks, Mehndi memakai berbagai macam background mulai dari api hingga kathedral Santo Basil di Russia.</p>
<span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://cikibawawaw.wordpress.com/2010/03/09/aca-aca-acahaaaaaaahahahahaha/"><img src="http://img.youtube.com/vi/-bAN7Ts0xBo/2.jpg" alt="" /></a></span>
<span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://cikibawawaw.wordpress.com/2010/03/09/aca-aca-acahaaaaaaahahahahaha/"><img src="http://img.youtube.com/vi/b1nLkSr_8JI/2.jpg" alt="" /></a></span>
<p>Dan video inipun menjadi terkenal di jagad dunia maya, dengan banyaknya video-video spoof dari video klip ini, tanda ketenaran dari video klip ini huahahahhahaha.</p>
<p>Oh bagaimana saya tidak semakin mencintai India, dan segala kulturnya&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cikibawawaw.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cikibawawaw.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cikibawawaw.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cikibawawaw.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cikibawawaw.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cikibawawaw.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cikibawawaw.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cikibawawaw.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cikibawawaw.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cikibawawaw.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cikibawawaw.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cikibawawaw.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cikibawawaw.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cikibawawaw.wordpress.com/225/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cikibawawaw.wordpress.com&amp;blog=4477264&amp;post=225&amp;subd=cikibawawaw&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cikibawawaw.wordpress.com/2010/03/09/aca-aca-acahaaaaaaahahahahaha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d774a662a00b6f89d91f4cab4cd010a3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cikibawawaw</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Asyiknya Bernostalgia Bersama Para Jasad&#8230;</title>
		<link>http://cikibawawaw.wordpress.com/2010/03/09/asyiknya-bernostalgia-bersama-para-jasad/</link>
		<comments>http://cikibawawaw.wordpress.com/2010/03/09/asyiknya-bernostalgia-bersama-para-jasad/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 09:46:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cikibawawaw</dc:creator>
				<category><![CDATA[anatomi]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[fkui]]></category>
		<category><![CDATA[janin]]></category>
		<category><![CDATA[jasad]]></category>
		<category><![CDATA[masa kecil]]></category>
		<category><![CDATA[menarik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cikibawawaw.wordpress.com/?p=216</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin akhirnya saya berhasil mengunjungi Museum Anatomi milik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, di Salemba. Jadi ceritanya begini&#8230;Eh, sebentar!!!, kalau kalian malas/ngeri/tidak suka/tidak tega melihat jasad mending nggak usah baca postingan ini&#8230; Kebetulan saya sedang ada kerjaan dengan FKUI, bantu-bantu sedikitlah judulnya, nah setelah saya selesai menerima brief, saya sempat bertanya, masih adakah museum kedokteran di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cikibawawaw.wordpress.com&amp;blog=4477264&amp;post=216&amp;subd=cikibawawaw&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kemarin akhirnya saya berhasil mengunjungi Museum Anatomi milik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, di Salemba. Jadi ceritanya begini&#8230;Eh, sebentar!!!, kalau kalian malas/ngeri/tidak suka/tidak tega melihat jasad mending nggak usah baca <em>posting</em>an ini&#8230;</p>
<p>Kebetulan saya sedang ada kerjaan dengan FKUI, bantu-bantu sedikitlah judulnya, nah setelah saya selesai menerima brief, saya sempat bertanya, masih adakah museum kedokteran di sana?, soalnya baru kemarin saya mempostingkan tulisan yang sedikit menyinggung tentang pengalaman saya dulu <a href="http://cikibawawaw.wordpress.com/2010/02/28/hirst-hagens-jesse-james-dan-resusci-anne/" target="_blank">ketika SD ke museum itu</a>. Eh ternyata museum itu masih ada dan asyiknya lagi saya boleh lihat-lihat ke sana, setelah terlebih dahulu dimintakan izin untuk melihat ke dalam, maklum sebenarnya ini buka museum umum, boleh dibilang cuma “gudang”nya bagian anatomi UI, untuk menyimpan sample-sample bagian tubuh, materi mengajar di jurusan itu.</p>
<p>Wah langsung lupa niat awal yang mau memotret bagunan UI yang cantik itu, berubah menjadi foto sesi jasad manusia&#8230;senangnya&#8230;sungguh senang, amat senang&#8230;</p>
<p>Bukan, saya bukan seorang nekrofili bukan juga psikopat seperti halnya Dexter Morgan. Tetapi saya memang tertarik dengan anatomi tubuh sedari kecil, cuma terlalu malas saja untuk belajar pelajaran eksakta ketika saya di sekolah menegah dahulu, sehingga memilih ilmu sosial, yang relatif lebih mudah, menurut saya loh&#8230;penyesalan memang tiada guna&#8230;tsk, tsk, tsk&#8230;</p>
<p>Nah berhubung tante saya yang dosen di FKUI tidak mempunyai anak laki-laki, jadilah saya sering ditanggap sebagai anak laki-lakinya, sampai-sampai saya sering dibawa bermain ke FKUI. Dan entah bagaimana caranya tante saya itu pernah mengajak saya ke museum itu, padahal kalau dipikir-pikir, rasanya aneh juga yah mengajak anak-anak ke museum berisi potongan tubuh manusia, sedikit horror rasanya. Atau mungkin karena tante saya sehari-hari melihat begituan, sehinga dia pikir lazim saja saya melihat potongan-potongan tubuh itu&#8230;untungnya saya tidak takut, malah terkesima&#8230;</p>
<p>Jadi kebayang dong bagaimana sumringahnya saya yang agendanya menerima brief, menjadi jalan-jalan ke taman bermain saya ketika kecil&#8230;lalalala&#8230;</p>
<p>Setelah menunggu waktu janjian dengan “kuncen”nya, akhirnya saya di bawa ke sisi bagian anatomi, untuk bertemu dengan kuncennya, dan entah menggapa saya di bawa masuk melalui pintu samping, melewati ruang rapat departemen anatomi, dan akhirnya&#8230;</p>
<p>Oh museumku!</p>
<p>Ternyata berbeda dengan apa yang saya ingat dahulu, museum anatomi ini, terlihat bersih, terang, tidak sekelam ingatan saya dulu yang gelap dan remang-remang, dan sempit. Lah ini kok beda jauh yah, padahal mereka bilang museum ini tidak diperbesar, hanya merenovasi langit-langitnya, dengan membuka ceiling hingga terlihat strukturnya, dan sedikit cheesy, diberi warna kuning, warna identitas UI, padahal jika warna asli kayu saja bagus rasanya. Kalau mau maksa harus ada kuningnya, alangkah lucunya jika sistem elektrikalnya menggunakan gaya ekspos kabel, dengan warna kuning dan stop kontak kuning? Ah tapi kan saya tamu di sini, bukan seorang desainer interior/produk&#8230;bawel&#8230;<br />
Ruangan serasa lapang sekarang, karena lantai diganti keramik putih dan rak kayu berwarna putih, plus yah itu tadi langit-langit dipertinggi&#8230;sudahlah pasti kalian sudah tidak sabar lagi untuk tau tentang koleksinya mereka&#8230;</p>
<p>Sebagian besar koleksi mereka adalah potongan-potongan tubuh, baik manusia maupun hewan, mamalia, yang direndam dalam cairan pengawet, dalam tabung-tabung dengan berbagai macam ukuran dan bentuk. Kalau kita masuk dari pintu utama kita akan disambut dengan serangkaian alat peraga gerak manusia, jangan bayangkan peraga canggih ala museum sains di luar negeri, yang ini manual semua, menggunakan tuas dan gir tentunya&#8230;</p>
<p>Kemudian akan kita temukan patung dada opa-opa Belanda, yang dengan bodohnya saya lupa mencatat siapakah opa itu&#8230;sudah kadung keburu terkesima dan terlempar bernostalgia bersama potongan-potongan jasad di sana. Mungkin beliau bapak anatomi di zaman sekolah dokter dahulu di Batavia? mungkin&#8230;Di sisi kanan kita bisa temukan patung-patung bagian tubuh manusia, dan berbagai kelainannya, hingga contoh bentuk tubuh yang terkena penyakin, seperti lepra misalnya&#8230;</p>
<p>Selain itu kita bisa melihat beberapa jasad hewan yang sudah diawetkan, bukan secara taxidermy ala museum biologi, Bogor&#8230;semua dalam tabung formaldehyde&#8230;mulai dari yang janin hingga kepala kelelawar raksasa, yang saya sempat kira kepala orang utan, lengkap dengan tangannya yang mengelantung&#8230;bodoh&#8230;Setelah itu, kita akan menemukan satu lemari besar berisikan manusia lengkap, tetapi hanya berupa syaraf dan beberapa organ tubuhnya, dan oh ya ada juga ada satu buah kerangka gorilla, yang dibuat berdiri tegak layaknya manusia&#8230;</p>
<p><a href="http://cikibawawaw.files.wordpress.com/2010/03/museanatomie2.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-218" title="MuseAnatomie2" src="http://cikibawawaw.files.wordpress.com/2010/03/museanatomie2.jpg?w=300&#038;h=109" alt="" width="300" height="109" /></a></p>
<p>Nah mari kita beralih ke ruangan yang lebih besar, ruangan yang tadi saya sibuk bahas&#8230;Di sayap sebelah sini, sebagian besar lemari pajang berisikan potongan-potongan tubuh manusia, organ dalam, hingga jasad bayi mulai fase janin hingga siap dilahirkan. Ada juga beberapa kasus dimana bayi/janin berupa bayi kembar, bayi yang mengalami gigantisme, dan lain-lainnya.</p>
<p>Sebenarnya nggak terlalu tega juga rasanya kalau sekarang lihat jasad-jasad bayi-bayi ini, lebih baik lihat kepala-kepala manusia dewasa yang entah mengapa di taruh di rak bagian paling bawah, mungkin karena seram?, sepertinya begitu&#8230;Porsi jasad bayi rasanya lebih banyak ketimbang jasad potongan tubuh/organ manusia dewasa di ruangan ini&#8230;</p>
<p><a href="http://cikibawawaw.files.wordpress.com/2010/03/museanatomie1.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-217" title="MuseAnatomie1" src="http://cikibawawaw.files.wordpress.com/2010/03/museanatomie1.jpg?w=300&#038;h=109" alt="" width="300" height="109" /></a></p>
<p>Ada juga koleksi tengkorak dari berbagai penjuru nusantara, malah ada tengkorak, yang masih lengkap dengan hidungnya, sepertinya berasal dari Papua. Sayangnya mereka hanya ditaruh begitu saja, layaknya kita pergi ke museum pembunuhan masal, korban Khmer Merah, di Kamboja. Oh ya yang rada nggak nyambung, ada juga koleksi lampu tabung X-Ray dari zaman dahulu dan mesin stensil, yang dulu pernah dipakai di sekolah dokter dulu&#8230;</p>
<p>Sebenarnya museum ini sangat menarik, terlepas kalian seperti saya yang suka melihat &amp; mempelajari organ tubuh manusia, dan terlepas kalian penakut atau tidak. Sayangnya walaupun jauh lebih bersih dan tidak sesuram yang saya ingat, beberapa sisi ruangan bocor, hingga terasa lengket jika berjalan di sana, saya sudah nggak berani membayangkan apakah lengket karena jamur atau tercampur dengan cairan formalin plus “sesuatu” di dalamnya itu&#8230;Yang terang sepatu saya jadi kesat sesudahnya&#8230;</p>
<p><a href="http://cikibawawaw.files.wordpress.com/2010/03/museanatomie31.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-220" title="MuseAnatomie3" src="http://cikibawawaw.files.wordpress.com/2010/03/museanatomie31.jpg?w=300&#038;h=109" alt="" width="300" height="109" /></a></p>
<p>Walaupun ini bukan museum untuk umum, tetapi tetap alangkah baiknya jika terdapat keterangan-keterangan penyerta di setiap displaynya, saya sampai gatal melihatnya dan capek tebak-tebak buah manggis, bagian tubuh apa ini-itu. Kaca-kaca baik lemari maupun tabung kaca penyimpan jasad juga tidak terawat, buram, berjamur..kalau kemarin ada lap dan Clear pasti saya sudah melap-lap ria di sana&#8230;</p>
<p>Saya sampai bertanya-tanya sebenarnya museum ini mendapatkan pos dana atau tidak dari Universitas Indonesia, yang kaya raya itu, yang sibuk membangun di nun Depok sana (perpustakaan baru, jalur sepeda baru, penangkaran rusa dan jalan tembus baru), karena terlihat tidak terawat&#8230;sayang sekali, terutama jika mengingat saat ini tidak semua mahasiswa kedokteran bisa melakukan praktik langsung membedah pada mayat, seperti senior-senior mereka dahulu, kecuali jika dia seorang mahasiswa spesialis bedah&#8230;Potongan-potongan jasad ini tentunya sangat berharga, untuk belajar. saya mau sebenarnya “membantu” mere-layout ataupun mendesain sign system buat museum “keren” seperti ini&#8230;</p>
<p>Tetapi, tetap saja saya sangat senang sekali dan bermaksud kembali kesana entah kapan,  sambil membawa tripod tentunya&#8230;</p>
<p>Tertarik?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cikibawawaw.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cikibawawaw.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cikibawawaw.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cikibawawaw.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cikibawawaw.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cikibawawaw.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cikibawawaw.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cikibawawaw.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cikibawawaw.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cikibawawaw.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cikibawawaw.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cikibawawaw.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cikibawawaw.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cikibawawaw.wordpress.com/216/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cikibawawaw.wordpress.com&amp;blog=4477264&amp;post=216&amp;subd=cikibawawaw&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cikibawawaw.wordpress.com/2010/03/09/asyiknya-bernostalgia-bersama-para-jasad/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d774a662a00b6f89d91f4cab4cd010a3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cikibawawaw</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cikibawawaw.files.wordpress.com/2010/03/museanatomie2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">MuseAnatomie2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cikibawawaw.files.wordpress.com/2010/03/museanatomie1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">MuseAnatomie1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cikibawawaw.files.wordpress.com/2010/03/museanatomie31.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">MuseAnatomie3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ninotchka (1939) [Spoiler Alert!]</title>
		<link>http://cikibawawaw.wordpress.com/2010/03/03/ninotchka-1939-spoiler-alert/</link>
		<comments>http://cikibawawaw.wordpress.com/2010/03/03/ninotchka-1939-spoiler-alert/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Mar 2010 12:09:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cikibawawaw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Resensi]]></category>
		<category><![CDATA[spoiler]]></category>
		<category><![CDATA[film klasik]]></category>
		<category><![CDATA[greta garbo]]></category>
		<category><![CDATA[masa kecil]]></category>
		<category><![CDATA[ninotchka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cikibawawaw.wordpress.com/?p=212</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin, sambil mencari cari DVD di kamar adik saya, karena sudah mulai kehabisan tontonan, saya menemukan DVD Ninotchka di kamarnya, sudah sempat mau ngomel sedikit, karena saya menyangka adik saya meminjam DVD saya tanpa bilang, tetapi ternyata dia baru beli di Mal tadi, sedikit malu, tetapi sebagai seorang kakak rasanya tidak mungkinlah kelihatan malu di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cikibawawaw.wordpress.com&amp;blog=4477264&amp;post=212&amp;subd=cikibawawaw&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:arial;">Kemarin, sambil mencari cari DVD di kamar adik saya, karena sudah mulai kehabisan tontonan, saya menemukan DVD Ninotchka di kamarnya, sudah sempat mau ngomel sedikit, karena saya menyangka adik saya meminjam DVD saya tanpa bilang, tetapi ternyata dia baru beli di Mal tadi, sedikit malu, tetapi sebagai seorang kakak rasanya tidak mungkinlah kelihatan malu di depan adik hehehehe, <em>anyway</em>&#8230;</span></p>
<p><span style="font-family:arial;">Ninotchka!, Ninotchka!, Ninotchka!&#8230;begitulah opening trailer dari film klasik ini&#8230;plus embel-embel dari sang <em>announcer</em>, dengarkan [Greta] Garbo tertawa, kenapa pakai klaim ini? karena ini adalah film komedi pertama Greta Garbo, dan Garbo selalu memainkan peran-peran serius dalam film-film terdahulunya.</span></p>
<span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://cikibawawaw.wordpress.com/2010/03/03/ninotchka-1939-spoiler-alert/"><img src="http://img.youtube.com/vi/3E6rdGulgsc/2.jpg" alt="" /></a></span>
<p><span style="font-family:arial;">Saya pertama kali menonton film ini, semasa sekolah dasar dahulu. Salah satu kegemaran dikeluarga saya adalah menonton film, terutama film betamax/NTSC, sebelum masuknya VHS dan LD. Satu waktu, sepulangnya dari perjalanan keluar negeri, kakek saya membawa pulang film berformat NTSC, yah film Ninotchka ini. Dan karena film ini termasuk film yang &#8220;aman&#8221; untuk dikonsumsi segala usia, paling banter hanya aturan untuk &#8220;tutup mata&#8221; jika ada bagian ciumannya hehehehehe&#8230;Jadilah kita menonton bersama-sama film ini&#8230;dan dimulailah kisah &#8220;cinta&#8221; saya ke Greta Garbo.</span></p>
<p><a href="http://imageshack.us/"><img src="http://img146.imageshack.us/img146/611/ninotchkaat0.jpg" border="0" alt="Image Hosted by ImageShack.us" /></a></p>
<p><span style="font-family:arial;">Ninotchka sendiri menggambarkan perbedaan antara komunisme dengan kapitalis, dari kaca mata barat [kapitalis]&#8230;Ceritanya begini, alkisah ada tiga orang perwakilan dari Soviet, kamerad Iranoff, kamerad Buljanoff, dan kamerad Kopalski, yang pergi ke Perancis dengan maksud menjual perhiasan milik keluarga Tsar, hasil penumbangan di masa Revolusi Russia 1917. Misi mereka ini terendus oleh Grand Duchess Russia, Swana , yang mengutus Count Leon d&#8217;Algout, untuk meraih kembali perhiasan-perhiasan tersebut, sebelum berhasil terjual, dan kembali kepangkuan keluarga Tsar. Dan segeralah sang Count Leon d&#8217;Algout, mendekati tiga utusan Soviet tersebut.</span></p>
<p><span style="font-family:arial;">Seiring berjalannya waktu, ketiga utusan Soviet tersebut, &#8220;terlena&#8221; dengan kenyamanan serta kemewahan gaya hidup kapitalis, berkat sang Count Leon d&#8217;Algout. Hal ini menyebabkan terlunta-luntanya proses penjualan perhiasan tersebut, dan membuat pemerintah Soviet mengirim seorang utusan bernama Ninotchka, yang bertugas untuk melancarkan proses penjualan, dan membawa kembali tiga orang utusan Soviet tersebut, kembali ke Uni Soviet.</span></p>
<p><span style="font-family:arial;">Ninotchka yang keras dan kaku, layaknya penggambaran agen-agen soviet dahulu, berusaha meluruskan kembali proses penjualan tersebut, walaupun akhirnya ikut tergoda oleh &#8220;indahnya&#8221; kapitalisme, dan jatuh hati kepada sang Count Leon d&#8217;Algout, akhir cerita? coba tonton sendiri atau baca direview-review di IMDB, Rotten Tomato, dan Wikipedia.</span></p>
<p><span style="font-family:arial;">Kenapa saya suka sekali film ini? satu, Greta Garbo yang cantik, menawan hati [ta-e-lah], dua, setting tentang Soviet, selain Soviet dan komunisnya saya waktu kecil tertarik dengan NAZI dan fasis-nya&#8230;ketiga, yah film bagus, hitam putih, dan komedi. Akhirnya, gara-gara film ini, saya mencintai film-film klasik sampai sekarang!</span></p>
<p><span style="font-family:arial;">Penasaran nonton? coba cari di rental DVD [Subtitle], cari di Mangga Dua [kalau malas beli aslinya] atau seperti saya beli aslinya, ada kok di Vision, dan bulan ini lagi sale kalo nggak salah&#8230;Selamat berburu&#8230;Selamat nonton.</span></p>
<p><span style="font-family:arial;">Oh ya review ini sudah pernah saya post di blog-blog saya lainnya&#8230;<br />
</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cikibawawaw.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cikibawawaw.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cikibawawaw.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cikibawawaw.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cikibawawaw.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cikibawawaw.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cikibawawaw.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cikibawawaw.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cikibawawaw.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cikibawawaw.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cikibawawaw.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cikibawawaw.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cikibawawaw.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cikibawawaw.wordpress.com/212/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cikibawawaw.wordpress.com&amp;blog=4477264&amp;post=212&amp;subd=cikibawawaw&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cikibawawaw.wordpress.com/2010/03/03/ninotchka-1939-spoiler-alert/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d774a662a00b6f89d91f4cab4cd010a3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cikibawawaw</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://img146.imageshack.us/img146/611/ninotchkaat0.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Image Hosted by ImageShack.us</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Beetlejuice (1988) [Spoiler Alert!]</title>
		<link>http://cikibawawaw.wordpress.com/2010/03/01/beetlejuice-1988-spoiler-alert/</link>
		<comments>http://cikibawawaw.wordpress.com/2010/03/01/beetlejuice-1988-spoiler-alert/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2010 03:43:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cikibawawaw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Resensi]]></category>
		<category><![CDATA[spoiler]]></category>
		<category><![CDATA[beetleuice]]></category>
		<category><![CDATA[harry belafonte]]></category>
		<category><![CDATA[michael keaton]]></category>
		<category><![CDATA[tim burton]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cikibawawaw.wordpress.com/?p=201</guid>
		<description><![CDATA[Bagaimana kalau kamu mati, tetapi arwahmu karena satu dan lain hal tidak bisa pergi ke alam baka? dan kamu terpaksa tinggal disatu tempat saja selamanya? Alkisah sepasang suami-istri, Alex dan Barbara, meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan gara-gara seekor anjing? dan mobil mereka terjun ke sungai? Dan lebih sialnya arwah mereka hanya bisa menempati rumah mereka, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cikibawawaw.wordpress.com&amp;blog=4477264&amp;post=201&amp;subd=cikibawawaw&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bagaimana kalau kamu mati, tetapi arwahmu karena satu dan lain hal tidak bisa pergi ke alam baka? dan kamu terpaksa tinggal disatu tempat saja selamanya?</p>
<p>Alkisah sepasang suami-istri, Alex dan Barbara, meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan gara-gara seekor anjing? dan mobil mereka terjun ke sungai?</p>
<p>Dan lebih sialnya arwah mereka hanya bisa menempati rumah mereka, tanpa bisa keluar dari rumah mereka? dan ini ditambah lagi dengan datangnya keluarga baru yang membeli dan menempati rumahmu, seraya merombak total rumahmu?</p>
<span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://cikibawawaw.wordpress.com/2010/03/01/beetlejuice-1988-spoiler-alert/"><img src="http://img.youtube.com/vi/7FmiA7gGnvY/2.jpg" alt="" /></a></span>
<p>Sangat menyebalkan tentunya&#8230;dan berhubung Alex dan Barbara sepasang hantu pemula, belum mahir untuk membuat takut penghuni baru rumah mereka, sehingga tidak dapat mengusir keluarga penghuni baru, keluarga Deetzes, keluar dari rumah mereka.</p>
<p><a href="http://imageshack.us/"><img src="http://img329.imageshack.us/img329/57/beetlejuicexq6.jpg" alt="" /></a></p>
<p>Dan ini membuat mereka mencari bantuan hantu lain lagi untuk membantu mereka mengusir keluarga Deetzes&#8230;dengan bantuan Betelgeuse, sang &#8220;bio-exorcist&#8221; freelancer, yang sangat urakan&#8230;bagaimana akhirnya?, coba pinjam dirental DVD, atau membeli DVD atau VCD keluaran Vision. Saya sih pertama kali menonton ini SMP, kelas satu rasanya, dari Laser Disc rentalan dari Mirusa, Guntur. Dan kalau tidak salah, kita terus-menerus memperpanjang film ini, sehingga rasanya hampir mengelotok scene film ini di otak saya dan sepupu-sepupu saya.</p>
<p>Mengapa royal sekali saya memberikan bintang untuk film ini? Karena film ini membuka mata saya kebanyak hal&#8230;mulai dari mengenal Tim Burton, dan mulai memujanya hingga kini&#8230;tabik Tim!&#8230;Jatuh cinta akan kecantikan dan kegelapan Winona Ryder, jauh sebelum gonjang-ganjing kehidupan asmaranya dengan Johnny Depp&#8230;Semakin Gothik Winona semakin menarik dia dimata saya waktu SMP dulu. Dan sepertinya naluri saya tidak pernah meleset, sama seperti Nat Portman di Leon dan Mila di Train To Kathmandu&#8230;</p>
<p><a href="http://imageshack.us/"><img src="http://img99.imageshack.us/img99/3912/lydiavi4.jpg" alt="" /></a></p>
<p>Dan yang terakhir, yang paling penting adalah, saya mengenal Harry Belafonte!, penyanyi bergenre Calypso/Carribean Folk/vokal, yang tentunya asing ditelinga anak SD/SMP, yang membuat saya mengumpulkan duit, untuk membeli kaset soundtracknya di Duta Suara, walaupun harus membeli kaset keluaran impor. Yang untuk masa itu termasuk mahal, berhubung tidak tersedianya kasetnya yang buatan lokal.</p>
<p>Ada dua buah lagu besutan Belafonte di film ini, pertama di scene makan malam, lagu Banana Boat Song, atau yang dikenal sebagai Day-O!</p>
<span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://cikibawawaw.wordpress.com/2010/03/01/beetlejuice-1988-spoiler-alert/"><img src="http://img.youtube.com/vi/cdarzAOvLXM/2.jpg" alt="" /></a></span>
<span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://cikibawawaw.wordpress.com/2010/03/01/beetlejuice-1988-spoiler-alert/"><img src="http://img.youtube.com/vi/mVN-5-I5iBo/2.jpg" alt="" /></a></span>
<p>Dan &#8220;Jump In The Line&#8221; yang menjadi lagu penutup film ini. Dan lagu ini pulalah yang menbuat saya semakin tergila-gila dengan Winona. Lihat, lucukan Winona di sini?</p>
<p>Oh ya, tahun lalu Neca, produser mainan action figure yang banyak membuat karakter dari film-film terkemuka, membuat dua buah mainan karakter Beetjuice ini, gawat memang&#8230;harus punya nih&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cikibawawaw.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cikibawawaw.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cikibawawaw.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cikibawawaw.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cikibawawaw.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cikibawawaw.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cikibawawaw.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cikibawawaw.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cikibawawaw.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cikibawawaw.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cikibawawaw.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cikibawawaw.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cikibawawaw.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cikibawawaw.wordpress.com/201/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cikibawawaw.wordpress.com&amp;blog=4477264&amp;post=201&amp;subd=cikibawawaw&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cikibawawaw.wordpress.com/2010/03/01/beetlejuice-1988-spoiler-alert/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d774a662a00b6f89d91f4cab4cd010a3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cikibawawaw</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://img329.imageshack.us/img329/57/beetlejuicexq6.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://img99.imageshack.us/img99/3912/lydiavi4.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Antara Nyi Tjondrolukito, Connie Francis dan Hava Nageela, Musik dan Saya</title>
		<link>http://cikibawawaw.wordpress.com/2010/03/01/antara-nyi-tjondrolukito-connie-francis-dan-hava-nageela-musik-dan-saya/</link>
		<comments>http://cikibawawaw.wordpress.com/2010/03/01/antara-nyi-tjondrolukito-connie-francis-dan-hava-nageela-musik-dan-saya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2010 02:57:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cikibawawaw</dc:creator>
				<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[calypso]]></category>
		<category><![CDATA[farid hardja]]></category>
		<category><![CDATA[harry belafonte]]></category>
		<category><![CDATA[hava nageela]]></category>
		<category><![CDATA[nyi tjondrolukito]]></category>
		<category><![CDATA[waldjinah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cikibawawaw.wordpress.com/?p=188</guid>
		<description><![CDATA[Orang kedua yang secara tidak langsung membentuk selera musik saya, selain ibu saya adalah, tidak lain tidak bukan nenek saya, oma, ibu dari ibu saya. Bicara selera musik, oma saya ini mempunyai selera musik yang lumayan beragam, walaupun sebagian besar selera musiknya tidak bisa masuk di telinga saya hehehe&#8230; Ketika saya SMP dan SMA, saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cikibawawaw.wordpress.com&amp;blog=4477264&amp;post=188&amp;subd=cikibawawaw&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Orang kedua yang secara tidak langsung membentuk selera musik saya, selain ibu saya adalah, tidak lain tidak bukan nenek saya, oma, ibu dari ibu saya.</p>
<p>Bicara selera musik, oma saya ini mempunyai selera musik yang lumayan beragam, walaupun sebagian besar selera musiknya tidak bisa masuk di telinga saya hehehe&#8230; Ketika saya SMP dan SMA, saya dititipkan oleh orang tua saya kepada oma dan opa saya untuk tinggal bersama mereka, berhubung sekolah saya lumayan jauh jaraknya dengan rumah kedua orang tua saya, walaupun sebenarnya hanya satu setengah jam perjalanan dari rumah saya, menuju sekolah.</p>
<p>Nah karena saya beruntung bisa tinggal bersama mereka ini, saya jadi tanpa sadar terbiasa mendengar berbagai macam jenis musik, yang jauh dengan jenis musik yang biasa didengar oleh anak seusia saya. Di saat kawan-kawan saya mendengarkan musik dengan kiblat <em>American Top Ten</em>-nya Cassey Kasem, ataupun acara musik <em>Rocket</em>, asuhan Jeffrey Waworuntu dan Gladys Suwandi, saya mendapatkan pelajaran lebih dengan mendengarkan musik-musik lain, musik-musik selera oma saya, mulai dari kroncong, country, calypso, dangdut hingga dangdut yang mulai rada-rada house mix.</p>
<p>Bagaimana bisa? karena kamar saya dan kamar oma saya ini letaknya berseberangan, hanya dipisahkan dengan halaman belakang rumah, sehingga musik apapun yang ia pasang dari radio tapenya, tentunya saya tercekoki dengan sendirinya. Dan mungkin sebaliknya, tanpa sengaja saya mencekoki oma saya itu, mulai dari Duran-Duran, hingga Metallica, Guns N Roses&#8230;lumayanlah dibandingkan Hank Williams, Connie Francis, Obbie Mesakh, Rama Aiphama, dan lain-lain.</p>
<p><a href="http://cikibawawaw.files.wordpress.com/2010/03/oma.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-195" title="Oma" src="http://cikibawawaw.files.wordpress.com/2010/03/oma.jpg?w=300&#038;h=104" alt="" width="300" height="104" /></a></p>
<p>Yah paling tidak jika saya berkaraoke dengan teman-teman yang cenderung milih lagu-lagu Indonesia pop era 80an itu, saya tidak terlalu asing bahkan bisa ikut menyanyikan satu dua bait dari lagu-lagu ini hahahaha, apalagi kalau lagu-lagu Farid Hardja, salah satu playlsit populer kalau berkaraoke tentunya, “Aku Rindu”, “Romantika D’Amor”, lagu-lagu klasik karaoke itu hehehe, apalagi kalau melihat video klipnya hahaha, benar-benar klasik.</p>
<span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://cikibawawaw.wordpress.com/2010/03/01/antara-nyi-tjondrolukito-connie-francis-dan-hava-nageela-musik-dan-saya/"><img src="http://img.youtube.com/vi/E9TeVeodwU4/2.jpg" alt="" /></a></span>
<p>Tapi bukan untuk faktor lucu-lucuan belaka, berbagai jenis musik yang ditularkan oma saya membuat saya toleran dan belajar mendengarkan berbagai macam jenis musik hingga kedetail-detailnya. Salah satu berkahnya adalah, saya menjadi terbiasa mendengarkan musik gending Jawa dan kroncong.</p>
<p>Soal musik gending Jawa ini, ada sedikit cerita. Dahulu ketika saya kecil, rumah oma saya ini seringkali didatangi oleh pemusik jalanan, yang membawakan lagu-lagu tradisional seperti Walang Kekek, Ande-ande Lumut, dan lainnya. Terakhir kali ibu-ibu sinden keliling ini datang ke rumah mereka, seingat saya tiga-empat tahun yang lampau, setelah oma saya meninggal dunia. Omapun sebenarnya sering juga menyanyikan lagu-lagu seperti yang dinyanyikan sinden itu ke kami, cucu-cucunya yang “transit” di rumahnya.</p>
<p>Jadi saya sangat tidak asing dengan suara Waldjinah dan Nyi Tjondrolukito, serta lagu-lagu dari Gesang&#8230;dan terkadang saya masih suka mendengarkannya dari iPod saya lagu-lagu mereka ini&#8230;</p>
<p>Selain lagu-lagu klasik lokal, oma juga membuat saya terbuka mendengarkan lagu-lagu lokal, mulai dari Koes Plus, hingga yang terhitung baru seperti Ermy Kulitt. Lumayan lah katalog musik lokal saya hingga kini, paling tidak dibandingkan dengan teman-teman sekolah lainnya.</p>
<p>Tapi ada satu lagi penyanyi yang walaupun bukan dari oma saya, saya mengenalnya, tapi karena koleksi kaset oma saya ini membuat saya mengenal lagu-lagu lainnya selain lagunya yang berjudul Banana Boat Song (Day-O), Harry Belafonte, sang master Calypso. Belafonte sendiri saya kenal semenjak saya SD, ketika saya menonton film Beetlejuice, dimana dua lagu Harry Belafonte menjadi illustrasi di film tersebut. Mungkin faktor Tim Burton dengan filmnya yang gelap dan aneh, plus faktor Winona Ryder yang menawan, perempuan muda, aneh nan-spooky, dan scene film yang memorable dengan illustrasi lagu Day-O, membuat saya tertarik dengan Belafonte.</p>
<span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://cikibawawaw.wordpress.com/2010/03/01/antara-nyi-tjondrolukito-connie-francis-dan-hava-nageela-musik-dan-saya/"><img src="http://img.youtube.com/vi/6AjovHGK-TA/2.jpg" alt="" /></a></span>
<p>Ternyata ketika saya tinggal bersama oma saya ini, sambil mengobrak-abrik koleksi kasetnya yang tersusun rapih seperti toko kaset terkemuka di jalan Sabang ini, saya menemukan kaset berisikan lagu-lagu terbaik Belafonte. Dan semenjak itu saya mencintai Belafonte.</p>
<p>Belafonte sendiri tidak hanya menyanyikan lagu-lagu berirama Calypso, tetapi juga lagu-lagu lainnya hingga lagu rakyat Yahudi, Hava Nagela. Jadi semakin banyak perbendaharaan lagu saya, dan semakin toleran saya mendengarkan berbagai jenis lagu, walaupun musik-musik selera oma banyak yang masuk kategori “kampungan” untuk beberapa orang hehehe&#8230; Jadi rasanya tidak heran kalau saya suka mendengarkan lagu klasik India, yang rada mirip dengan musik-musik dangdut ini.</p>
<p>Banyaknya koleksi kaset oma saya ini yang juga membuat saya hobi mengumpulkan kaset, yang kemudia berlanjut ke CD, dan sekarang dalam format MP3. Sayang sekali ketika beliau masih hidup, pemutar MP3 portable belum ada di pasaran, masih hanya bisa didengarkan melalui pemutuar di komputer. Saya rasa iPod akan menjadi benda wajib tenteng oma saya hehehe. Bahkan seingat saya baru di tahun-tahun terakhir hidupnya oma saya akhirnya mengenal kategori CD musik, walaupun sudah sejak lama mereka memiliki pemutar Laser Disc, yang bisa juga dipergunakan untuk memutar CD audio, di tengah tahun 80an, semenjak opa saya membelikan <em>mini compo</em> yang lengkap dengan pemutar CDnya.</p>
<p>Jadi ingat bagaimana paniknya oma saya ketika pemerintah mengalakan anti CD bajakan, sedangkan hampir sebagian besar CD koleksinya berupa bajakan, hasil berbelanja dalam hobi belanjanya di Mangga Dua dulu&#8230;hehehehe Hingga keluar titah sang oma, untuk mengeluarkan semua CD yang ada di CD changger di mobil oma saya, berhubung dia takut distop polisi ditengah jalan untuk razia CD bajakan.</p>
<p>Sibuklah saya mencarikan CD-CD nostalgia untuk oma saya, hingga ke jalan Surabaya, karena tidak mudah mencari CD “antik” selera oma saya ini&#8230;</p>
<p>Lucu memang ternyata bagaimana selera oma yang tidak sampai 15% masuk di telinga saya, tetapi pelajaran berharga yang saya dapat adalah saya menjadi toleran dengan segala macam musik, termasuk yang banyak orang mengkategorikannya kampungan itu hehehe&#8230;</p>
<p>Jadi kangen saya dengan oma saya ini&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cikibawawaw.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cikibawawaw.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cikibawawaw.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cikibawawaw.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cikibawawaw.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cikibawawaw.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cikibawawaw.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cikibawawaw.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cikibawawaw.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cikibawawaw.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cikibawawaw.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cikibawawaw.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cikibawawaw.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cikibawawaw.wordpress.com/188/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cikibawawaw.wordpress.com&amp;blog=4477264&amp;post=188&amp;subd=cikibawawaw&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cikibawawaw.wordpress.com/2010/03/01/antara-nyi-tjondrolukito-connie-francis-dan-hava-nageela-musik-dan-saya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d774a662a00b6f89d91f4cab4cd010a3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cikibawawaw</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cikibawawaw.files.wordpress.com/2010/03/oma.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Oma</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hirst, Hagens, Jesse James dan Resusci Anne</title>
		<link>http://cikibawawaw.wordpress.com/2010/02/28/hirst-hagens-jesse-james-dan-resusci-anne/</link>
		<comments>http://cikibawawaw.wordpress.com/2010/02/28/hirst-hagens-jesse-james-dan-resusci-anne/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Feb 2010 15:12:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cikibawawaw</dc:creator>
				<category><![CDATA[fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[seni]]></category>
		<category><![CDATA[cetak muka]]></category>
		<category><![CDATA[damien hirst]]></category>
		<category><![CDATA[death mask]]></category>
		<category><![CDATA[gunther von hagens]]></category>
		<category><![CDATA[jenazah]]></category>
		<category><![CDATA[jesse james]]></category>
		<category><![CDATA[kenangan]]></category>
		<category><![CDATA[topeng kematian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cikibawawaw.wordpress.com/?p=168</guid>
		<description><![CDATA[Ngomong-ngomong soal foto jenazah, seperti postingan saya di blog saya yang satu lagi itu, saya sempat nyasar, menemukan situs yang berisikan koleksi foto-foto jenazah, yang dikumpulkan dari beberapa rumah duka, kalau tidak salah dari awal abad lalu, abad 20. Menarik rasanya melihatnya, terlebih melihat cara mendandani terakhir sang almarhum, mulai dari anak-anak hingga orang tua. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cikibawawaw.wordpress.com&amp;blog=4477264&amp;post=168&amp;subd=cikibawawaw&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ngomong-ngomong soal foto jenazah, seperti <a href="http://dandostawawa.wordpress.com/2010/02/28/vg/">postingan</a> saya di blog saya yang satu lagi itu, saya sempat nyasar, menemukan situs yang berisikan <a href="http://www.paulfrecker.com/collections.cfm?&amp;pagetype=library&amp;typeID=1&amp;ShowStart=1&amp;ShowEnd=8&amp;myPage=1">koleksi foto-foto jenazah</a>, yang dikumpulkan dari beberapa rumah duka, kalau tidak salah dari awal abad lalu, abad 20. Menarik rasanya melihatnya, terlebih melihat cara mendandani terakhir sang almarhum, mulai dari anak-anak hingga orang tua. Nah, foto-foto jenazah ini banyak terjadi di era Victoria, mengingat tingginya tingkat kematian <a href="http://www.antiquephotoalbum.nl/preview/">anak-anak</a> pada era ini. Dan salah satu cara terbaik untuk menyimpan kenangan ini dengan melakukan foto jenazah (<em>post mortem picture</em>), dan lebih gilanya lagi, rata-rata mereka membentuk suatu <em>scene</em> dimana jenazah diatur sedemikian rupa, berpose layaknya orang yang masih hidup, bersama anggota keluarganya yang masih hidup.</p>
<p><a href="http://cikibawawaw.files.wordpress.com/2010/02/post-mortem1.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-176" title="Post Mortem" src="http://cikibawawaw.files.wordpress.com/2010/02/post-mortem1.jpg?w=300&#038;h=116" alt="" width="300" height="116" /></a></p>
<p>Oh ya kalau kamu tidak suka/merasa ngeri/merasa tidak nyaman melihat jenazah sebaiknya embed-an youtube di bawah ini nggak usahlah dilihat&#8230;</p>
<span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://cikibawawaw.wordpress.com/2010/02/28/hirst-hagens-jesse-james-dan-resusci-anne/"><img src="http://img.youtube.com/vi/D7B3x0fW6xM/2.jpg" alt="" /></a></span>
<p>Saya memang tertarik dengan jenazah, tubuh manusia semenjak saya kecil dulu. Seingat saya, tante saya yang menjadi pengajar di bagian histologi Universitas Indonesia, pernah mengajak saya melihat pameran anatomi manusia yang menampilkan potongan tubuh manusia lengkap yang diiris tipis-tipis dan display layaknya sample sel dalam plat kaca untuk diteropong mikroskop. Dan seingat saya lagi, di FKUI terdapat ruangan penyimpanan organ-organ manusia yang telah diawetkan, bersama dengan model-model tubuh manusia, mulai kerangka tubuh manusia, hingga model fase kusta. Seperti layaknya masuk kedalam museum yang berisikan curious objects. Saya yang SD atau SMP, lupa saya, terkesima melihat tengorang dengan bekas luka tembak di pelipis, atau beberapa tabung berisikan fase-fase terbentuknya janin, hingga bayi-bayi abnormal.</p>
<p>Yang membuat saya terkesima adanya sepotong telapak tangan manusia korban kapal <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Musibah_KMP_Tampomas_II">Tampomas II</a> yang tenggelam di perairan Jawa dahulu, yang seingat saya ditaruh kedalam stoples plastik, berisi cairan pengawet, layaknya kue-kue kering lebaran. Takutkah saya? perasaan saya tidak tuh, rasanya saya ingin kembali lagi, dan membuat saya sempat tertarik untuk menjadi dokter. Mungkin kalau dulu saya tidak mengangap pelajaran eksakta menjemukan, serta mengerikan, saya rasa saya sudah menjadi seorang ahli bedah, tidak menjadi seorang desainer seperti saya sekarang ini.</p>
<p>Bicara bagian tubuh yang manusia yang diawetkan, ada dua orang seniman yang “hobi” mempergunakan jasad baik manusia maupun hewan sebagai medium berkaryanya. Yang pertama, <a href="http://www.damienhirst.com/">Damien Hirst</a>. Saya pertama kali melihat karyanya di salah satu artikel Newsweek atau Time, kalau tidak salah karyanya yang berupa sekor Ikan Hiu yang diawetkan kedalam kotak kaca penuh dengan formalin. Nah Damien seringkali memebelah-belah bangkai hewan, dan memamerkannya secara terpisah-pisah. Adakalanya ia merangkai bagian-bagian tubuh hewan tersebut menjadi sebuah bentuk fantasi dan memberi tajuk pamerannya dengan nama “<em>Beautiful Inside My Head Forever</em>”, dimana salah satunya ia memberi seekor babi sayap dan memberi tajuk “<em>Pigs Might Fly</em>”.</p>
<p><a href="http://cikibawawaw.files.wordpress.com/2010/02/damien.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-170" title="Damien" src="http://cikibawawaw.files.wordpress.com/2010/02/damien.jpg?w=300&#038;h=116" alt="" width="300" height="116" /></a></p>
<p>Nah yang satu lagi sebenarnya sih bukan seniman, seorang doktor bernama Dr. Gunther von Hagens, seorang ahli anatomi yang berasal dari Jerman. Nah doktor yang satu ini menciptakan teknik pengawetan jaringan tubuh manusia, yang dikenal dengan metode plastinasi. Gunther, berbeda dengan Damien, lebih terasa kontroversial, karena ia memamerkan serangkaian tubuh manusia, organ dalam manusia secara utuh, yang ia dapat dari beberapa donor tubuh, yang telah ia plastinasi, dengan menyusunya membentuk pose-pose layaknya manusia hidup. Pamerannya yang bertajuk “<a href="http://www.bodyworlds.com/en.html"><em>Body Worlds</em></a>” mengundang kecaman dari berbagai negara, dari mulai unsur pemerintahan hingga para rohaniawan.</p>
<p><a href="http://cikibawawaw.files.wordpress.com/2010/02/gunther.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-171" title="Gunther" src="http://cikibawawaw.files.wordpress.com/2010/02/gunther.jpg?w=300&#038;h=116" alt="" width="300" height="116" /></a></p>
<p>Saya bukan nekrofilia, walaupun organ tubuh manusia/jenazah menarik saya hehehe&#8230;</p>
<p>Ngomong-ngomong soal jenazah lagi. Selain menggunakan medium fotografi, senagai alat untuk menyimpan kenangan terhadap orang yang kita kasihi, ada satu lagi cara untuk mengabadikannya, dengan membuat <a href="http://www.life.com/image/50699438/in-gallery/34802/12-creepy-death-masks">topeng kematian</a> sang almarhum. Setahu saya salah satu pahlawan nasional kita, Sutan Sjahrir, dibuatkan topeng kematiannya, ketika beliau wafat dipengasingan nun jauh di Swiss sana.</p>
<p>Yang menarik saya, topeng kematian jauh ada sebelum ditemukannya kamera, sehingga banyak sekali tokoh terkemuka, yang biasa saya temukan nama dan lukisan wajahnya dalam buku-buku sejarah. Dan melihatnya, seakan bertatap muka langsung dengan tokoh-tokoh terkemuka ini, mulai dari bangsawan hingga penemu dan seniman.</p>
<p>Bangsa Mesir kuno membuat topeng kematian yang dipasangkan di muka jenazah yah sudah dimumifikasi, dengan maksud untuk memperkuat roh dalam menjaga jiwa sang almarhum dari gangguan roh jahat. Salah satu topeng kematian bangsa Mesir kuno yang terkenal adalah topeng kematian Tuntakhamun yang terbuat dari emas bertahtakan permata. Nah topeng kematian Tuntakahmun inilah yang pertama kali membuat saya tertarik untuk mencari tahu tentang topeng kematian&#8230;</p>
<p><a href="http://cikibawawaw.files.wordpress.com/2010/02/death-mask.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-185" title="Death Mask" src="http://cikibawawaw.files.wordpress.com/2010/02/death-mask.jpg?w=300&#038;h=116" alt="" width="300" height="116" /></a></p>
<p>Di zaman yang lebih modern, sebelum adanya fotografi, selain sebagai memento bagi mereka yang ditinggalkannya, topeng kematian juga berfungsi untuk membantu polisi dalam mencari tahu identitas jenazah tak dikenal, yang bisa mereka tunjukan kepada sanak keluarga yang mencari anggota keluarganya yang hilang. Salah satu contohnya jenazah seorang <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/L%27Inconnue_de_la_Seine">wanita yang diketemukan di sungai Seine</a>, Perancis, karena dianggap berparas cantik, topeng kematian wanita ini dibuat duplikatnya, dan menjadi pajangan yang hip di rumah-rumah kelompok Bohemia di Paris. Oh ya, wajah wanita tak dikenal ini pula yang menjadi model boneka pelatihan CPR pertama, yang dikenal dengan nama <a href="http://www.laerdal.com/doc/7595233/Resusci-Anne-Basic-and.html">Resusci Anne</a>.</p>
<p>Nah, bebeapa tahun yang lampau saya pernah menemukan satu <a href="http://library.princeton.edu/libraries/firestone/rbsc/aids/C0770/index.html">website</a> yang mengumpulkan foto-foto topeng kematian, dan ada beberapa tokoh terkemuka diantara koleksinya. Mungkin jika suatu waktu saya berhasil berhadapan langsung dengan benda aslinya, sensasinya tentu akan jauh lebih dahsyat ketimbang melihat versi fotonya. Paling tidak seperti berhadapan langsung dengan sang tokoh. Tetapi tanpa berhadapan langsung pung dengan topeng-topeng itu, saya bisa melihat jelas wajah tokoh-tokoh terkemuka ini, seperti wajah George Washington, Abraham Lincoln, hingga tokoh-tokoh penjahat wild west, seperti <a href="http://www.undyingfaces.com/info/2008/09/01/jesse-james/">Jesse James</a>, karena wajah-wajah mereka ini hampir tidak pernah terlihat jelas dalam foto, kecuali Abraham Lincoln tentunya.</p>
<p>Menarik bukan?, terlebih lagi kita terkadang bisa melihat wajah asli mereka sehabis meregang maut, mengerikan sepertinya tetapi menarik&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cikibawawaw.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cikibawawaw.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cikibawawaw.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cikibawawaw.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cikibawawaw.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cikibawawaw.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cikibawawaw.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cikibawawaw.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cikibawawaw.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cikibawawaw.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cikibawawaw.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cikibawawaw.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cikibawawaw.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cikibawawaw.wordpress.com/168/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cikibawawaw.wordpress.com&amp;blog=4477264&amp;post=168&amp;subd=cikibawawaw&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cikibawawaw.wordpress.com/2010/02/28/hirst-hagens-jesse-james-dan-resusci-anne/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d774a662a00b6f89d91f4cab4cd010a3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cikibawawaw</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cikibawawaw.files.wordpress.com/2010/02/post-mortem1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Post Mortem</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cikibawawaw.files.wordpress.com/2010/02/damien.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Damien</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cikibawawaw.files.wordpress.com/2010/02/gunther.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Gunther</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cikibawawaw.files.wordpress.com/2010/02/death-mask.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Death Mask</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Musik dan Saya, Atau Bagaimana Saya Bisa Keracunan ABBA dan Nana?</title>
		<link>http://cikibawawaw.wordpress.com/2010/02/26/musik-dan-saya-atau-bagaimana-saya-bisa-keracunan-abba-dan-nana/</link>
		<comments>http://cikibawawaw.wordpress.com/2010/02/26/musik-dan-saya-atau-bagaimana-saya-bisa-keracunan-abba-dan-nana/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Feb 2010 16:04:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cikibawawaw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[abba]]></category>
		<category><![CDATA[masa kecil]]></category>
		<category><![CDATA[nana mouskouri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cikibawawaw.wordpress.com/?p=149</guid>
		<description><![CDATA[Berhubung baru saja dapat rezeki iPod 160GB baru, kado dari istri saya tercinta, selama dua bulan ini saya sedang rajin-rajinnya memasukan beberapa koleksi musik digital saya ke dalamnya. sejauh ini sih belum terlalu penuh-penuh amat, baru 24 ribu lagu, ini juga gara-gara saya rada obsesif kompulsif, kalau berurusan dengan koleksi MP3 saya, nggak bisa masuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cikibawawaw.wordpress.com&amp;blog=4477264&amp;post=149&amp;subd=cikibawawaw&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berhubung baru saja dapat rezeki iPod 160GB baru, kado dari istri saya tercinta, selama dua bulan ini saya sedang rajin-rajinnya memasukan beberapa koleksi musik digital saya ke dalamnya. sejauh ini sih belum terlalu penuh-penuh amat, baru 24 ribu lagu, ini juga gara-gara saya rada obsesif kompulsif, kalau berurusan dengan koleksi MP3 saya, nggak bisa masuk iPod kalau tidak komplit sealbum, padahal belum tentu juga saya mendengarkannya satu album penuh hehehe walaupun ada beberapa album yang hampir 95% lagu di dalamnya termasuk dahsyat, seperti Sgt. Peppers Lonely Hearts Club Band-nya The Beatles, Medusa-nya Annie Lennox, dan lain-lain.</p>
<p>Tapi sumpah kali ini saya bukan mau ngomongin iPod saya, apalagi maksudnya berpamer ria, bukan, bukan, sama sekali bukan&#8230;tetapi gara-gara kemarin, ketika saya menunggu istri saya pulang kantor, saya sempat ngobrol dengan ibu saya, mengenai musik (maksudnya lebih ke arah siapanya) apa yang dia suka, musik apa yang kakaknya suka, hingga musik apa yang disukai orang tuanya, yah oma dan opa saya itu&#8230;</p>
<p>Dan semakin mengerti mengapa bisa lumayan banyak jenis musik yang saya sukai, karena tanpa sadar mereka-merekalah orang-orang yang pertama meracuni selera musik saya yang lumayan beragam ini&#8230;</p>
<p>Dan ternyata seru juga menerka-nerka siapa-siapa saja orang yang bertanggung jawab dan jenis musik apa yang secara tidak sadar, mereka tanamkan kepada saya. Orang pertama yang bertanggung jawab tentunya, siapa lagi kalau bukan ibu saya&#8230;</p>
<p>Ibu saya sebenarnya rada ajaib juga selera musiknya, kalau dilihat dari karakter dirinya seperti apa, yang secara sadar mengaku kalau dirinya seorang hermit, penyendiri, obsesif kompulsif, dan asosial, kalau dibandingkan dengan kakaknya yang hiper-sosial hehehe&#8230; mengapa? karena ada dua musisi/penyanyi/band yang saya selalu ingat dari ibu saya ini, dan menurut saya rada kontradiktif antara mereka berdua ini, yang pertama ABBA, duo pasangan suami istri dari Swedia, yang menurut saya sangat pop, kalau nggak bisa dibilang rada disko, coba dengerin saja lagu mereka “Dancing Queen” yang kayaknya salah satu lagu wajib karaoke di seluruh Dunia, yang kalau kita menutup mata, sambil mendengarkan lagu ini, bisa-bisa kita serasa di tengah-tengah roller disco, lengkap dengan bola disko di tengah arenanya, atau lagu “Voulez Vouz” yang nenek moyangnya <em>Euro-Disco</em>, ala Ace of Base, yang kebetulan berasal dari negara yang sama&#8230;ngomong-ngomong apa yah hubungannya antara Swedia dan <em>Euro-Disco</em>?&#8230;mungkin kalau saya nemu jawabannya akan saya bahas kapan-kapan&#8230;</p>
<p><a href="http://cikibawawaw.files.wordpress.com/2010/02/abba1.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-153" title="ABBA" src="http://cikibawawaw.files.wordpress.com/2010/02/abba1.jpg?w=300&#038;h=157" alt="" width="300" height="157" /></a></p>
<p>Tetapi karena <em>Euro-Disco</em>nya ini, ABBA masuk dalam kategori musik ceria, dalam kamus musik saya&#8230;dan ini terbukti dengan setiap kali kita akan berjalan-jalan, bertamasya dengan berkendara mobil, ibu saya selalu memasang kaset mereka selama perjalanan&#8230;sampai-sampai kita menganggap ABBA adalah jalan-jalan&#8230;Walaupun sebenarnya ada beberapa lagu dari ABBA yang masuk kategori balada, menye-menye, tetapi sah rasanya mengkategorikan mereka ke musik ceria&#8230;</p>
<span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://cikibawawaw.wordpress.com/2010/02/26/musik-dan-saya-atau-bagaimana-saya-bisa-keracunan-abba-dan-nana/"><img src="http://img.youtube.com/vi/xFrGuyw1V8s/2.jpg" alt="" /></a></span>
<p>Dan gara-gara sempat menonton rekaman video klip mereka, lewat video rental betamax tentunya, saya sempat naksir berat dengan si pirang Agnetha, memang norak ternyata saya ketika TK hehehe</p>
<p>Nah yang rada kontradiktif, menurut saya loh, penyanyi favorit kedua ibu saya, Nana Mouskouri. Nana, walaupun masuk kategori penyanyi serba bisa, lintas aliran musik, bayangkan dia pop, pop Perancis, jazz, folk, dan lain-lain, karena dia multilangual, tetapi Nana Mouskouri yang mengingatkan saya kepada ibu saya adalah Nana sang biduan folk. Malah kalau mau jujur, Nana buat saya adalah Yunani, lengkap dengan bebunyian gitar ala Yunani. Sangat folk dan sangat <em>world music</em>. Sejujurnya saya tidak terlalu suka, tidak tahan malah dengan cara menyanyi folk yang terkadang bergetar ala yodeling, dan sampai sekarang pun musik Nana suka membuat saya merasa aneh, membuat saya terlempar ke per-tebingan Yunani, dan anehnya lengkap dengan kambing berbulu panjang, yang kayaknya nggak ada di Yunani.</p>
<p><a href="http://cikibawawaw.files.wordpress.com/2010/02/nana.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-156" title="Nana" src="http://cikibawawaw.files.wordpress.com/2010/02/nana.jpg?w=300&#038;h=157" alt="" width="300" height="157" /></a></p>
<p>Tetapi ternyata multi aliran musik Nana inilah yang nantinya membuat saya menjadi toleran terhadap berbagai jenis aliran musik, dan mencintai serta menyimak segala macam bebunyian yang ada dalam musik-musik yang nantinya masuk kategori world music ini&#8230;</p>
<p>Nana memukau saya, seiring waktu berjalan, bagaimana tidak?, Nana memiliki banyak sekali album, semenjak tahun 1964 hingga 2009!, rentang waktu yang tidak sebentar, dengan rentang katalog yang sangat panjang, 450 album menurut wikipaedia, untuk ukuran penyanyi solo, kembali lagi karena multi alirannya itu, dan tentunya multilangualnya itu, pantas saja Nana adalah penyanyi wanita dengan penjualan album terlaris sepanjang masa&#8230;</p>
<span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://cikibawawaw.wordpress.com/2010/02/26/musik-dan-saya-atau-bagaimana-saya-bisa-keracunan-abba-dan-nana/"><img src="http://img.youtube.com/vi/vklUhZZDk7Y/2.jpg" alt="" /></a></span>
<p>Banyaknya album Nana inilah yang membuat saya pusing hingga hari ini, mencari album Nana, yang di dalamnya terdapat lagu “Berceus”, yang menurut ibu saya adalah lagu pengantar tidur saya, ketika saya masih bayi dulu. Saya punya 18 album Nana, beberapa diantaranya versi digital, tetap saja saya belum menemukan “Berceus” versi Nana Mouskouri ini&#8230;Repotnya adalah, hingga akhir tahun 80an, semua rekaman kaset di Indonesia adalah versi bajakan, dan hampir 80%nya adalah kompilasi karya sang produser kaset yang mengeluarkan bajakan di Indonesia, sehingga untuk mengajak ibu saya mengingat judul kasetnya pun rasanya tiada gunanya.</p>
<p>Sebenarnya ada satu grup musik yang hingga saat ini menancap di hati saya, hasil ajaran dari ibu saya, The Beatles&#8230;nah yang ini rasanya saya harus membuat postingan khusus tentang mereka, dan dampaknya kepada selera musik saya&#8230;</p>
<p>Tetapi itu nanti dulu, lanjut ke orang-orang yang berjasa kepada saya&#8230;berikutnya, oma saya, ibu dari ibu saya&#8230;tetapi di postingan lanjutannya ya&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cikibawawaw.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cikibawawaw.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cikibawawaw.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cikibawawaw.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cikibawawaw.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cikibawawaw.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cikibawawaw.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cikibawawaw.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cikibawawaw.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cikibawawaw.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cikibawawaw.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cikibawawaw.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cikibawawaw.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cikibawawaw.wordpress.com/149/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cikibawawaw.wordpress.com&amp;blog=4477264&amp;post=149&amp;subd=cikibawawaw&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cikibawawaw.wordpress.com/2010/02/26/musik-dan-saya-atau-bagaimana-saya-bisa-keracunan-abba-dan-nana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d774a662a00b6f89d91f4cab4cd010a3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cikibawawaw</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cikibawawaw.files.wordpress.com/2010/02/abba1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">ABBA</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cikibawawaw.files.wordpress.com/2010/02/nana.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Nana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sekarang Giliran Waktu SD Saya Mendengar Mereka&#8230;</title>
		<link>http://cikibawawaw.wordpress.com/2009/08/29/sekarang-giliran-waktu-sd-saya-mendengar-mereka/</link>
		<comments>http://cikibawawaw.wordpress.com/2009/08/29/sekarang-giliran-waktu-sd-saya-mendengar-mereka/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Aug 2009 09:10:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cikibawawaw</dc:creator>
				<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[band aid]]></category>
		<category><![CDATA[culture club]]></category>
		<category><![CDATA[david bowie]]></category>
		<category><![CDATA[depeche mode]]></category>
		<category><![CDATA[freddie mercury]]></category>
		<category><![CDATA[harry belafonte]]></category>
		<category><![CDATA[pet shop boys]]></category>
		<category><![CDATA[phil collins]]></category>
		<category><![CDATA[sd]]></category>
		<category><![CDATA[the buggles]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cikibawawaw.wordpress.com/?p=144</guid>
		<description><![CDATA[Sebenarnyanya postingan ini sudah lama terposting di Multiply saya, tetapi berhubung sedang malas ber Multiply-ria, karena saking berantakannya, jadi perlahan-lahan pindahan ke sini&#8230; Ternyata asyik juga yah mengingat-ingat lagu-lagu yang mengingatkan suatu era dalam hidup, dan yang lebih asyiknya, melihat teman-teman saya mengingat-ingat lagu apa yang mereka dengar (ingat) waktu SMP…senangnya Walaupun sebenarnya banyak sekali [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cikibawawaw.wordpress.com&amp;blog=4477264&amp;post=144&amp;subd=cikibawawaw&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Sebenarnyanya postingan ini sudah lama terposting di Multiply saya, tetapi berhubung sedang malas ber Multiply-ria, karena saking berantakannya, jadi perlahan-lahan pindahan ke sini&#8230;</em></p>
<p>Ternyata asyik juga yah mengingat-ingat lagu-lagu yang mengingatkan suatu era dalam hidup, dan yang lebih asyiknya, melihat teman-teman saya mengingat-ingat lagu apa yang mereka dengar (ingat) waktu SMP…senangnya</p>
<p>Walaupun sebenarnya banyak sekali lagu-lagu yang mengingatkan saya akan masa ABG SMP dahulu, tapi ternyata cukup capai yah nulis sebanyak itu, sepuluh aja susah, dan lagi saya tidak merasa bisa bercerita (menulis) dengan baik dan benar. Tapi…yah sudah lah, “sharing” bodoh seperti ini menyenangkan juga ternyata dan ini membuat saya berpikir lagi…ayo buat lagi daftar lagu era berikutnya, SD? SMA? Apa TK dulu…?</p>
<p>SD dulu saja kali yah? Dan terpaksa menyortir lagi, hanya sepuluh lagu saja, biar tidak terlalu panjang. Hahahaha walaupun susah sekali, karena sebenarnya saya mulai “melek” lagu (musik) ketika saya SD…sekali lagi, tanpa urutan apapun…</p>
<p>1. Master And Servant: Depeche Mode, album Some Great Reward<br />
Sebenarnya Just Can’t Get Enough di masa SD saya, rasanya jauh lebih terkenal daripada lagu Master And Servant, karena jauh lebih catchy, dibandingkan dengan lagu ini. Lalu mengapa saya memilih lagu ini, karena inilah video klip pertama Depeche Mode yang saya lihat, di tengah tahun delapan puluhan.</p>
<p>Lagunya pun cukup aneh didengar telinga saya waktu itu, belum lagi drum machine yang menghentak kencang di awal-awal lagi, setelah acapella di awal lagu. Plus video klipnya, yang seperti layaknya video klip masa tersebut, New Wave tepatnya, ajaib, Martin Gore (atau Dave Gahan?) berguling ria di lantai, dililit kabel, dengan rambutnya berdiri, seperti ayam (karena dibleach putih), bergincu, dan dibalut baju kulit ketat hitam…wah sangat mencuri perhatian saya, diantara belantara video klip lainnya di dalam video beta kompilasi Top Pop, yang suka saya sewa dirental langanan saya itu. Bagaimana bisa saya tidak menggilai mereka dengan lagu dan klip ajaib seperti ini?</p>
<p>Some Great Reward sendiri buat saya pribadi, album yang dashyat, tentunya setelah saya mendengarkannya di tahun-tahun kemudian. Di awali oleh Something To Do, People Are People (yang sangat kekiri-kirian nuansanya), Somebody yang menyayat hati…dan Blasphemous Rumours, yang merupakan salah satu lagu andalan saya di playlist Depeche Mode saya, di ipod.</p>
<p>Dan Depeche Mode akhirnya menjadi satu diantara lima band/pemusik favorit saya hingga kini.</p>
<p>2. Love Kills: Freddie Mercury, soundtracknya Metropolis</p>
<p>Ahhh ini dia lagu yang membuat saya menjadi gila akan film Metropolisnya Fritz Lang. Lagi-lagi diperkenalkan oleh video Top Pop pinjaman dari rental video beta (bagaimana lagi, satu-satunya sarana pada era tersebut untuk menonton klip-klip dari luar sana, hanya lah ini).</p>
<p>Synthesizer di awal lagunya, irama lagunya yang merambat naik kemudian turun lagi. Plus vokal Freddie Mercury, yang tidak perlu di bahas lagi, drum machine, ya lagi-lagi drum machine yang kadang-kadang menghentak diantara falsetto-nya oom Freddie. Dan lebih menyenangkannya lagi, yaitu…klipnya mengambil potongan-potongan adegan dari film klasiknya Fritz Lang ini.</p>
<p>Sedikit cerita tentang mengapa saya jatuh cinta dengan Metropolis, Metropolis ini film produksi tahun 1927, garapan Fritz Lang, sutradara ternama dari Jerman. Metropolis sendiri adalah film B/W, bisu pula, tetapi sangat futuristik, memukau saya, sampai-sampai ketika pertama kali saya menontonya bareng Lala, saya sampai merinding dan ber standing ovation segala, ketika diputar pada acara Technogerma dulu. Mengapa jadi norak begini? Karena yah itu, dari menonton video klipnya Freddie Mercury ini (plus Radio Ga Ga yang juga mengambil ide dari film ini), saya berburu…mencari tahu, potongan dari film apa ini…sampai akhirnya tahu dari majalah dan buku-buku di perpustakan di IPC dan British Council…</p>
<p>Sebagai penghargaan saya atas lagu ini, dan film dashyat itu, Love Kills saya masukan kedalam list lagu yang saya (mainkan) putarkan di Manna Lounge, waktu ditodong ber Case Logic ria beberapa tahun yang lampau.</p>
<p>3. Always On My Mind: Pet Shop Boys, EP</p>
<p>Mengapa Always On My Mind?, kenapa juga tidak lagu mereka lainnya, seperti Suburbia, It’s A Sin, dan bukan lagu-lagu mereka lainnya? Kembali lagi ke Top Pop video beta yang saya pinjam dari rental. Selain lagunya sendiri yang kental sekali warna New Wave yang cenderung kearah musik dance, video klipnya juga cukup aneh buat saya yang masih SD. Neil Tennant dan Chris Lowe menyetir mobil, dengan penumpang tambahan seorang kakek-kakek di bangku belakang.</p>
<p>Dan buat saya mereka hebat, bisa mengubah lagu ini, yang sebenarnya lagu kelas oma-oma (yah benar oma-oma!, karena nenek saya suka Elvis, dan lagu ini sebenarnya dinyanyikan Elvis awalnya) menjadi lagu yang catchy, New Wave banget dan tentunya disko (dance) begini. Dan semakin mantap saya menggilai Pet Shop Boys sampai hari ini!.</p>
<p>4. The Chauffeur: Duran Duran, album Rio</p>
<p>Pertama kali mendengar lagu ini, bagian dari lagu ini tepatnya, membuat saya bertanya-tanya, lagu Duran Duran yang mana ini? Karena seperti layaknya ABG tahun delapan puluhan, pastinya mengenal dan suka dengan band yang bernama Duran Duran ini. The Chauffeur sendiri saya dengar ketika saya menonton video betanya Duran Duran yang berjudul Arena. Dan lebih hebatnya lagi, The Chauffeur ini cumin jadi ilustrasi musik di footage ketika mobil limousine yang mengantar Duran Duran keluar dari arena menuju lapangan terbang, hangar jet pribadi mereka. Tapi not-not pembuka lagu ini menghantui otak saya.</p>
<p>Repotnya lagi, video klipnya pun baru saya lihat dua tahun belakangan ini…dan zaman itu, tahun delapan puluhan susah sekali melihat klip-klip band-band di luar sana…dan repotnya, kaset-kaset yang beredar di masa ini, kaset yang tentunya bajakan, karena belum adanya regulasi anti pembajakan pada masa itu, adalah kaset-kaset yang berdasarkan kompilasi lagu-lagu karya band tersebut. Jadi misalnya kita mencari kaset yang berisi hanya satu album saja, Rio misalnya, lebih sedikit dibandingkan dengan kalau kita mau membeli kaset yang berjudul, the best of…dan seperti layaknya orang kebanyakan di sini, mengapa harus beli yang satu album, yang isinya tidak semua lagu yang “bagus”, kalau ada yang the best of-nya.</p>
<p>Dan repotnya, The Chauffeur, bukanlah sebuah lagu yang “bagus” (terkenal) untuk ukuran sini. Damn!</p>
<p>Irama dan tempo dari lagu The Chauffeur sendiri sangat mengelitik (kalau tidak bisa dibilang menampar) saya, belum lagi vokal di bagian “…Sing Blue Silver” yang di video Arena rada-rada haunting rasanya. Damn! Walaupun cara menyanyi Simon LeBon yang kenes, tapi tetap saja ter-haunting-haunting saya dibuatnya.</p>
<p>Dan semakin menderitalah meja-meja di kelas saya, saya coret-coretin logo Duran Duran, pakai tip ex hehehehe, sebagai “tanda” nge-fansnya saya kepada mereka. Dan berbahagialah abang-abang penjual poster di Blok M, karena posternya saya beliin terus, hehehe</p>
<p>5. Video Killed The Radio Star: The Buggles, album The Age Of Plastic</p>
<p>Sampai sekarang saya lebih suka lagu ini yang versi mereka, bukan yang versi terakhir, versinya President Of The United States of America, soundtrack dari Wedding Singer. Kenapa? Yah karena saya kenalnya versi The Buggles ini duluan, dibandingan versi PUSA. Dan versi mereka, somehow lebih catchy, tidak berisik dan di bagian chorus-nya pun versi mereka lebih lepas, nggak ngedrop seperti versi PUSA.</p>
<p>Dan yang membuat saya suka lagu ini judulnya yang ajaib tapi benar, sangat menggambarkan ketakutan atas hadirnya teknologi visual (video) dikalanagan pecinta musik. Dan tema ini sebenarnya mirip-mirip Radio Ga Ga-nya Queen, yang lebih kearah menenangkan si radio star itu hehehehe. Dan backing vokalnya pun sangat delapan puluhan…hahahaha</p>
<p>Oh ya dan mereka sangat beruntung karena video klip lagu mereka adalah video klip pertama yang ditayangkan oleh MTV ketika mereka baru pertama kali mengudara, walaupun mungkin ini hanya satu-satunya lagu mereka yang terkenal. Dan semakin menjadi terkenal dan melegenda berkat MTV.</p>
<p>6. The War Song: Culture Club, album Waking Up The House On Fire</p>
<p>Cross Dresser, bukanlah sesuatu yang lumrah dan bisa diterima banyak orang di sini, di Indonesia, apalagi androgyny seperti Boy George, saya tidak bisa mencap dia sebagai gay/biseksual, androgyny lebih tepat rasanya, karena jelas-jelas dia lebih perempuan daripada orang-orang berdandan manis di era ini, tapi tetap memakai nama “Boy” didepan namanya. Tapi gara-gara inilah saya jadi suka dengan dia dan bandnya, Culture Club. Dan tentunya musik mereka yang New Wave tapi terdengar kadang ala Karibia (timpani yang suka mereka pakai di lagu mereka). Coba dengar di lagu I’ll Tumble 4 You, di awal lagu The War Song ini, dan lain lain. Dan suara Bass yang rada dominan, layaknya Duran Duran.</p>
<p>Pertanyaannya, kenapa malah lagu ini, bukan lagu lain mereka yang jelas-jelas lebih terkenal? Karena The War Song ini lagu protes, dan saya dari kecil suka memprotes keadaan dunia, ya benar itu, saya rada tukang protes kalau ada negara yang perang dan jika ada teroris yang seenaknya mengebom (waktu Borobudur misalnya), dan membuat saya pingin jadi presiden (cita-cita kecil saya), dan mengantar saya memilih FISIP Politik UI, sebagai pilihan utama saya dulu waktu UMPTN, dan di terima pula (tapi akhirnya saya memilih ITB ketimbang UI, maafkan saya). Balik lagi dari kemelanturan saya, The War Song ini dibuka dengan lirik “War war stupid…and people are stupid!” Saya memang aneh waktu kecil…ternyata</p>
<p>7. In The Air Tonight: Phil Collins, album Face Value</p>
<p>Kalau ini ceritanya lain lagi. Genesis lebih dulu saya dengar ketimbang, solonya Phil Collins, walaupun Genesis era Phil Collins sangat ke Phil Collins-Phil Collins-an, jadi tidak terlalu susah menyimak solonya. Dan solonya cenderung menye-menye isinya, walaupun saya suka-suka saja mendengarnya.</p>
<p>In The Air Tonight, sendiri mungkin saya suka karena beat di awal lagunya, dan lagi-lagi efek pada vokal Phil yang membuat suaranya terdengar, lagi-lagi, haunting. Dan ternyata kalau dipikir-pikir ternyata saya suka musik model beginian hehehehe. Dan temponya pun yang lamat-lamat, cenderung flat malah, yang menjadi dasar kecintaan saya terhadap musik-musik flat-pesimistis di kemudian hari, terutama ketika saya SMA.</p>
<p>Dan ternyata saya menjadi semakin suka karena ternyata lagu ini sempat menjadi ilustrasi musik disalah satu episode Miami Vice, yang meyakinkan saya kalau lagu ini memang “berkelas”. Kalau Crockett dan Tubbs memakai lagu ini, di film seri mereka, kurang pengakuan apalagi lagu ini?. Dan melayanglah kaset Phil Collins tante saya, ketangan saya hehehehe.</p>
<p>8. Jump In The Line: Harry Belafonte, album Jump Up Calypso</p>
<p>Bukan Banana Boat Song (a.k.a Day-O) yang saya suka dari Harry Belafonte ketika saya SD, walaupun keduanya saya dengar dalam film Beetlejuice, dan dalam skala “keterkesanan” dalam scene film ini, pastinya Day-O lebih megesankan, seharusnya. Tapi saya terpicut akan karakter yang diperankan oleh Winona Ryder, dimana tokoh yang ia perankan, anakABG tanggung yang sangat bermuram durja, memandang gelap atas hidupnya, mirip dengan Wednesday Adams, di The Adam Family. Dan Ryder pun memang dasarnya cantik, walaupun dia terlihat pucat, seperti orang yang kekurangan darah.</p>
<p>Jump In The Line sendiri dapat membuat saya merasa seperti di dalam club-club di Miami, Florida. Terlebih kalau mendengar brass sectionnya, yang blaaaar meledak di awal lagu. Dan seru sekali rasanya setiap saya mendengar lagu-lagu ceria, diantara hobi saya mendengarkan lagu-lagu yang murung dikemudian hari. Dan gara-gara Beetlejuice pula saya mengenal dan menyukai Harry Belafonte.</p>
<p>9. Blue Jean: David Bowie, album Tonight</p>
<p>Bayangkan&#8230;, seorang pria dengan baju compang camping, dengan berpupur tebal di wajahnya, menyerupai Baron Samadhi, berjalan, merayap lebih tepatnya menyusuri catwalk, dengan untaian kain yang melilit kepala dan badannya. Dan di tambah close up muka sang penyanyi, yang bergoyang ke kiri dank e kanan, tapi dengan badan yang diam/statis bak penyanyi India.</p>
<p>Hail David Bowie!</p>
<p>Album Tonight, yang tidak berhasil menyamai kwalitas dari album sebelumnya, Let’s Dance, mungkin hanya tertolong dengan adanya lagu Blue Jean ini. Tapi secara kwalitas lagu, Blue Jeanpun tidak sebaik lagu-lagu Bowie yang lawas. Tapi lagu ini sangat penting buat saya, karena saya pertama kali mengenal Bowie lewat lagu ini, yang tertolong dengan aksi Bowie yang nyeleneh di video klipnya. Lagu ini, seperti juga lagu-lagu barat lainnya, saya kenal dari video Top Pop yang saya rental, waktu saya SD.</p>
<p>10. Do They Know It&#8217;s Christmas?: Band Aid, EP Do They Know It&#8217;s Christmas?</p>
<p>Lagu terakhir yang saya masukan kedalam list SD saya kali ini, bukan The Beatles, yang jelas-jelas saya gilai semenjak saya SD, ataupun Eurythmics yang membuat saya ternganga-nganga melihat Annie Lennox, ataupun Wham!, Spandau Ballet, The Rolling Stones, dan lainnya.</p>
<p>Tapi lagu inilah yang layak saya masukan dalam slot terakhir, dari list saya yang rada keterlaluan panjangnya ini. Mengapa saya memasukan Do They Know It&#8217;s Christmas? Bukannya We Are The World, yang jauh lebih terkenal sebagai “lagu-nya” Live Aid, walaupun lagu Do They Know It&#8217;s Christmas? yang sebenarnya menjadi awal dari Band Aid.</p>
<p>Ada dua alasan, satu: Do They Know It&#8217;s Christmas? Lebih personal, karena ditengah-tengah lagu terdapat rekaman pesan-pesan dari pemusik-pemusik yang tergabung dalam Band Aid, seperti lazimnya rekaman pesan natal, di industri rekaman Amerika. Dua: band-band Inggris, saya memang lebih ke kutub Inggris dalam selera musik, kutub Amerika, kecuali Motown Sounds tentunya.</p>
<p>Dan sekali lagi, ayo lagu apa yang kamu dengerin/kamu ingat waktu kamu SD?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cikibawawaw.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cikibawawaw.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cikibawawaw.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cikibawawaw.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cikibawawaw.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cikibawawaw.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cikibawawaw.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cikibawawaw.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cikibawawaw.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cikibawawaw.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cikibawawaw.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cikibawawaw.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cikibawawaw.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cikibawawaw.wordpress.com/144/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cikibawawaw.wordpress.com&amp;blog=4477264&amp;post=144&amp;subd=cikibawawaw&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cikibawawaw.wordpress.com/2009/08/29/sekarang-giliran-waktu-sd-saya-mendengar-mereka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d774a662a00b6f89d91f4cab4cd010a3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cikibawawaw</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
